Telah terbit, Kata Zine, Th I, Nomor 03

Kata Zine

Seperti biasa, ia distribusikan melalui jalur elektronik, Portable Document Format (PDF). Kendati demikian, kemungkinan besar, selain distribusikan secara elektronik, Kata Zine akan didistribusikan secara cetak (fotokopi), mengingat banyaknya permintaan akan hal tersebut.Begitulah.

O, tentu saja, Anda diperkenankan, selain memforward PDF ini, mencetak dan menggandakan PDF ini kepada siapapun.

Dan, Kata Zine, diterbitkan sebagai, terhitung sejak edisi keempat dan seterusnya, literatur alternatif yang mengkonsentrasikan diri pada upaya dekonstruksi pandangan-dunia modern dan hal serta permasalahan yang berkaitan erat dengannya. Pandangan-dunia modern adalah logika keterpilahan dan keterpisahan serta alienasi dan reifikasi kehidupan. Upaya dekonstruksi tersebut dimungkinkan dengan melihat dan/ menggunakan berbagai metodologi (multidisipliner) dan aspek (multidimensi). Kata Zine terbit empat kali atau per tiga bulan dalam setahun, dan menerima kiriman tulisan atau terjemahan, tanpa mesti sejalan dengan pandangan editor, yang sesuai dengan sifat zine ini, yakni dekonstruksi pandangan-dunia modern. Pengiriman naskah hendaknya disertai nama dan biodata singkat.

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | Tidak ada komentar

Revolutionary Anarchism: class struggle and the fight against all forms of oppression

Class Struggle

The following articles argue for a class-struggle perspective, with two basic points: that all oppressions, class and non-class, should be fought against and that working class struggles are, in certain ways, central to an overall perspective. This is due to an analysis of class and non-class oppressions and the ways they interrelate, which produces a strategic and moral orientation.

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 4 Komentar

Patriarki, Peradaban, dan Asal Usul Gender

Oleh: John Zerzan

Pada dasarnya, peradaban, merupakan sejarah dominasi terhadap alam dan perempuan. Patriarki berarti penguasaan terhadap perempuan dan alam. Apakah kedua institusi ini merupakan sinonim?

Filsafat telah meninggalkan alam penderitaan yang luas ketika jalannya yang panjang, dalam pembagi-bagian divisi kerja, perlahan-lahan mulai terbuka. Hélène Cixous menyebut sejarah filsafat sebagai suatu “rantai ayah-ayah.” Perempuan, seperti halnya penderitaan, selalu absen dari hal tersebut, dan tentunya (mereka: penderitaan dan perempuan) adalah saudara dekat.

Seperti Camille Paglia, seorang pemikir anti-feminis, ketika ia merenungi peradaban dan perempuan:

“Ketika Aku melihat seekor burung bangau besar melewati sebuah truk panjang, sejenak Aku terdiam dan tertunduk, seperti yang akan dilakukan orang-orang ketika sedang berada dalam ibadah gereja. Konsepsi kekuatan macam apa: kebesaran macam apa: yang dihubungkan oleh bangau-bangau ini dengan peradaban Mesir kuno, ketika arsitektur monumental pertama kali dibayangkan dan dicapai. Apabila peradaban diserahkan ke tangan perempuan, mestilah kita masih tinggal di dalam gubuk-gubuk  jerami.” (1)

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 3 Komentar

Perempuan di sekitar kita…

Oleh : RedRebel Zine

Kita sering mengagung-agungkan dan meneriakan tentang kesetaraan,equality, persamaan, all human being are equal bla…bla…bla… Tapi aku ajak lagi SEMUA untuk mengingat kembali… Ajakan ini untuk semua, perempuan dan laki2…

Apakah bisa disebut kesetaraan jika masih banyak perempuan yang mengambil keputusan dengan keputusan dari sang pacar?!? Contohnya “Elo minta izin dulu dong ke gw kalo mao pergi sama temen2 elo”, alih2 ‘kekhawatiran’ dari sang pacar…

Apakah bisa disebut kesetaraan jika masih banyak cowok yang menuntut sang pacar untuk bersikap seperti apa yang diinginkannya?, misalnya “Elo jangan pake baju yang kaya gini lagi ah, mulai besok gw gak mao lagi liat elo pake paju kaya gini ya”, alih2 ‘rasa sayang’ dari sang pacar…

Apakah bisa disebut kesetaraan jika masih banyak perempuan tidak boleh pergi atau melakukan sesuatu tanpa kesepakatan dari sang pacar?, misalnya “Gw gak ikutan kereuni yah, soalnya gak dizinin sama cowok gw, nanti dia marah”, alih2 ‘takut mengecewakan’ sang pacar…

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 12 Komentar