Breaking the Spell (Film Dokumenter)

breaking da spellSebuah film dokumenter hasil kerja Tim Lewis dkk. Film ini merupakan hasil liputan peristiwa demonstrasi besar-besaran di Seattle, Washington (Amerika Serikat) pada 28-30 Nopember 1999 (N28-N30)—aksi protes yang berbobot, karena sebagian dari para demonstran itu tidak sekedar menentang pertemuan WTO, melainkan, sebagai wujud perlawanan terhadap sistem ekonomipolitik yang menindas dan mendominasi seluruh dunia, betul-betul mentargetkan untuk menggagalkan pertemuan itu.

Penonton yang tidak paham bahasa Inggris mungkin agak kesulitan menyimak film ini. Tapi jangan khawatir, salah satu keunggulan Breaking the Spell justru adalah pengambilan angle-angle berbeda, yang kemudian disusun menjadi satu rangkaian yang hidup. Ada tampilan orang bicara, tapi tidak terlalu dominan. Dan, bahasa visual yang kuat dalam film ini akan membantu kita memahami isinya.

Dimulai dengan gambar beberapa klipingan koran tentang demonstrasi Seattle (salah satunya memperlihatkan seorang polisi yang mencekik tenggorokan seorang demonstran, disertai tulisan Does Democracy Have You By the Throat? [Apakah demokrasi berarti mencekik tenggorokanmu?] ), muncullah tulisan judul film ini.

Breaking the spellTerlihat kibaran bendera hitam dengan huruf A dalam lingkaran, yang disusul parade para demonstran. Di antara mereka ada yang memakai kaos bertuliskan steel workers, pertanda mereka mungkin sehari-harinya bekerja sebagai buruh pabrik baja. Berbagai poster mereka bawa dan acungkan; salah satu yang cukup menarik adalah gambar drakula yang tengah menancapkan taringnya ke bola dunia, disertai tulisan WTO di bagian bawah. Seorang demonstran barangkali telah iseng (tapi kreatif) menempelkan stiker bergambar sebuah bom yang siap meledak dan bertuliskan Talk is cheap [bicara itu gampang] di bagian belakang jaket seorang polisi Seattle. Ada pula barisan demonstran yang memainkan alat bunyi-bunyian sambil melangkah maju. Kesemarakan serta variasi gaya dan cara dalam demonstrasi ini sungguh mengesankan, bahkan menginspirasi.

Berikutnya, beberapa demonstran berkumpul di depan sebuah bangunan, yang bagi mereka mungkin penting untuk diprotes, sambil berteriak: “Shut it down, shut it down!” [Tutup, tutup!] Di bagian lain, seorang demonstran berkacamata hitam menari-nari sendirian sambil mendongak mengawasi sebuah helikopter yang terbang rendah dan lambat. Kemudian, ada kumpulan beberapa orang, dengan dua di antaranya sedang mengajak kawan-kawannya mungkin untuk melakukan semacam rapat umum. Seorang lelaki setengah baya melintas sambil tertawa ceria. Dia memakai jaket putih bertuliskan Free internet access dengan logo kelompok NETZERO.

Lewat beberapa lintasan, ada bentrok antara demonstran dan polisi. Ada mobil polisi yang bannya dikempeskan oleh demonstran. Ada sekumpulan demonstran menari sambil meneriakkan yel-yel memprotes WTO. Ada pula perdebatan sesama demonstran antara yang anti-kekerasan dan yang tidak mentabukan kekerasan.

Film ini terasa tidak membosankan karena ada alunan lagu-lagu menarik yang mengiringi pergantian angle. Salah satu bagian lirik lagu itu berbunyi: “Whose world is this, whose world is this” [Dunia ini milik siapa, dunia ini milik siapa]. Selain itu, untuk mengerti sebagian dari pikiran orang-orang yang memprotes WTO, kita bisa menyimak ungkapan dari seorang demonstran yang diwawancarai:

“Aku tidak peduli bahwa ada yang kusuka dan kubenci pada kebijakan-kebijakan WTO. Yang jelas, faktanya, dampak dari kebijakan mereka adalah kehidupan dunia yang tidak sehat dan tidak ramah lingkungan. Jadi, WTO harus dibubarkan! WTO mengontrol kehidupan kita. Makin lama, mereka makin kuat dan kian jauh dari jangkauan kita. Maka, kini saatnya mengembalikan kontrol ke tangan masyarakat. Kita harus bertindak melakukan revolusi sebelum kondisi menjadi makin buruk dan kita pun dihancur-leburkan!”

Melihat bagaimana demonstrasi di Seattle beserta pengaruhnya yang sempat kita ketahui, dan mengamati alur serta kualitas film ini, tidak berlebihan kiranya bahwa ia mengusung judul Breaking the Spell [kira-kira berarti “Menghancurkan Pesona Magis”]. Ya, pesona magis WTO yang penuh tipuan kejam.

————————————

Bagi yang berminat untuk mendapatkan copy dari film ini, silahkan kontak saya melalui halaman komunikasi. (tanpa biaya, cukup kirimkan ongkos kirim+cd kosong atau biaya ganti cd kosong kalau cd-nya ingin dari saya)

Saya juga telah mengkompilasikan 2 film lainnya dalam format DVD. bagi yang tertarik, dikenai ongkos  sebesar Rp.10.000,- belum termasuk ongkos kirim yah ;) (DVD kosong mayan mahal bro :D )

index DVD anarki vol.1 – Anarch[Oi]! media collective

- Breaking The Spell

- Alive in The Street

- This is what democracy looks like (S11)

info lengkapnya kontak aja deh!

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | Tidak ada komentar

Berikan komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback URI | RSS Komentar