Kronologi Kasus Penangkapan Partisipan Aksi Karnaval Perayaan Mayday 2008

187 aktivis Jaringan Anti Otoritarian dihadang dan ditangkap dengan tindakan represif oleh personil Polres Jakarta Selatan seusai demonstrasi di depan Wisma Bakrie. Setelah selesai melakukan aksi di Wisma Bakrie, polisi tiba-tiba melakukan tindakan represif dengan memukul, menarik dan menangkap empat demonstran. Tidak lama setelah itu, di depan Monumen 66, polisi mengepung para aktivis dan membawa mereka ke Polres Jakarta Selatan. Beberapa aktivis masih dipukuli saat perjalanan menuju Polres dan saat pemeriksaan. Para aktivis Jaringan Anti Otoritarian ditahan dan diperiksa di polres Jakarta Selatan selama lebih dari 12 jam, dan baru dibebaskan pada pukul 12 malam.

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 2 Komentar

MURBANDONO – Anarki Salah Kaprah

Googling lagi dengan kata kunci “anarki indonesia”, eh dapet tulisan lama yang sangat menarik, yang lagi-lagi pembahasannya mengupas soal kekeliruan pemaknaan anarki, saya sarankan buat yang emang udah paham betul soal anarki agar berhenti membaca tulisan ini, dan kemudian beralih ke tulisan lain karena sepertinya penulis ini banyak sekali mengutip berbagai tulisan lain yang telah banyak beredar yang pasti sudah pernah kalian baca sebelumnya! buat yang pengen tau…selamat membaca yah!

***

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 3 Komentar

Revolutionary Anarchism: class struggle and the fight against all forms of oppression

Class Struggle

The following articles argue for a class-struggle perspective, with two basic points: that all oppressions, class and non-class, should be fought against and that working class struggles are, in certain ways, central to an overall perspective. This is due to an analysis of class and non-class oppressions and the ways they interrelate, which produces a strategic and moral orientation.

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 4 Komentar

Organisasi, Hirarki, & Kritik Anarkis

“Open your eyes, time to wake up, enough is enough, is enough, is enough.”

Dari lagunya Chumbawamba, Enough Is Enough

Bila suatu ketika kita bertemu seseorang yang sedang dirundung masalah, kemudian meminta saran kepada kita dengan mengatakan, “Bagaimana ya kira-kira cara yang tepat untuk mengatasi masalahku?” Dan, setelah kita kemukakan satu saran, dia menanggapinya dengan bertanya lagi atau bahkan menetang saran kita dengan, “Mengapa harus begitu?” Jangan buru-buru jengkel, boleh jadi orang ini justru berpikiran maju, kritis dan independen.

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 9 Komentar

What is Class Struggle Anarchism?

Reasons for a working class perspective. What is wrong with a nonclass perspective. Rooting class struggle anarchism in an analysis of capitalism, a strategic orienation, and a moral perspective.

What is Class Struggle Anarchism?
PART 1: Why the Working Class

Recently an activist friend, who has been influenced by Michael Albert’s Parecon program, wrote to me. He asked, “Why should we call ourselves class struggle anarchists instead of feminist-antiracist-green-class struggle anarchists?” In other words, why single out the struggle of the working class? At least his approach includes class conflict as one of the aspects of social struggle. There are many, liberals and radicals, who completely reject class struggle. Many denounce unions (from the right). Hardt and Negri have been influential in replacing the working class theoretically with a concept of the “multitude.”

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 2 Komentar