masa PUNK nggak boleh masuk TIPI sih???

Hallo…beberapa hari yang lalu (15 Januari 2007) RCTI dengan program URBAN-nya menayangkan episode dengan tajuk “GENERASI PUNK”, dalam program ini pula…nyaris tiap detiknya didominasi oleh liputan tentang MARJINAL dan aktifitas kesehariannya bersama kawan-kawan di TARING BABI…band punk yang gak perlu saya sebutkan lagi seluk-beluknya karena saya yakin banyak yang udah pada enggeh koq.

Selain MARJINAL, RCTI juga meliput keseharian para street-punk, kemudian dengan sudut pandangnya RCTI membandingkan perbedaan dari keduanya. MARJINAL & TARING BABI disebut-sebut sebagai “PUNK IDEALIS” dan mereka yang diliput sedang asik nongkrong dengan sebutan “PUNK JALANAN/STREET PUNK”.

Dari beberapa scene, menurut saya…pesan yang coba disampaikan oleh kawan-kawan MARJINAL & TB cukup positif, secara keseluruhan….setidaknya acara ini nggak seperti kebanyakan acara lainnya di tivi yang senantiasa menampilkan stigma buruk punk keatas publik tanpa investigasi dan informasi yang akuran, sebut saja acara “7 hari menuju taubat” dimana seorang punk digambarkan sebagai sosok pendosa yang sudah seharusnya bertaubat, atau acara “metro realitas” episode punk yang dulu sempat menggemparkan karena lebih banyak menyoroti sisi negatif dari punk tanpa menelaah hal positif yang ada.

Semula saya sempat heran saat mike muncul di iklan acara URBAN di tivi…penasaran akhirnya niat banget buat nonton ;P, selesai nonton…huh…ternyata RCTI cukup sehat kali ini, saya jadi teringat beberapa hari yang lalu saya sempet ngobrol dengan salah satu kawan Taring Babi, saat marjinal bertandang ke Rangkasbitung, Banten, yang kebetulan saya juga sedang berada disana. Dalam obrolan saya bilang…apapun usaha kita dalam menggunakan media komersial sebagai jembatan untuk memperjuangkan kepentingan kita hendaknya dibarengi dengan kewaspadaan, dalam artian jangan lagi “kecolongan” kayak yang lalu-lalu seperti yang saya sebut diatas.

Oke…saya acungi cap jempol momen 15 januari lalu, lantas bagaimana dengan kawan-kawan punk lainnya….ternyata (dari info yang saya dapat via email dari taring babi) kontroversi menyinggung pro-kontra hadirnya sosok taring babi dalam acara tersebut sangat-sangat hebat. Coba deh…baca imel konfirmasi dari TARING BABI yang saya kutip dibawah…semoga pandangan sinis tentang tampilnya kawan baik kita dalam acara tersebut dapat segera kita binasakan dari otak kita ;)

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 42 Komentar

Anarkisme:Perjalanan Sebuah Gerakan Perlawanan

AnarkismeBila Anda masih menyamakan anarkisme dengan “aksi liar” dan “tindakan ugal-ugalan”, berarti Anda harus membaca buku ini! Agar tahu bahwa anarkisme bukan sekadar kekacauan tak berdasar, melainkan sebuah paham politik yang dalam sejarahnya mempunyai peran yang tidak kecil dalam memperjuangkan dunia yang lebih adil.

Dengan gaya penulisan yang menggugah, Sheehan menjelaskan secara rinci sejarah anarkisme dan isu-isu di baliknya, menarik benang merah antara anarkisme dengan aliran filsafat kritis dan sistem kepercayaan,
gerakan-gerakan seni rupa dan sastra, dengan seks dan psikologi, serta sumbangsihnya dalam budaya pop mulai sinema, fiksi ilmiah, sampai musik.

Disertai pengantar komprehensif dari Daniel Hutagalung, yang memetakan posisi anarkisme dalam wacana dan praksis “perjuangan demokratik baru”.

Karya: Seán M. Sheehan
Terjemahan: Robby Kurniawan
Pengantar: Daniel Hutagalung
ISBN 979-99980-8-5
183 + xxxvi hlm.; 14 x 20,3 cm.
Rp 44.000,-
Penerbit: Marjin Kiri

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 11 Komentar

Masyarakat Samin Dan Anarkisme

Budaya samin adalah budaya yang kental dengan semangat perjuangan anti otoritarian ala indonesia.

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 2 Komentar

Kampanye yang Lain (Other Campaign) di utara Meksiko: berucap “Oaxaca” dari atas dan bawah

Ratusan orang di penjara secara ilegal, lusinan orang lenyap, disiksa, diburu, dan dipukuli. Pemuda dan pemudi, kaum adat, anak-anak, orang tua. Dengan kata lain: orang-orang Oaxaca yang datang dari bawah. Dan dari atas, ada polisi federal (PFP), paramiliternya Ulises Ruiz, media massa, dan politisi.

Untuk berdiam diri di hadapan momok yang semacam ini adalah seperti berkata “Oaxaca” dari atas, dan untuk membuat penilaian-penilaian dari atas-kebawah yang penuh lelucon…dan idiotik.

Karena dari atas mereka telah bersiap diri untuk mengatakan bahwa semuanya telah kembali normal dan “konflik” telah dikendalikan karena para “pemimpin” telah di tangkap, seakan-akan gerakan ini memiliki “pemimpin-pemimpin” yang dapat dibeli, di penjara, atau dibunuh. Mereka berkata kalau sekarang kita harus melihat ke arah yang berbeda. Yang maksudnya, kita harus kembali patuh kepada yang diatas, kepada keberagaman kekuasaan politik, kepada simulasi-simulasi dan garis depannya, yang memberi komando dan perintah sementara Kekuatan sebenarnya menyuap media-medianya, pundit-punditnya, para politisinya, seniman, kaum intelektual, kepala polisi, militer dan paramiliter.

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 1 Komentar

ivaw.org – veteran perang iraq yang jadi anti perang

Apa jadinya bila seseorang yang pulang paska perang, kemudian mendapat kesadaran akan kenyataan tersiksanya baik fisik maupun jiwa akan bahaya dari sebuah perang…variatif…ada yang kemudian bersikap acuh dan meneruskan karirnya dimiliter, ada yang buka usaha dengan modal yang didapat oleh gaji dari militer, ada yang kembali kemasyarakat dan melanjutkan hidupnya, ada yang jadi prokem lantaran masa lalu yang ia lewati setidaknya bisa membuat bulu kuduk orang-orang merinding (nih gw nihh…veteran perang!!!)…

Dari berbagai hal yang unik yang dilakukan…ada pula yang kemudian mendapat kesadaran penuh…kemudian menentang segala kesalahan dari hal yang telah ia lakukan….PERANG.

Ada salah satu organisasi yang sengaja dibuat untuk melakukan kampanye ini (anti-perang) yaitu IVAW (Iraq Veterans agains the War — Vetarn Iraq Menentang Perang).

Kerennya lagi, organisasi ini justru didirikan oleh para veteran perang iraq, dan memang keanggotaan hanya ditujukan bagi mereka yang terlibat dalam perang iraq. Diorganisasi ini mereka para veteran yang mereka didalamnya menyatakan diri sebagai korban kerakusan para pemimpin negara adi-kuasa, dan oleh karenanya mereka merasa perlu mencegah kembalinya perang-perang serupa dikemudian hari.

Kunjungi situs seru ini di  http://www.ivaw.org

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 2 Komentar