<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anarch[Oi]! &#187; animal right</title>
	<atom:link href="http://anarchoi.gudbug.com/category/animal-right/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anarchoi.gudbug.com</link>
	<description>Anarch[Oi]! adalah media publikasi bebas tanpa batas, membahas berbagai analisa positif-negatif sebuah ide baik dalam segmen politik, sosial, ekonomi, maupun kultural. Anarch[Oi]! bukanlah media opini perseorangan (blog???), karenanya beragam wacana didalamnya adalah juga milik kamu, kamu, dan kamuâ€¦.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 05:17:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Hubungan Feminisme dan Vegetarianisme</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/14/hubungan-feminisme-dan-vegetarianisme/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/14/hubungan-feminisme-dan-vegetarianisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2006 10:06:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[animal right]]></category>
		<category><![CDATA[feminisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/14/hubungan-feminisme-dan-vegetarianisme/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dosa terburuk terhadap sesama makhluk hidup bukan dengan membenci, namun dengan mengacuhkan mereka. Ini adalah bibit dari ketidakmanusiawian.&#8221; (George Bernard Shaw) KITA memaksa binatang melayani &#8216;kebutuhan&#8217; manusia. Sebagai contoh dalam hal makanan, pakaian, ilmu pengetahuan, hiburan, teman, olah raga, dan berbagai macam lainnya. Dalam kehidupannya, perempuan dalam beberapa hal mengalami eksploitasi serupa. Keduanya berada dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>&#8220;Dosa terburuk terhadap sesama makhluk hidup bukan dengan membenci, namun  dengan mengacuhkan mereka. Ini adalah bibit dari ketidakmanusiawian.&#8221;</em>  <small>(George Bernard Shaw)</small></p></blockquote>
<p>KITA memaksa binatang melayani &#8216;kebutuhan&#8217; manusia. Sebagai contoh dalam hal  makanan, pakaian, ilmu pengetahuan, hiburan, teman, olah raga, dan berbagai  macam lainnya. Dalam kehidupannya, perempuan dalam beberapa hal mengalami  eksploitasi serupa. Keduanya berada dalam tekanan budaya garis laki-laki, dan  mengalami pengurangan kebebasan &#8211; meskipun biasanya hal yang lebih parah terjadi  pada binatang. Sebagian besar masyarakat tidak menyadari diskriminasi seperti  pengubahan fungsi bahasa sehingga dapat digolongkan ke dalam pelecehan. Dan  lebih banyak lagi, kita tidak (mau) melihat ketidakadilan dan kekejaman yang  mengatasnamakan kelebihan kelompok (tertentu) manusia dari sesama makhluk.</p>
<p><span id="more-134"></span></p>
<p>Di dalam kamus Oxford, &#8220;animal&#8221; (binatang) dijabarkan sebagai benda/makhluk  yang dapat merasakan dan bergerak. Melalui ideologi, istilah &#8220;manusia&#8221; telah  memisahkan diri dari &#8220;binatang&#8221;. Kita telah memutuskan mata rantai yang  menghubungkan kita dengan spesies-spesies lain dari binatang. Sama seperti  batasan-batasan yang memisahkan orang kulit putih dan kulit berwarna, laki-laki  dan perempuan. Rasisme adalah kepercayaan yang menempatkan suatu ras tertentu  lebih tinggi, berdasarkan teori bahwa kemampuan, karakter dan lain-lain dari  seorang manusia ditentukan oleh ras. Sexisme adalah prasangka atau diskriminasi  terhadap seseorang atau suatu kelompok atau orang-orang berdasarkan jenis  kelamin mereka. Garis-garis pemisah ini telah dikenali dan ditolak namun telah  ditanamkan sejak muda. Tidak berbeda dalam kehidupan sehari-hari dengan rasisme  dan sexisme adalah diskriminasi yang telah tertanam dalam terhadap  binatang-binatang lain yang bukan manusia. Diskriminasi jenis ini disebut  <strong>Speciesisme</strong>, yaitu suatu kepercayaan bahwa species-species binatang yang  berbeda (termasuk manusia) memiliki perbedaan kapasitas/kemampuan untuk  merasakan kesenangan dan kesakitan dan hak hidup bebasnya, biasanya mencakup  gagasan bahwa species tertentu memiliki hak menguasai dan  menggunakan/memanfaatkan species-species lainnya. Mungkin banyak orang berpikir  bahwa menyetarakan penderitaan binatang-binatang bukan manusia hal-hal yang  dialami oleh manusia adalah penghinaan.</p>
<p>Disamakan dengan seekor binatang dalam budaya kita adalah sama dengan  dikecilkan artinya, atau dianggap tidak memiliki pikiran dan lepas kontrol. Yang  sering digunakan adalah ejekan dengan meneriakkan &#8220;binatang&#8221; dan melupakan bahwa  manusia itu sendiri adalah salah satu jenis speciesnya. Sama seperti istilah  &#8220;mankind&#8221; <em>(man = laki-laki)</em> yang menempatkan perempuan diluar lingkarang  kemanusiaan. Orang menggunakan nama-nama binatang untuk menempelkan label pada  korban-korban mereka. Ketika seorang perempuan disebut sebagai &#8220;sebodoh  kelinci&#8221;, atau &#8220;segemuk sapi&#8221;, kita mengetahui perempuan tersebut telah  dilecehkan karena binatang biasanya menerima penghormatan yang jauh lebih kurang  daripada yang diterima oleh perempuan. Howard Buchbinder, penulis buku &#8220;Male  Heterosexuality&#8221; mengupas stimulus seksual laki-laki dan tanggapan merreka  terhadap perempuan. Tahapan stimulasi, seperti juga proses pengubahan binatang  menjadi daging, dapat diuraikan dalam tiga tahap:</p>
<p>Penempatan sebagai obyek cara laki-laki melihat perempuan sebagai sebuah  konsep. Sebuah kumpulan, suatu benda, suatu obyek, sebuah kumpulan yang tidak  dipandang sebagai individu per individu. Dengan menempatkannya sebagai obyek,  laki-laki tidak lagi perlu berhubungan dengan perempuan pada tingkat personal.  Feminisme telah menunjukkan kepada kita bahwa bahasa kita tidak hanya berpusat  pada laki-laki, tetapi juga selalu dari sisi manusia.</p>
<p>Bahasa garis laki-laki bersikeras bahwa kata ganti yang diperuntukkan bagi  laki-laki bersifat umum mengacu pada manusia baik laki-laki maupun perempuan,  sekaligus khusus mengacu hanya pada laki-laki. Sama halnya dengan &#8220;it&#8221; yang  mengacu pada benda-benda mati dan tidak bergerak yang jenis kelaminnya tidak  dipersoalkan atau tidak diketahui.</p>
<p>Seperti &#8220;he&#8221; yang mengesampingkan kelompok jenis kelamin perempuan dalam  kemanusiaan, &#8220;it&#8221; tidak menyentuh aspek kehidupan yang ada pada diri para  binatang dan memberi mereka status obyek. Hal ini mengingkari kebebasan hidup  dari binatang tersebut. Binatang-binatang yang dianggap sebagai penghasil  makanan dikembangbiakkan baik dalam jumlah kecil maupun besar tidak dilihat  sebagai individu, tidak sama dengan perlakuan lebih bersahabat yang dialami oleh  binatang peliharaan.</p>
<p>Perempuan dapat dipandang sebagai obyek seksual sebagai akibat dari gambaran  yang diperoleh dari budaya yang sedang berkembang sekarang ini. Para perempuan  mungkin mengungkapkan perasaan mereka dengan berkata bahwa mereka diperlakukan  seperti &#8220;seonggok daging&#8221;, harus ditekankan disini bahwa binatang benar-benar  diperlakukan sedemikian rupa.</p>
<p>Fiksasi/pengkhususan cara laki-laki membagi-bagi tubuh perempuan dari  individu-individu secara keseluruhan menjadi bagian-bagian yang secara khusus  dilihat secara seksual, seperti dada, paha, pantat atau pangkal paha. Pada  binatang, pengkhususan menjadi pemisah-misahan. Ini adalah tahap penjagalan, di  &#8220;jalur/lajur pemisahan&#8221; tempat tubuh binatang dipotong dan dipisahkan menjadi  bagian-bagian yang dapat dimakan dan tidak dapat dimakan. Kita mencari istilah  terselubung bagi tubuh mati dari binatang, yaitu daging, dan memasak serta  membumbui dan menutupi binatang tersebut dengan berbagai rempah dan saus untuk  menyembunyikan bau dan bentuk asli mereka.</p>
<p>Yang terakhir, penaklukkan, dengan keberhasilannya menempatkan perempuan  sebagai obyek yang terbagi-bagi sebagian laki-laki mencapai suatu tingkatan  kepuasan seksual.</p>
<p>Agar setiap orang dapat menikmati kebebasan, tak seorangpun dapat ditekan.  Seorang pemilik budak menghilangkan dua kebasan. Satu kebebasan budaknya, satu  lagi kebebasan dirinya sendiri.</p>
<p>Ciri-ciri penekanan terhadap perempuan dan penekanan terhadap binatang  menunjukkan begitu banyak persamaan sehingga tidaklah mengherankan jika  feminis-feminis awal kebangsaan Amerika sejak jaman Lucy Stine, Amelia Bloomer,  Susan B. Anthony, dan Elizabeth Cady Stanton sampai ke jaman Morgan (The Descent  of Woman), Elizabeth Gould Davis (The First Sex), Laurier Holliday (The Violent  Sex) telah menjauhi perbudakan binatang.</p>
<p>Jika semua yang mendukung falsafah dasar dari kebebasan menyangkut ras, jenis  kelamin, orientasi seksual, atau species bersatu dalam suatu pergerakan menjauhi  segala bentuk eksploitasi dan penekanan, maka semua binatang manusia dan bukan  manusia, laki-laki dan perempuan akan terbebaskan.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Disarikan dari : <em>Feminism dan The Vegetarian Connection by Angela Del  Buono</em> (dengan tambahan dari berbagai sumber).</p>
<p>Sumber tulisan : <a href="http://pustaka.otonomis.org/index.php?title=Hubungan_Feminisme_dan_Vegetarianisme">Pustaka OtonomisÂ </a></p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=†" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/14/hubungan-feminisme-dan-vegetarianisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ALF Menyelamatkan 100 tikus (putih) dan 18 primata di Italia</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/05/alf-menyelamatkan-100-tikus-putih-dan-18-primata-di-italia/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/05/alf-menyelamatkan-100-tikus-putih-dan-18-primata-di-italia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2006 18:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[anarkisme]]></category>
		<category><![CDATA[animal right]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/05/alf-menyelamatkan-100-tikus-putih-dan-18-primata-di-italia/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bangunan memang tampak mustahil untuk diserang, namun hanya sedikit yang seperti itu. Harlan Italia adalah salah satu dari gedung tersebut, sebuah gedung yang dipenuhi dengan alarm-alarm dan kamera sekuriti. Di dalam tempat ini mereka membiakan hewan-hewan untuk eksperimentasi (vivisection). Harlan adalah salah satu dari pembiak terbesar bagi lab-lab penelitian Italia, yang juga bagian dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="Animal Liberation Front" title="Animal Liberation Front" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/8/8c/ALFItalymink.gif" /></p>
<p>Beberapa bangunan memang tampak mustahil untuk diserang, namun hanya sedikit yang seperti itu. Harlan Italia adalah salah satu dari gedung tersebut, sebuah gedung yang dipenuhi dengan alarm-alarm dan kamera sekuriti. Di dalam tempat ini mereka membiakan hewan-hewan untuk eksperimentasi (vivisection). Harlan adalah salah satu dari pembiak terbesar bagi lab-lab penelitian Italia, yang juga bagian dari sebuah perusahaan multinasional dengan divisi-divisinya yang tersebar diseluruh bagian dunia. Pendapatan tahunan Harlan sebanyak 7 milyar euro adalah sebuah pernyataan yang tegas: vivisection adalah sebuah bisnis yang menguntungkan.</p>
<p>Menyadari bahwa curut, tikus, anjing-anjing, monyet, babi, serta kelinci berada di dalam kurungan, dengan kondisi yang terisolasi, tanpa simpati dan pelukan, menunggu dipindahkan menuju sebuah masa depan yang penuh penyiksaan, menginspirasikan kami untuk melakukan sebuah tindakan.</p>
<p><span id="more-132"></span></p>
<div style="text-align: center"><img alt="Animal Liberation Front" id="image131" src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/uploads/2006/12/alf.jpg" /></div>
<p>Malam itu tanggal 20 November, malam yang dingin tanpa bintang, sehening seperti kabut kami sampai menuju target kami, sebuah monumen yang menjijikan dari kerakusan manusia. Melalui sebuah bolongan di sistem ventilasi kami mendapatkan aksese menuju pelapon.</p>
<p>Dengan mengangkat beberapa bagian dari pelapon dan menggunakan tangga kami akhirnya berada disebuah ruangan dimana monyet dan tikus dikurung, tanpa menyalakan alarm yang terpasang dipintu. Ditempat itu kami berusaha mengeluarkan sebanyak hewan yang kami bisa, mengambil beberapa dokumen dan hal yang lainnya.</p>
<p>Harlan membiakan hewan tersebut dengan kondisi-kondisi spf, yang berarti aseptic: selusin kota-kotak plastik dibawah sebuah sistem udara yang difilter. Apa yang mereka lakukan terhadap hewan-hewan kecil ini adalah sebuah sadisme murni dan sangat bertentangan dengan ide penyelamatan manusia yang mereka buat untuk diri mereka sendiri. Di dalam divisi ini Harlan juga menawarkan kostumer-kostumer mereka sebuah persiapan operasi dari hewam-hewan tersebut: pemindahan organ ataupun mutilasi.</p>
<p>Terlebih lagi, kami juga mendokumentasikan kehadiran organ-organ tubuh di dalam refrigator mereka: curut yang otaknya rusak atau disali oleh pin, tikus-tikus dengan abdomen terbuka dan kelinci-kelinci yang kondisinya sudah sangat parah.</p>
<p>Di kurungan yang ramai dan berhimpitan tanpa ada jendela, ada sekitar 30an makaka sedang mencari kenyamanan, berhimpitan satu sama lain, dengan kondisi trauma dan tidak bahagia. Namun malam ini, hewan-hewan tersebut bertemu dengan manusia-manusia yang sangat berbeda, sebuah pelukan hangat yang akan membawa mereka jauh, jauh sekali. Ratusan tikus, banyak yang telah siap untuk dikirimkan, dan 18 makaka, sekarang ada ditangan kami, mereka telah bebas.<br />
<a target="_blank" href="http://www.shac.net/ARCHIVES/2006/Dec/1.html"></p>
<p>http://www.shac.net/ARCHIVES/2006/Dec/1.html</a></p>
<p><a target="_blank" href="http://www.otonomis.org/">http://www.otonomis.org/</a></p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=„" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/05/alf-menyelamatkan-100-tikus-putih-dan-18-primata-di-italia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
