The 4th World War (4WW)

Genre : Film Dokumenter
Director : Rick Rowley dan Jacqueline Soohen
Produksi : Big Noise Film
Narator : Michael Franti dan Suheri Hammad
Format : DVD
Runtime : 75 menit
DVD Rilis : 15 Februari 200

Beberapa menit saat film pertama dimulai, kita segera disuguhi tayangan di mana beberapa orang anak muda dengan t-shirt yang digunakan untuk menutupi wajah, sedang membakar ban-ban mobil di jalanan, orang-orang bergerak cepat di tengah suasana yang juga seakan penuh berisi ketegangan. Dalam beberapa menit tersebut juga, kita dengan cepat diajak untuk berada di tengah-tengah suasana insurgensi, melihat suasana tersebut dalam jarak sangat dekat. Tidak seperti rata-rata tayangan insurgensi yang mampu kita lihat dalam berbagai siaran di televisi yang selalu memperlihatkan kejadian-kejadian tersebut dari sebuah jarak yang jauh, dan dari jajaran militer ataupun polisi, video dari helikopter polisi atau dari atas tank. Belum lagi narasi yang biasanya hanya diisi oleh orang-orang dari pihak media yang dibiayai korporasi dan berlagak sebagai pihak yang netral, sementara di saat yang sama justru meniadakan kesempatan bagi pihak insurgen untuk menyuarakan diri mereka—selain hanya komentar-komentar sesaat yang sama sekali tidak signifikan. Di televisi, kita hanya melihat laporan insurgensi yang menciptakan jarak antara pemirsa dan para insurgen.

4WW (the Fourth World War) adalah upaya-upaya untuk menjembatani jarak yang selalu timbul—sengaja ditimbulkan—oleh laporan mengenai berbagai insurgensi dalam media dominan, begitu ungkap Richard Rowley sang director film ini. Berbeda juga dengan para reporter dari media massa dominan, juru kamera mereka benar-benar terlibat aktif dalam setiap momen insurgensi yang diliput dalam film tersebut, ia membawa pemirsa ke tengah-tengah konflik. Ia benar-benar turut berlarian bersama-sama dengan para insurgen muda Palestina saat tank-tank Israel menembaki dan mengebom Jenin, ia melihat kematian dan kehidupan dengan begitu dekat dibandingkan media massa dominan manapun.

Begitulah, selama 75 menit film ini diputar, kita melihat dari dekat berbagai konflik antara insurgen dengan kekuatan negara yang terjadi di Korea Selatan, Afrika Selatan, Meksiko, Argentina pasca kolapsnya ekonomi yang menimbulkan kebangkitan mayoritas penduduk yang mengorganisir diri melampaui bingkai negara dan pasar, New York pasca 9/11, Jalur Barat di Palestina, dan beberapa aksi melawan pertemuan para ekonom perancang pasar bebas sedunia. Film ini dinarasikan oleh Michael Franti—seorang aktifis yang juga seorang anggota dari grup musik radikal Spearhead, Disposable Hero’s of Hipocrisy dan the Beatnicks—bersama penyair Suheir Hammad. Seksi musik diisi juga oleh grup-grup musik radikal seperti Muslimgauze, Asian Dub Foundation dan Ozomatli. Pada keseluruhannya, film ini memang digarap dengan sangat baik, oleh para aktifis yang dengan terang-terangan menyatakan diri mereka yang tidak netral, sebagai kritik terhadap para jurnalis dan reporter dari media massa dominan, melainkan berpihak pada para insurgen yang melakukan setiap insurgensi sebagai bagian dari perjuangan mereka menentang sistem dominan. Dari mulai reporter dan juru kamera, para narator, para anggota grup-grup musik yang mengisi soundtracknya, serta seluruh kru film, adalah mereka yang menyatakan diri sama sekali tidak netral di hadapan sistem yang berjalan hanya demi kepentingan para birokrat, ekonom dan pemodal besar.

Tentu saja, imaji-imaji yang tampil sangat mengganggu, apabila tak dapat dikatakan menggugah. Dalam beberapa narasi pendek, kita diajak juga untuk memahami alasan-alasan mengapa insurgensi demikian dapat muncul ke permukaan dan merebak di mana-mana sebagai sebuah perang antara kelas penguasa dan warga. Film ini adalah sebuah film yang mengkritik dominasi sistem pasar bebas, termasuk kritik langsung atas seluruh perilaku masyarakat modern. Kita diajak untuk berada di tengah konflik sebagai kritik atas reportase yang selalu mengambil jarak aman; semua kru film terlibat aktif di sisi para insurgen sebagai kritik atas para jurnalis media massa yang selalu berpura-pura bersikap netral saat mereka juga tahu bahwa kenetralan adalah omong kosong di bawah bayang-bayang media massa; konflik yang terjadi adalah antara warga biasa sebagai kritik mitos yang umum tersimpan di benak kita bahwa perjuangan melawan dominasi kekuasaan adalah perjuangan antara penguasa beserta institusinya dengan grup-grup revolusioner. Ini adalah film yang mengkritik tidak hanya dalam tayangannya, tetapi juga dalam semua aksi pembuatannya.

Sayang, film bernarasi Inggris ini tidak memiliki subtitle selain bahasa Jerman, Perancis dan Spanyol. Akan lebih baik apabila kita mampu menambahkan subtitle bahasa Indonesia, agar film ini dapat didistribusikan luas di Indonesia, di mana sebagian besar penduduknya tidak mampu berbahasa Inggris.

Sebagai catatan tambahan, dalam pembuatan film ini, bulan Mei 2002, Jacqueline Soohen yang juga director film ini, adalah satu dari sepuluh aktifis yang menembus blokade militer Israel di Betlehem, berlarian di hadapan tank-tank dan sniper Israel sambil membawa makanan dan kamera video, yang diperuntukkan bagi para insurgen Palestina yang terkepung selama beberapa hari di sebuah gereja. Ia adalah satu-satunya kamera yang berada di dalam gereja, mendokumentasikan bagaimana para sniper Israel menembaki pintu dan beberapa insurgen. Setelah dua minggu bertahan hidup bersama para insurgen muda Palestina, gereja berhasil ditembus militer Israel, Jacqueline ditangkap dan dipenjarakan selama dua minggu—di mana ia melakukan aksi mogok makan bersama para tahanan Palestina lainnya. Rekaman videonya tak berhasil diselamatkan setelah disita oleh pihak militer Israel, pihak yang lantas menjual sebagian rekaman tersebut pada seorang produser BBC untuk ditayangkan, dan diedit di sana-sini untuk mendiskreditkan perjuangan para insurgen Palestina.

Ini adalah film yang layak untuk kita saksikan. Salah satu film dokumenter bertema anti-neoliberalisme terbaik yang merepresentasikan radikalisme media di tingkat yang paling maksimal.

(Rikki Rikardo, )

Sumber tulisan : Apokalips.org

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 5 Komentar

5 Komentar untuk “The 4th World War (4WW)”

  1. Pada tanggal 15 May 2007 jam 10:55 pm cimot

    dimana agar saya mendapatkan filmnya?
    untuk menambah pengetahuan

  2. Pada tanggal 07 Jun 2007 jam 6:51 pm tato

    dimana bisa saya dapatkan filmnya

  3. Pada tanggal 06 Jul 2007 jam 12:57 pm tato

    ris klo film the 4th world war bisa gw dapetin

  4. Pada tanggal 16 Aug 2007 jam 4:16 pm rude_610

    woy!!!

    pinjem filmnya donk!!!!

  5. Pada tanggal 23 Sep 2007 jam 1:27 pm asni

    sounds good….! gw bisa dapet tu film, dimana?

Berikan komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback URI | RSS Komentar