Insureksi Nommensen

BEBASKAN TUJUH MAHASISWA NOMMENSEN!

Kronologi

Kasus ini berawal dari diambil alihnya acara PENMARU (Penerimaan Mahasiswa Baru) di medio agustus 2007oleh pihak rektorat. Acara ini dibuat rektorat tanpa melibatkan mahasiswa. Hal ini menyebabkan kemarahan dari pihak mahasiswa. Saat acara PENMARU berlangsung di Gelanggang Remaja Medan, sekitar 20 orang mahsiswa melakukan aksi pemboikotan dengan merebut microphone, dan mengeluarkan statement bahwa acara ini tidak sah karena tidak melibatkan mahasiswa. Sampai akhirnya acara tersebut diberhentikan sendiri oleh pihak rektorat.

Rentetan dari aksi pemboikotan tersebut berujung dengan skorsing terhadap 20 mahasiswa dan pemecatan terhadap 22 mahasiswa. Padahal menurut mahasiswa nomensen yang melakukan aksi hanya sekitar 20 orang, jadi banyak dari mahasiswa tersebut yang tidak tahu menahu mengapa mereka yang tidak ikut melakukan aksi pemboikotan juga terkena skorsing dan pemecatan. Dan ketika surat keputusan pemecatan dan skorsing dari rektorat keluar, gelombang protes pihak mahasiswa pun mulai membesar. Tekanan dari mahasiswa membuat rektorat lagi-lagi mengeluarkan statement. Kali ini makin tidak masuk akal, yaitu bahwa mahasiswa yang diskors dan dipecat adalah mahasiswa yang gemar main judi, narkoba, tidak pernah kuliah. Sehingga hampir tidak ada hubungannya dengan kasus pemboikotan acara PENMARU.

Aksi pendudukan kampus HKBP dimulai sekitar bulan Oktober, sambil terus menggalang solidaritas dari berbagai kampus dan elemen. Sebenarnya sempat ada pertemuan pihak orang tua mahasiswa dengan pihak rektorat di bulan November untuk kalrifikasi, tapi menemui jalan buntu. Bukti ‘keanehan’ perihal pemecatan dan skorsing makin jelas, ketika mereka melakukan kroscek dengan pihak Kopertis, dan ternyata tidak ada surat pemecatan. Sampai akhirnya pada bulan Februari 2008, karena melihat tidak ada kebijakan dalam kasus ini, mahasiswa sampai pada titik didih paling panas yang berujung pada mengamuknya mahasiswa, kampus dihancurkan secara total akibat tidak adanya titik temu antara mahasiswa dgn pihak rektorat dan kemudian Rektorat pun mengadukan para mahasiswa ke kepolisisan dengan dikenakan UU pengrusakan. Walaupun sempat difasilitasi oleh para senior dan alumnus, tetap saja menemui jalan buntu.

Pada tanggal 20 Februari 2008 satu per satu mahasiswa ditangkap. 7 orang mahasiswa ditangkap, dan 2 mahasiswa dalam status DPO. 2 mahasiswa yang berstatus DPO sudah berada di Jakarta sejak 15 Februari uintuk mengadukan nasib ke Komnas HAM. Sampai saat ini menurut kawan2 KDN (kelompok diskusi Nomensen) pihak Hukum sangat tidak objektif, mereka terlalu pro rektorat. Mayoritas mahasiswa yang ditangkap adalah kawan-kawan dari KDN (kelompok diskusi nomansen). Saat ini beberapa mahasiswa yang tersisa terus melakuakn konsolidasi dengan kelompok-kelompok diskusi lokal seperti FORMADAS (ITM), Komentar (UNIKA), GEMA PRODEM (USU), BARSDEM (Unimed), kolektif SARAF, dan banyak lagi. Penekanan-penekanan terhadap Kopertis, Kapolda, Komnas HAM terus mereka upayakan dan sambil tetap terus melakuakn aksi-aksi secara kontinu. Saat ini Komnas HAM sudah mulai turun ke Medan untuk penyelidikan, sedangkan dari pihak Kopertis, kasus ini masih dalam proses.

7 orang mahasiswa yang ditangkap :

  • Jhoni Walinton Butarbutar
  • Chandra Manurung
  • Bernard Simaremare
  • Bernard Marpaung
  • Horas Simanjuntak
  • Joshua Nababan
  • Dian Sinulingga

2 orang mahasiswa yang dalam status DPO :

  • Yogie Angga Simarmata
  • Liston Hutajulu

Beberapa analisa tentang kasus nomensen :

  1. Militer sedang mencoba untuk menghancurkan gerakan mahasiswa di Sumatera Utara khususnya di Nommensen, terkait dengan tragedi 1 mei 2000, terjadi pelanggaran HAM berat dikampus Nomensen yang mengakibatkan dua orang mahasiswa Nomensen meninggal. Kasus ini sama seperti kasus Trisakti. Militer berusaha untuk meredam gerakan mhasiswa di Nomensen agar isu pelanggaran HAM yg dilakukan oleh militer tidak membesar.
  2. KDN (kelompok diskusi nomensen) adalah pelopor gerakan mahasiswa radikal di kampus nomensen, dan rata-rata yang ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan kampus nomensen adalah kawan-kawan KDN. Ini hanyalah strategi dari militer utk membungkam gerakan mahasiswa Nomensen.

Pembebasan!

Oleh karena itu, kami, dari berbagai kolektif yang tergabung dalam Solidaritas Anti-Otoritarian menuntut pembebasan tanpa syarat:

  • Jhoni Walinton Butarbutar
  • Chandra Manurung
  • Bernard Simaremare
  • Bernard Marpaung
  • Horas Simanjuntak
  • Joshua Nababan
  • Dian Sinulingga

Bantuan serta solidaritas di wilayah Jawa bagi mahasiswa yang ditahan dapat menghubungi:

Solidaritas Anti-Otoritarian

c/o: affinitas@riseup.netThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it (Yogyakarta) mobile: 081808335157
c/o: arm_da_spirit@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it (Jakarta) mobile: 081802260626

Atau langsung menghubungi kawan-kawan Semapur di Medan:

c/o Semapur: – 081375312275


SEVEN OF NOMMENSEN STUDENTS WERE ARRESTED ACCUSED OF BURNING AND DESTROYING THEIR UNIVERSITY

WE DEMAND THEIR UNCONDITIONAL RELEASE!

HKBP NOMMENSEN is a batak-christian University located in North Sumatera, Medan.

It all started on August 2007 when PENMARU (new students orientation) were taken over by the rectorate. This causes anger on the behalf of students. When the student orientation were started, on Gelanggang Remaja Medan, around twenty students came in to boycott and taking over the microphone stating that the event are not legitimate because student were in no part in organizing it. After that, the rectorate decides to stopped the student orientation.

The frequent flows of boycott led to scorsing of twenty students and the firing of twenty-two students.

According to Nommensen students, only twenty people were participating in the boycotting, so there are other students who don’t know anything about it and were accused of participating. When the rectorate issued this scorsing and firing letters, the students are getting anxious. Students starting to create a massive pressure and forced the rectorate to make statement. This time the statement is somehow doesn’t make any sense. The rectorate accused those students of imposibbility for academia, gamblers, dan drug addicts. And this statement held no connection with the boycotting of the student orientation that led the scorsing and the firing.

The occupation of HKBP University started on October and at the same time they continue to spread solidarity campaign among students and other campuses. On November, the parents of these students met with the rectorate, but the meeting ended up wasting their time. Its getting more suspicious when they find out that there are no legal letters about the scorsing and firing. Until February 2008, fed up with the useless protests and compromises, the angry students started to destroy the university. On February 20th, Seven of them were held into custody and accused of “Property Destruction”.

Most of the students involved are student activists. They were part of Nommensen Discussion Group (KDN) who serve as a catalyst for student radicalization in their campus. These active students were disturbing the rectorate plan to militarize the campus. One of the fact is that the rector is a high military official. So it is obvious that these student group are a threat for the university. The reclamation of student orientation were a plan to militarise the campus and to cut student organization from having direct control to it.

Therefore, we, Solidaritas Anti-Otoritarian, urge you to express your solidarity with the arrested students and to demand the unconditional release of the Seven students of Nommensen:

The names are:

  • Jhoni Walinton Butarbutar
  • Chandra Manurung
  • Bernard Simaremare
  • Bernard Marpaung
  • Horas Simanjuntak
  • Joshua Nababan
  • Dian Sinulingga

What you can do?

Issued a statement to your nearest Indonesian embassy for their unconditional release. Making direct protest. Or anything that you thought might help to release our imprisoned comrades. The struggle continues…

Further communication:

affinitas@riseup.netThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
arm_da_spirit@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
mobile: +6281808335157

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | Tidak ada komentar

Berikan komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback URI | RSS Komentar