Solid Fest

Kawan, bulan Agustus ini Institut-A- akan melewati 1 tahun pertamanya, dan untuk melanjutkan ke tahun berikutnya kita perlu membayar sewa rumah kami. Karena selama ini kami mengelola dan membangun Infoshop kami secara otonom, kolektif dan swadaya, namun bagaimanapun juga usaha kami, kami belum mampu untuk menutupi biaya sewa rumah.

Kami percaya bahwa solidaritas dan mutualis masih eksis diantara kita, untuk itu kami mengundang kamu semua untuk berpartisipasi dan bersolidaritas. Karena Institut-A- Infohouse bukan milik kami, tapi milik kamu semua!

Datang dan partisipasi yah pada acara:

Solid Fest
“SEBUAH PAMERAN BERSAMA UNTUK BENEFIT INSTITUT-A INFOHOUSE”
Hari/Tanggal : Sabtu-Minggu, 31 Juli & 1 Agustus 2010
Waktu : Pameran dibuka sejak pagi
Acara musik dimulai pada jam 19.00
Ada apa aja?
- Pameran karya dari teman2 komunitas
- Tabling literatur
- Sablon on the Spot
- Gelar tembakau lokal
- Musik
Ps. Tolong bantu sebarkan undangan ini ke kawan2mu, komunitas, dan siapapun yaaa…
Info: instituta@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/event.php?eid=136336763054194
convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | Tidak ada komentar

MENJELANG HILANG

Pipa itu membelah jalan kecil sepanjang 2 KM di Dusun Janganasem, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Pipa yang diperuntukkan bagi distribusi gas yang dikelola oleh Pertamina bagi pabrik-pabrik yang berada di wilayah Pasuruan, ditanam tak lebih dari 5 meter di depan rumah para warga. Bagaimana para warga tidak uring-uringan dan protes, pihak PT. PGN Tbk. saja tidak pernah mensosialisasikan dampak-dampak negatif dari proyek tersebut – selain hanya ilusi kebaikan yang sama sekali tidak dapat dirasakan oleh warga.

Proyek pipanisasi ini mulai dicetuskan pada April 2008, yang rencana awalnya membelah 5 desa: Desa Permisan, Desa Tambak kalisongo, Desa Balong Tani, Desa Jemirahan, dan Desa Trompoasri Kecamatan Jabon – tetangga Kecamatan Porong dan Tanggulangin di mana 13.000 kepala keluarga harus menderita kehilangan rumah, sejarah, dan harta benda akibat luapan lumpur panas Lapindo. Dusun Janganasem, yang merupakan bagian dari Kelurahan Trompoasri sama sekali tidak dilirik. Pada kenyataannya, beberapa bulan lalu, proyek ini mengambil tumbal para warga Dusun Janganasem, yang mulai kini di dalam hidup mereka telah ditanamkan ketakutan dan rasa was-was akan adanya kebocoran maupun resiko-resiko lainnya dari proyek pipanisasi ini.

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 1 Komentar

We are Back!

Setelah bergumul dengan banyaknya file2 diserver, proses backup dan restore database, mengembalikan user account yang (ternyata) hilang, memilah kembali beberapa plugins wordpress yang dirasa masih dibutuhkan untuk fitur Anarch[Oi]!…akhirnya kini Anarch[Oi]! telah rampung 250% dari masa-masa berdarahnya…

Gw juga udah coba akses blog ini secara keseluruhan dari beberapa warnet didunia (halah!!!) untuk mengetes performa Anarch[Oi]! disana…hasilnya, sepertinya Anarch[Oi]! sudah NORMAL gak GILA lagi kayak kemaren.

Semua user yang merasa udah pernah mendaftar…tetep dapat menikmati 100% semua fitur disini, tulisan yang pernah dibuat oleh member juga 100% masih menjadi milik penulisnya…dan satu lagi semua rules yang pernah berlaku disini…juga masih berlaku :D yaitu “kalo emang gak ada makhluk dan alam yang terluka…maka…abaikan saja aturan mainnya!!!”

Solidaritas,

Anarchy, Love and PUNX…

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | Tidak ada komentar

Problem di anarchoi.gudbug.com

Dalam beberapa minggu ini banyak sekali yang mengeluhkan susahnya mengakses anarchoi.gudbug.com. Keluar error, loading lambat, dsb.

Parahnya lagi, bukan hanya dari sisi front-end (halaman muka) saja masalah ini terjadi, dari sisi back-end (panel administratif blog) saya mengalami masalah yang jauh lebih rumit lagi. Selain loading yang lambat, berbagai fungsi panel administratif bahkan tidak bisa diakses sama sekali.

Oleh karena itu, saat ini saya sedang mengupayakan untuk mengembalikan Anarch[Oi]! seperti semula. So…mungkin dalam beberapa hari ini, Anarch[Oi]! memang benar2 akan sulit diakses. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya!

Salam Bebas!

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | Tidak ada komentar

Satu Bumi – Sama, Korban Kapitalisme

Redefinisi Kapitalisme

Tentu kawan–kawan tahu betul apa itu sistem iblis kapitalisme, buatan londo (dengan tidak mengotakan warna kulit). Ya, mari kita sama–sama mendefinisikan ulang hakiki kapitalisme yang sejauh ini ia berhasil membuat kita ogah berpikir tentangnya sekaligus seolah memberi rasa aman bagi kebanyakan umat manusia.

Kapitalisme adalah sebuah sistem global jahat yang diaktori segelintir orang pemilik modal besar. Tidak sukar membayangkannya. Perumpamaannya seperti ini, ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang.

Ia kemudian membentuk lingkaran setan yang rapat sehingga orang–orang di dalamnya sulit keluar karena seolah dimanjakan (padahal diperbudak) segelintir pemilik modal.

Ia melegitimasi penghisapan manusia atas manusia lain karena hanya cara tersebut yang ampuh mempertahankan eksistensinya.

Ia pintar, cerdas, tapi satu hal yang dapat menghancurkannya, ia licik dan culas.

Kepintarannya dapat dilihat dari bagaimana ia berperan sebagai tuhan ketika hamba mengemis, meminta kepadanya karena tidak tahu lagi harus berbuat apa.

Ya, mari kita masuk dalam lingkup ekonomi kapitalisme. Kasarnya seperti ini, daripada dapur kosong, tidak berasap, akhirnya hamba menuhankannya sembari bersabar dan berharap hari esok jauh lebih baik, padahal itu semua nihil jikalau kawan–kawan tidak frontal melawannya.

Kelicikan Humanisme Kapitalisme

Lebih jauh, konsep ekonomi tersebut melahirkan kelas–kelas sosial dalam masyarakat atau pengotakan status manusia. Dikotomi si kaya dan si miskin adalah manifestasinya.

Tidak berhenti di sini. Ironis ketika percabangan tersebut tidak lagi berperikemanusiaan. Yang kaya semakin merajalela, yang miskin semakin menjerit.

Kawan–kawan tahu bahwa idealnya kondisi tersebut dapat memunculkan kedermawanan. Ingat ! Pilantropis murni tanpa embel-embel bukanlah seorang kapitalis, walaupun kebanyakan orang menganggap mereka kapitalis. Ia tahu betul ketidakseimbangan ajaran kapitalisme dan kemudian memilih menjadi pilantropis.

Ia-kapitalisme melegalkan penghisapan yang dilakukan si kaya atas si miskin (baca: perbudakan). Sungguh sempit humanisme yang diartikulasikan kapitalisme. Bahkan perbudakan tersebut seolah dikondisikan terjadi dan bersifat tidak memaksa. Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Kenyamanan semu perbudakan dalam lingkaran setan dapat menjadi sebuah jawaban.

Oleh karena itu, marilah sama-sama matangkan idealisme untuk keluar dari lingkaran tersebut walaupun terasa berat, lebih khusus bagi kapitalis muda mapan yang sudah merasa nyaman.

Kapitalisasi Pendidikan

Kapitalisme tidak segan–segan melebarkan sayap di dunia pendidikan, tentu dengan idealismenya bahwa kepemilikan modal adalah segalanya.

Ia berhasil mendisfungsikan esensi pendidikan, mensubstitusi ruang kelas menjadi sebuah perusahaan.

Bagaimana tidak ? Kawan-kawan dapat melihat kondisi saat ini, yang bersekolah hanya yang mampu membayar, bagaimana dengan yang ingin sekolah tetapi tidak mampu membayar ? Kenyataan di lapangan, mereka tidak dapat menikmati bahkan sekedar untuk mencicipi suasana ruang kelas.

Ya, itu tadi sekelumit tentang pra-ruang kelas. Sekarang bagaimana dengan yang sedang menikmati ruang kelas ?

Aura intelektualisme pun didistorsi menjadi sebuah rutinitas formalitas berbuah kemalasan kontinu. Memang hal tersebut merupakan pilihan masing-masing individu. Tetapi penting diingat ! Jikalau ruang kelas masih dipenuhi perasaan dan aktivitas yang “salah”, adalah mimpi di siang bolong melahirkan individu-individu berkualitas unggul. Akhirnya, peserta didik hanya mencari nilai tetapi tidak lagi memikirkan, memanifestasikan apalagi mensyukuri arti sebuah proses.

Lanjut dengan pascaruang kelas. Walhasil, lulusan ruang kelas pencari nilai akhir akan berpenyakit mental bahkan cenderung amoral. Di kemudian hari mereka enggan berpikir dan berusaha. Pragmatisme sempit akan melekat di masing-masing individu dengan meniadakan nilai-nilai murni yang dianugrahi di dalam diri. Korupsi adalah salah satu contoh sederhana.

Sungguh, hal-hal tersebut yang diinginkan kapitalisme. Sebuah bahan perenungan perihal agenda busuk kapitalisme.

Kontinuitas Pergerakan

Jadi, pergerakan radikal, frontal tanpa melupakan hal–hal fundamental adalah syarat mutlak menghancurkan eksistensinya-kapitalisme.

Aksi kolektif cerdas pemogokan kerja yang dilakukan kawan-kawan pekerja secara besar–besaran adalah salah satu cara membuatnya kebakaran jenggot walaupun tak sampai membuatnya mati.

Perlu sebuah kontinuitas sabar sembari melakukan pengecekan ulang terhadap infiltrasi yang dilakukan kapitalis dalam pergerakan (hal ini sangat penting demi menjaga kemurnian cita–cita pergerakan).

Mengapa pergerakan harus bersifat kolektif, cerdas, tulus, dan murni ? Ya, karena jikalau dilakukan tanpa konsep matang, anorganisir akan melahirkan pergerakan bersifat emosional saja, kemudian mengonsekuensikan sebuah stagnasi pergerakan yang tidak diharapkan.

Mari kawan, singsingkan lengan baju, kencangkan ikat pinggang dan jangan lupa rapatkan barisan !!!

Ingat ! Pergerakan emosional terorganisir tidak lebih baik ketimbang pergerakan cerdas terkonsep.

Dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal-hal kecil, dan dimulai saat ini !!!

Ayo, tunggu apa lagi !!! Bangun dari tidur panjang !!! Wujudkan impian !!! Bergerak !!

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 2 Komentar