Prajurit Antiperang Amerika Serahkan Diri

Los Angeles – Seorang tentara Amerika Serikat yang kabur sebelum menjalankan tugas keduanya di Irak, karena percaya perang tak bermoral, akhirnya menyerahkan diri, Selasa (26/9). Tentara medis ini terancam dihadapkan ke pengadilan militer.

Menurut situs news.yahoo.com, yang mengutip AP, Rabu (27/9) siang, tentara khusus Agustin Aguayo (34), menyerahkan diri sekitar pukul 06.00 di Fort Irwin, sebuah markas tentara di Gurun Mojave, di Timur Laut, Los Angeles. Demikian pernyataan juru bicara militer AS, Ken Drylie.

“Ini perbuatan yang benar,” kata Aguayo pada konferensi pers di Los Angeles sejam sebelum menyerahkan diri ke markas militer. “Saya buka seorang desertir ataupun pengecut.”

Aguayo menyatakan siap menghadapi pengadilan militer dan penjara. “Ini sesuatu yang dapat saya terima. Sesuatu yang tak dapat saya inginkan adalah menjadi bagian perang,” tegasnya.

Aguayo yang tak berhasil mengalahkan permintaan Pentagon agar bertugas lebih dari dua tahun menyatakan menolak wajib militer.

Aguayo, seorang warga negara Amerika yang lahir di Guadalajara, Meksiko. Dia mengungkapkan tidak antiperang saat dia mendaftarkan diri menjadi tentara tahun 2002. Namun pengalaman menjalani tugas mengubah pikirannya. Dia meminta status mengelak wajib militer di bulan Februari 2004 sebelum dia di kirim keluar negeri. Dia bertugas setahun sebagai petugas medis perang di Tikrit, Irak, tahun 2004, setelah menolak permintaannya.

Dia kemudian keluar dari jendela di markasnya di Jerman pada 2 September ketimbang dipaksa untuk naik ke kapal untuk tugas kedua pada Batalion Pertama, Resimen Infanteri 18.

“Saya mesti percaya bahwa adalah keliru untuk merusak kehidupan, immoral dan saya tak dapat menjalani kehidupan seperti ini,” kata Aguayo.

Setelah ditahan, Aguayo akan dikirim entah ke Fort Sill di Oklahoma, atau Schweinfurt, Jerman, kata John Wagstaffe, juru bicara militer di Fort Irwin. Para pejabat militer nantinya akan menentukan apakah akan mengirim Aguayo ke pengadilan militer atau tidak, kata Wagstaffe.

Aguayo kemungkinan besar akan dikenai Absen Tanpa Cuti (AWOL) dan dakwaan terpisah mengenai pelariannya karena tak menaiki kapal yang akan membawanya ke Irak, kata James Klimaski, salah satu pengacara Aguayo dari Washington.

Prajurit lain yang AWOL dan mengklaim menolak wajib militer telah dijatuhi hukuman beberapa bulan hingga dua tahun dan dipecat, kata Klimaski.

Sumber artikel : www.vhrmedia.net

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | Tidak ada komentar

Berikan komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback URI | RSS Komentar