Homicide – Puritan (God Blessed Fascists)
Dikirim pada 02-05-2007 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: lagu
Adalah bagaimana manusia menyebut nama tuhannya : “tebas lehernya dahulu baru beri dia kesempatan untuk bertanya” / pastikan setiap tema legitimasi agama seperti hak cipta / supaya dapat kucuci seluruh kesucianmu dengan sperma /
persetan dengan Surga® sejak parameter pahala / diukur dengan seberapa banyak kepala yang kau pisahkan dengan nyawa / kini leherku-lah yang membuat golokmu tertawa / target operasi di antara segudang fasis seperti FBR di Karbala /
karena aku adalah libido keamarahanmu yang terangsang dalam genangan darah / selangkangan Shanty jika kau menyebut parang bagian dari dakwah / melahap dunia menjadi pertandingan sepakbola / penuh suporter yang siap membunuh jika papan skor tak sesuai selera /
para manusia-unggul warisan Orientasi Mahasiswa / paranoia statistika agama, wacana-phobia ala F.A.K / B-A-K-I-N tak pernah bubar, mewujud dalam nafas kultural / persis wakil parlemen yang kau coblos dan kau tuntut bubar / partai bisa ular, belukar liberal /
Gengis Khan mana yang coba definisikan moral / persetankan argumentasi membakar bara masalah / dengan kunci pembuka anti-dialektika komprehensi satu bahasa / instruksi air raksa mereduksi puisi hingga ke level yang paling fatal / kehilangan amunisi, sakral adalah ambisi / wadal modernisasi, program labelisasi Abu Jahal / distopia yang tak pernah sabar untuk menuai badai
Untuk setiap kebenaran dan keagungan yang kau bela dengan dakwah / dan membuat orang lain mati bersamamu / untuk setiap ide yang kalian berangus atas nama surga yang kalian harapkan /
Aku bersumpah untuk setiap jengkal markas yang dianggap layak bongkar / dan setiap buku yang nampak lebih berguna jika terbakar / jika setiap hal harus bergerak dalam alurmu yang sakral / sampai api terakhir pun, neraka bertukar tempat dengan aspal / batalyon pembenci Gommorah sucikan dunia dengan darah / tipiskan batas antara kotbah dengan gundukan sampah / jika membaca Albert Camus menjadi alasan badan-leher terpisah / lawan api dengan api dan biarkan semua rata dengan tanah / lubang tai sejarah, memang dunia adalah / kakus raksasa nikahi bongkah kranium kerdil berpinak ludah /
jika idealisme-mu tawaran untuk mengundang surga mampir / berikan bendera dan seragammu, kan kubakar sampai arang terakhir / sratus kali lebih dangkal dari kolom Atang Ruswita / seribu kali lebih busuk dari tajuk majalah Garda / untuk semua idiot yang berfikir semua ide dapat berakhir diperapian / tak ada dunia yang begitu mudah untuk kalian hitamputihkan /
mendukung keagungan layak Heidegger mendukung Nazi / propaganda basi, wahyu surgawi dengan bau tengik terasi / jika suci adalah wajib dan perbedaan harus melenyap / maka jawaban atas wahyu parang dan balok adalah bensin, kain dan botol kecap/ fasis yang baik adalah fasis yang mati / fasis yang baik adalah fasis yang mati / fasis yang baik adalah fasis yang mati / tunggu di ujung jalan yang sama saat kalian mengancam kami! /
Kultum Dasamuka / dengan atau tanpa label agama / fasis tetaplah fasis /
Apakah kita akan diam saja melihat pola iblis ini / apakah kita akan diam saja menyaksikan mereka diam-diam menanamkan bibit-bibit fasis pada anak-anak kita / kita harus segera memusnahkan mereka sampai ke akar-akarnya / mereka itu hanyalah sampah masyarakat / yang tak pernah layak untuk hidup di bumi indonesia / mereka hanyalah orang-orang yang tak pernah diberi izin untuk hidup oleh tuhannya / dan hanya layak dilenyapkan /











benar benar llirik yg mewakili kondisi indonesia pada tahun 2000an..
hingga saat ini…
meskipun 2tahun belakangan ini tidak lagi terdengar gebrakan2 operasi atau sweeping2 oleh berbagai aktivis dan ormas berlabel agama, namun paranoia tetap jadi selimut hangat bagi para oponen yang masih bertahan. begitu hebatnya mereka melancarkan sweeping sampai2 wanita dan anak2pun ikut terkena imbas…
masih mau mengelak pada fakta yang sudah terbukti nyata???
jika masih ya memang mereka bukan manusia…
spesifiknya manusia yg beragama dan memiliki hati nurani..
anggap saja binatanglah secara sederhananya…
biarpun homicide bubar namun nyawa dari suara microphone ucok masih mendengung keras di setiap gendang telinga para pejuang sayap kiri indonesia…
dan sekarang muncul dengan TRIGGER MORTIS semakin dewasa san semakin matang…
HISUP REVOLUSI!!!
Tentang Skinhead Indonesia
Sebagai salah satu subcultures yang semakin tumbuh berkembang di berbagai belahan dunia, Skinhead telah menjadi bagian dari budaya sebuah bangsa yang kuat, tak terkecuali di IndOi!nesia. Rentang perbedaan jarak dan waktu telah menjadi jurang pemisah antar komunitas kaum Skinhead yang telah tumbuh dan berdiri tegak di seluruh kepulauan di IndOi!nesia. Untuk itu, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, Skinheadindonesia. com berupaya hadir untuk bisa merangkul dan menjabat erat para kaum Skinhead di seluruh pelosok negeri dari Sabang sampai Merauke tanpa membedakan suku, agama dan ras.
Situs Skinhead Indonesia dibangun untuk bisa menjadi “rumah” bagi para komunitas Skinhead di Indonesia dan menjadi wadah dalam menuangkan ide, pikiran maupun kreativitas berkarya seni. Dengan mengenyampingkan paham dan ideologi yang dianut, Skinheadindonesia. com diharapkan bisa menjadi jembatan yang mempertemukan para komunitas kaum Skinhead di seluruh pelosok nusantara. Dengan diciptakannya situs ini, tak menutup pintu bagi para komunitas subcultures yang lain untuk ikut bergabung dan menjadi bagian dari keluarga besar Skinhead Indonesia.
Sumber : http://www.skinheadindonesia.com
Cheerz
Centong
Liriknya ada yg kurang,,
sabotase??
Propaganda kah??
Coba ceck or bahas juga lagu Puritan Versi Thufail Al Ghiffari
Jawaban dari lagu Puritan Homicide ini
Hanya ada 2 kebenaran di hidup ini LAHIR dan MATI
Mantabbbbbzzzz…salam kenal….