ALF Menyelamatkan 100 tikus (putih) dan 18 primata di Italia
Dikirim pada 05-12-2006 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: anarkisme, animal right

Beberapa bangunan memang tampak mustahil untuk diserang, namun hanya sedikit yang seperti itu. Harlan Italia adalah salah satu dari gedung tersebut, sebuah gedung yang dipenuhi dengan alarm-alarm dan kamera sekuriti. Di dalam tempat ini mereka membiakan hewan-hewan untuk eksperimentasi (vivisection). Harlan adalah salah satu dari pembiak terbesar bagi lab-lab penelitian Italia, yang juga bagian dari sebuah perusahaan multinasional dengan divisi-divisinya yang tersebar diseluruh bagian dunia. Pendapatan tahunan Harlan sebanyak 7 milyar euro adalah sebuah pernyataan yang tegas: vivisection adalah sebuah bisnis yang menguntungkan.
Menyadari bahwa curut, tikus, anjing-anjing, monyet, babi, serta kelinci berada di dalam kurungan, dengan kondisi yang terisolasi, tanpa simpati dan pelukan, menunggu dipindahkan menuju sebuah masa depan yang penuh penyiksaan, menginspirasikan kami untuk melakukan sebuah tindakan.

Malam itu tanggal 20 November, malam yang dingin tanpa bintang, sehening seperti kabut kami sampai menuju target kami, sebuah monumen yang menjijikan dari kerakusan manusia. Melalui sebuah bolongan di sistem ventilasi kami mendapatkan aksese menuju pelapon.
Dengan mengangkat beberapa bagian dari pelapon dan menggunakan tangga kami akhirnya berada disebuah ruangan dimana monyet dan tikus dikurung, tanpa menyalakan alarm yang terpasang dipintu. Ditempat itu kami berusaha mengeluarkan sebanyak hewan yang kami bisa, mengambil beberapa dokumen dan hal yang lainnya.
Harlan membiakan hewan tersebut dengan kondisi-kondisi spf, yang berarti aseptic: selusin kota-kotak plastik dibawah sebuah sistem udara yang difilter. Apa yang mereka lakukan terhadap hewan-hewan kecil ini adalah sebuah sadisme murni dan sangat bertentangan dengan ide penyelamatan manusia yang mereka buat untuk diri mereka sendiri. Di dalam divisi ini Harlan juga menawarkan kostumer-kostumer mereka sebuah persiapan operasi dari hewam-hewan tersebut: pemindahan organ ataupun mutilasi.
Terlebih lagi, kami juga mendokumentasikan kehadiran organ-organ tubuh di dalam refrigator mereka: curut yang otaknya rusak atau disali oleh pin, tikus-tikus dengan abdomen terbuka dan kelinci-kelinci yang kondisinya sudah sangat parah.
Di kurungan yang ramai dan berhimpitan tanpa ada jendela, ada sekitar 30an makaka sedang mencari kenyamanan, berhimpitan satu sama lain, dengan kondisi trauma dan tidak bahagia. Namun malam ini, hewan-hewan tersebut bertemu dengan manusia-manusia yang sangat berbeda, sebuah pelukan hangat yang akan membawa mereka jauh, jauh sekali. Ratusan tikus, banyak yang telah siap untuk dikirimkan, dan 18 makaka, sekarang ada ditangan kami, mereka telah bebas.
http://www.shac.net/ARCHIVES/2006/Dec/1.html











hebat…semoga ini menjadi inspirasi untuk masyarakat Indonesia …karena primata yang dibunuh dalam laboratoriumdi eropa dan amerika, berasaln dari Indonesia…wake up…and act…