kalut… carut-marut…. negeri-edan… ASU!!!!

ciehhh….ungkapan apa lagi yang paling enak ditumpahin disini selain uneg-uneg lagi…uneg-uneg lagi….

Alkisah dinegeri kita yang benar-benar sudah tak jaya….beberapa masa yang silam, sejak awal, ‘negara’ dikukuhkan sebagai sistem baku dalam mengatur segala tetek-bengek kehidupan dinusantara, keadaan negeri ini seolah seakan melangkah kederita dan derita…..

entah, apakah rakyat kita yang memang ’sebenarnya’ belum siap untuk bernegara, ataukah memang begitulah bentuk ‘negara’ adanya???? tak tau lah…

dahulu korupsi merajalela, sekarang??? salut untuk pemuka negara ini, tingkat korupsi ternyata menurun, tapi…hahahaha….itu disebabkan mereka gak malu-malu lagi buat nguras uang rakyat secara terang-terangan…beberapa waktu lalu, DPR minta tambahan tunjangan BBM, sebesar kurang lebih 10.000.000 rupiah, padahal gaji pokok mereka+tunjangan-tunjangan yang ada itu sudah gila-gilaan, ditambah lagi, dalam masa bakti mereka sebagai anggota DPR, mereka mendapatkan fasilitas publik dengan gratisss!!!, seperti listrik, air, dan telpon…lantas uang mereka tuh buat apa lagi?????? gilanya….itu disetujui dan sudah masuk dalam anggaran negara….

sementara itu, rakyat miskin cuma dapat seratus rebu/bulan….anjissss….sumpah…..mereka tuh emang anjing, kunyuk, babi, laknat, iblis!!!!!

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | Tidak ada komentar

Anarch[Oi]! dalam detikinet

Semalam mampir kewarnet dengan segudang uneg-uneg yang lagi-lagi tentang kesemenaan negara dan bertumpuk kedongkolan pada sistem gila yang masih saja diterapkan manusia.

Sesampainya diwarnet, niatnya ngecek email dan sekedar baca update-an baru diIndymedia dan infoshop.org, tapi browser yang dibuka langsung muncul halaman depan google.com. Wah….sampil melengkapi iseng kali ini. sekalian saja aku masukkan beberapa potong kata dalam field pencarian google, kemudian “search, yep…googling…!!!

Masih belum puas, akhirnya aku coba-coba menguji ketenaran blog ini…hahahaha. kuketikkan “anarchoi.blogspot.com” dengan tanda kutip (”) diawal dan akhirnya. hasilnya…weezzzz….situs ini sangatlah tidak tenar….aku hanya mendapati 8 hasil pencarian. Tapi….tunggu ada yang aneh, baris pertama pada hasil pencarian tertuju kesitus detikinet, situs saudara kandungnya detik.com, yang merupakan situs berita online mainstream terbesar diindonesia. Akhirnya kuklik saja link tersebut untuk menjawab rasa penasaranku.

Walhasil aku mendapati review blog ini dengan judul “Anarchoi, catatan harian seorang anarkis”. Hehehe….tertawa geli aku membaca judul ini, tapi akhirnya tetap kubaca tuntas juga review yang dibahas disitu, sampai akhirnya beruntunglah walaupun terlalu berlebihan, namun, mereka tidak menulis yang tidak-tidak :-D .

yah…sekedar berharap, walaupun pesimis, karena blog ini bukanlah apa-apa, semoga review ini dapat jadi referensi baru menuju blog ini. Sebab, biar bagaimanapun, aku mengakui bahwa situs ini seringkali jadi halaman awal yang dibuka oleh banyak orang diindonesia. Dan juga, semoga media mainstream mulai mengkoreksi dirinya atas vonis matinya terhadap para anarkis, akan sebuah doktrin “Anarki = Kekerasan”.

Kunjungi : anarchoi.blogspot.com : Catatan Harian Seorang Anarkis

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 2 Komentar

NEGARA … TAK BERGUNA

Sebuah kelompok musik anak-anak muda beraliran crust-punk mengajakku kolaborasirekaman indi. Sebab posing membayangkan adonan crust-punk yang ngeblues atau bluesyang ngecrust jadinya macam apa, lagipula aku main gitar tak penuh ringkik-geberanmelainkan melengkih-lengkih nada terlunta saja oldfashion jika ala with blues dantak jauh dari gaya New Orleans – Chicago jika black blues, kulolongkan puisisajalah, modal conthong doang, di sela gebalau distorsi dan pekik growling.

Anak-anak muda ini agaknya termasuk dalam punk politis dan tahu yang namanya sastrapengacau kemapanan RedHotKiriPapers, dan mereka memintaku membikin ‘racauan’ sekitar– kata mereka, “Pokoknya yang tentang kebusukan negara, ngancurin negara, gitulahBos …” Menarik juga, dan ‘lucu’ juga mengingat diri sendiri waktu dulu seusia‘anak-anak band’ ini suatu kali sekian malam menyuntuk di Kaliurang; paketpenggemblengan kader marhaenis GMNI. Kala itu aku sudah (maunya sih) anti Soeharto,anti Golkar, mulai anti militer tapi masih beride Indonesia Raya nusantara baru nanjaya adil makmur sentosa revitalisasi Singosari – Majapahit, kerakyatan …

Maka lantas ketika aba-aba sahur mulai terdengar dari berbagai penjuru, sudahkusiapkan sahur buat adik-adik Sarasvati, dan ibuku yang kusayang mulai meredah iba-rintih-pilunya … (oleh masuk angin bangsat – keparat – anjing – edan – setan – koruptor – kapitalis – pemimpin – selebritis – fasis – reaksioner – neoliberal – feudal – puritan – elit – totaliter kali ini saja serasa ingin kubunuh kau angin … Salah satu aspek ibuku adalah denganilustrasi jawabannya atas suatu hari yang keji iseng kubertanya, demikian :

“Jika ibu jadi turis di Bali, begitu pengeboman itu, ibu tetap meneruskan piknik,atau cabut?”
“Pulang.”
“Kenapa? Merasa tak aman?”
“Bukan. Aku setuju, celaka – selamat itu tergantung Tuhan. Aku pulang sebab manabisa bersenang-senang dalam lingkungan kedukaan? Memang yang mati dia, dia, diaentah siapa … Tapi aku berpendapat dalam hal ini kemanusiaan terluka. Dan tentu akujuga manusia …”) …
begitulah akupun mencoba menulis puisi-lagu tentang ‘kebusukan negara, ngancurinnegara’, demikian :
NEGARA … TAK BERGUNA Syahdan ada retorika usang kelicinan politik kekuasaan :
“Jangan tanya apa yang telah diberikan negara …
Tapi apa yang telah kau berikan bagi negara”
Sebab usang maka kuganti yang sahaja :
“Ngapain tanya-jawab dengan negara? Peduli setan saja!”

Sebuah bendera …
Di atas sejuta kepala
Di atas bendera …
Majikan pemilik bendera
Cuma segelintir dua
Menghitung laba
Dari kerja sejuta kepala
Negara …
Alat resmi penghisapan

Minoritas orang atasan
Pemimpin Boss
Mayoritas orang bawahan
Budak obyek tundukan
Sebagian budak …
Penggali lobang
Sebagian budak …
Pembikin tiang
Sebagian budak …
Penjahit kain
Sebagian budak …
Pengerek tali
Semua budak …
Hormat dan hormat dan berprasetia
pada telikungnya
Negara …
Alat resmi penindasan

Angkatan bersenjata …
Mengokangkan patriotisme
Politisi senjata …
Mengelola sengketa
Majikan senjata …
Bisnis perang
Bendera-bendera dipersenjatai
Antar bendera basmi-membasmi
Papan catur kaum berdasi
Negara …
Alat resmi pembunuhan

Penjajahan atas nama nasionalisme
Kemerdekaan dikebiri nasionalisme
Jelata jajahan sengsara tak bernama
Elit kemerdekaan berproklamasi di atas bangkainya
Tokoh pergerakan membintangi gerakan
Tokoh bersenjata tak mau kalah
Rayah-merayah kepahlawanan sejarah
Jelata biasa tak ada catetannya
Selain massa tak bernama
Budak sepanjang jaman
Diinjak-injak perebutan kekuasaan
Berbandrol bendera pusaka
Semua budak …
Nonton dan nonton dan nonton saja
pada megah kibarnya
Negara …
Alat resmi peminggiran

Presiden budak …
Diberi makan nasional republik
Parlemen budak …
Diberi makan nasional demokrasi
Majikan budak …
Cukong pembangunan nasional
Budak nasional …
Korban kemiskinan struktural
Struktur nasional-nasional …
Skrup mesin global
Majikan global …
Korporasi multi nasional
Budak global …
Dipatok-patok bendera
Tak bisa apa-apa
Selain memberi makan aneka majikannya
Negara …
Alat resmi ketidakadilan

Sebuah bendera …
Di atas sejuta kepala
Puncak tempurung kuasa …
Katak-katak merdeka
Negara …
Adalah penjara!!!

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 2 Komentar

cukup! semuanya sudah cukup! bangun dan berfikirlah!

Menyikapi berbagai situasi yang saat ini terjadi…runyam dan sangat memusingkan, bagaimana tidak bila setiap hari para pekerja yang kebetulan mengendarai sepeda motor harus menyiapkan budget minimal Rp.20.000 untuk sekedar memberi minum sepeda motornya, belum lagi nelayan yang terpaksa harus menaikkan harga ikan dikarenakan mereka akan jarang melaut lantaran harga solar mengila! Petani tradisional yang terpaksa harus cekak kantongnya karena biaya transportasi jelas ikut-ikutan naek. Ditambah ibu-ibu rumah tangga yang terancam harus kembali kejaman primitif karena harga minyak tanah sangat-sangatlah gilaa padahal entah kenapa distribusinya sering menghilang begitu saja yang mengakibatkan langkanya minyak tanah!

Ditelevisi dan media lainnya, dimana-mana semua berbicara atas nama rakyat, yang pro kenaikkan BBM mengaku bahwa ini semua demi rakyat, begitu juga dengan yang kontra! Sayang…..aku sudah terlalu muak untuk menanggapi hal-hal diatas. Kebuntuanku berhenti dalam sebuah solusi yang sama sekali masih dalam anganku, angan kawan-kawanku, angan para pendahuluku!

Apa yang aku percayai itulah yang akan terus kujalani, aku tak mau menggurui namun kuharap alam menganugrahi kesamaan persepsi dalam hal ini kepada seluruh umat manusia dimuka bumi ini.

Kepemimpinan bukanlah solusi

Entah kenapa aku begitu yakin akan kalimat diatas, tapi sungguh, aku cuma ingin berfikir secara rasional dengan apa yang sudah terjadi, ketimpang harus melakukan riset rumit yang bikin ngejelemit.

Sosok pemimpin tidak pernah sekalipun membuat diriku takjub, entahlah….nuraniku mengatakan beda dengan apa yang diajarkan oleh guruku pada saat aku duduk dibangku SD.

Soekarno, Soeharto, Habibie, GusDur, Megawati, Susilo B Yudhoyono jelas tidak memiliki keterikatan apapun dengan diriku, bahkan aku tidak mengenalnya sama sekali, dan aku rasa merekapun punya pendapat yang sama mengenai aku, buktinya ketika rombongan iring-iringan kepresidenan melintas didepan sepeda motorku, tak sedikitpun salah-satu dari mereka melihat kearahku. Bahkan mereka mengusirku agar tidak menghalangi jalan mereka.

begitupun dengan mereka yang duduk diparlemen disenayan, dari mulai kepala geng sampai antek-anteknya tidak ada satupun yang kukenal, apakah mereka wakil-wakilku? Tidak! aku gak pernah ngasih mandat kesiapa-siapa untuk menjadi wakilku…..

tapi beginilah …. Negara …. organisasi mafia terbesar yang menguasai satu daerah dan memaksa orang yang ada didaerah tersebut untuk patuh terhadap semua aturan yang dibuatnya. Kita telah sama-sama lihat apa yang telah dilakukan oleh para elit terhadap satu-persatu dari kita….

potongan opini ini memang bukan tulisan yang berisi riset bertahun-tahun dan disajikan dengan bahasa intelektual tingkat tinggi. Tapi tulisan ini hanya curahan hatiku yang gak ngerti apa-apa soal linguistik, sebab hanya satu yang kutahu bahwa aku harus bebas!

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | Tidak ada komentar