<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anarch[Oi]! &#187; bebas!</title>
	<atom:link href="http://anarchoi.gudbug.com/category/bebas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anarchoi.gudbug.com</link>
	<description>Anarch[Oi]! adalah media publikasi bebas tanpa batas, membahas berbagai analisa positif-negatif sebuah ide baik dalam segmen politik, sosial, ekonomi, maupun kultural. Anarch[Oi]! bukanlah media opini perseorangan (blog???), karenanya beragam wacana didalamnya adalah juga milik kamu, kamu, dan kamu….</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 05:17:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Negeri Kaya Tapi Miskin</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2009/03/30/negeri-kaya-tapi-miskin/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2009/03/30/negeri-kaya-tapi-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 02:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevlan</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas!]]></category>
		<category><![CDATA[opini & analisis]]></category>
		<category><![CDATA[tentang hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin menjerit. Mungkin kalimat tersebut dapat menggambarkan keadaan sesungguhnya di negeri kita, Indonesia. Dunia menganggap Indonesia adalah negara berkembang atau lebih kasarnya negara miskin. Persepsi tersebut setengah benar dan setengah salah. Benar ketika banyak orang di Indonesia hidup di garis kemiskinan dan bahkan di bawah garis kemiskinan. Sementara persepsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin menjerit. Mungkin kalimat tersebut dapat menggambarkan keadaan sesungguhnya di negeri kita, Indonesia. Dunia menganggap Indonesia adalah negara berkembang atau lebih kasarnya negara miskin. Persepsi tersebut setengah benar dan setengah salah. Benar ketika banyak orang di Indonesia hidup di garis kemiskinan dan bahkan di bawah garis kemiskinan. Sementara persepsi tersebut dikatakan salah bila dilihat dari sudut pandang lain. Banyak orang kaya, bisnis perumahan elit merajalela, pengusaha kaya yang sarat dengan modal tersenyum manis melihat bisnisnya berkembang pesat di atas penderitaan pengusaha kecil yang berpaham “ hidup enggan mati tak mau “. Hal – hal tersebut sudah bisa menggambarkan bahwa Indonesia negeri yang kaya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sekarang pertanyaannya adalah mengapa rakyat semakin susah ?, mengapa rakyat semakin menjerit ? Jawabannya bisa beragam. Salah satunya adalah rakyat sulit mendapatkan lapangan pekerjaan. Kita ketahui bersama bahwa lapangan kerja di Indonesia atau lebih tepat di Jakarta sudah semakin menyempit. Hal tersebut dikarenakan Jakarta masih menjadi surga bagi pencari pekerjaan dari seluruh penjuru nusantara. Ironis ketika semangat mencari pekerjaan tidak dibarengi dengan kemampuan memadai. Sebuah konsekuensi logis adalah pengangguran menjamur di mana – mana.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Penderitaan rakyat semakin sempurna ketika pemerintah seenak udelnya menaikkan harga bahan kebutuhan pokok dan harga bahan bakar. Hal tersebut semakin mengeratkan cekikan di leher rakyat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Rakyat semakin susah jelas karena pemerintah tidak mengerti dan mengurusi rakyatnya dengan baik. Lihat saja saudara kita di Yahukimo yang kelaparan masal. Padahal di Papua kaya sumber daya alam. Kelihatannya saudara kita di Papua hanya berhak menjadi tamu di rumahnya sendiri. Hal tersebut tidak perlu terjadi apabila pemerintah tegas, tidak mau didikte pihak asing yang mengeruk sumber daya alam melimpah di Papua dan dibawa pulang ke negara mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Apa yang Salah ?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Rakyat semakin menderita jelas karena pemerintah salah urus. Banyak program pemerintah yang salah sasaran. Pemerintah hanya menyisakan setengah hatinya untuk rakyat. Walhasil, rakyat semakin menjerit karena banyak masalah yang harus mereka hadapi dan selesaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Banyak program pemerintah yang bertujuan meringankan beban rakyat justru menambah berat beban yang harus dipikul rakyat. Operasi pasar yang dilakukan pemerintah banyak yang salah sasaran dan terbukti tidak ampuh menurunkan harga bahan kebutuhan pokok. Bantuan Langsung Tunai yang diperuntukkan bagi rakyat yang benar – benar miskin justru diterima ibu gemuk yang mengendarai motor dengan kalung emas menggantung di lehernya. Sungguh ironis mendengarnya bukan&#8230;? Inilah Indonesia&#8230; Begitupula dengan program konversi minyak tanah ke gas. Tabung gas untuk rakyat miskin diterima dengan senang hati oleh keluarga berkecukupan ketika rakyat yang benar – benar membutuhkan sulit mendapatkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Jumlah tenaga tidak terdidik yang banyak juga menjadi kesalahan fatal dalam sebuah negara. Banyak rakyat Indonesia yang tidak sempat menyicipi bangku sekolah penuh selama 9 tahun, seperti program yang dicanangkan pemerintah. Hal tersebut jelas menjadi faktor utama pengangguran di Indonesia. Banyak dari ratusan juta rakyat Indonesia hanya bisa sekolah sampai tahap SD, bahkan tidak bisa sekolah sama sekali karena kekurangan biaya. Kita tahu bahwa negara Indonesia masih mewajibkan rakyatnya membayar untuk mendapatkan pendidikan di bangku sekolah yang seharusnya hal tersebut merupakan hak bagi rakyat Indonesia dan kewajiban pemerintah untuk membiayainya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Solusi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Semua masalah pasti ada solusi. Kita tidak perlu takut, karena Allah S.W.T memberikan masalah satu paket beserta jalan keluarnya. Semangat inilah yang harus kita junjung tinggi untuk membebaskan rakyat dari belenggu kemiskinan dan ketidakberdayaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Reasumsi saya, ada banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk menyenangkan hati rakyat. Pertama, pemerintah harus benar – benar tulus turun ke bawah sembari menghilangkan mental – mental pragmatis sempit. Kedua, pemerintah harus memperbanyak lahan pekerjaan untuk rakyat yang semakin susah. Ketiga, ini adalah faktor penentu kemajuan rakyat. Pemerintah harus menyekolahkan rakyat sampai ke jenjang SMA atau perguruan tinggi. Dananya bisa didapat dari pajak yang dikelola secara baik dan bijaksana. Keempat, pemerintah harus berusaha membebaskan biaya perawatan di rumahsakit untuk rakyat miskin yang benar – benar membutuhkan, jangan lagi salah sasaran. Kelima, jangan lagi ada kecemburuan seperti saudara kita di Papua. Pemerintah harus tegas menasionalisasikan perusahaan milik negara untuk kepentingan rakyat umum. Keenam, perlahan, sedikit demi sedikit kurangi ketergantungan dengan pihak asing. Giatkan sektor perekonomian lokal agar dapat memenuhi kebutuhan rakyat tanpa tekanan pihak asing. Dan akhir tidak terakhir, pemerintah harus menjadi suri tauladan yang baik bagi rakyat. Meliputi hal mental, gaya hidup, kejujuran, dan terutama akhlak yang mulia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">“ Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum apabila kaum tersebut tidak mau mengubah nasibnya sendiri “.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">( sebuah persembahan untuk apa yang dinamakan indonesia dari seorang di seberang sana ).</span></p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2009/03/30/negeri-kaya-tapi-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anomali Ruang Kelas</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2009/03/24/anomali-ruang-kelas/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2009/03/24/anomali-ruang-kelas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 10:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevlan</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas!]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[” Pendidikan… bukanlah perusahaan yang orientasinya uang… Pendidikan… bukanlah formalitas yang penuh dengan kekosongan “. Tersebut di atas adalah potongan lirik lagu Marjinal yang berjudul ” Aku Mau Sekolah Gratis “. Jelas kutipan tersebut menggambarkan wajah bulan dunia pendidikan Indonesia. Institusi sekolah tidak lagi menjadi agen pencari bakat, pengembang potensi, dan melahirkan calon &#8211; calon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p>” Pendidikan… bukanlah perusahaan yang orientasinya uang… Pendidikan… bukanlah formalitas yang penuh dengan kekosongan “.</p>
<p>Tersebut di atas adalah potongan lirik lagu Marjinal yang berjudul ” Aku Mau Sekolah Gratis “. Jelas kutipan tersebut menggambarkan wajah bulan dunia pendidikan Indonesia.</p>
<p>Institusi sekolah tidak lagi menjadi agen pencari bakat, pengembang potensi, dan melahirkan calon &#8211; calon pemimpin berakhlak mulia. Kini, ia hanya sebuah korporasi yang memikirkan bagaimana menghasilkan keuntungan besar tanpa peningkatan kualitas internal. Kenyataan di lapangan, ia hanya menjadi tempat menghabiskan waktu anak didik tanpa memberi makna positif.</p>
<p>Lebih parah adalah kini ia kosong melompong walaupun ada terlihat aktivitas berjalan di sana. Kalau ia sudah seperti ini, adalah mimpi siang bolong ketika Anda yakin berpikir tentang keberadaan sebuah bangsa bermartabat.</p>
<p>Akhir &#8211; akhir ini,  media massa sedang senang menjual berita perilaku ganjil warga ruang kelas ( semoga konsumen, pirsawan tidak kecanduan berita yang dijual ), seperti kekerasan geng, video mesum, aksi amoral memalukan berkedok senioritas, dan hal lain yang berkaitan. Bahkan pendidik tak sungkan melakukan aksi serupa.</p>
<p>Sebuah pertanyaan adalah apakah pantas perilaku &#8211; perilaku tersebut mensubstitusi dan kemudian mencitrakan definisi sejati sekolah atau aktivitas pendidikan, lebih khusus di Indonesia ? Jawabannya mudah, tidak pantas, sungguh tidak pantas.</p>
<p>Jelas pemerintah telah gagal mendefinisikan sebuah sistem pendidikan yang membangun, merdeka, pelopor, visioner, bukan sekedar rutinitas formalitas, dan berakhlak mulia.</p>
<p>Sebuah harapan &#8211; harapan positif adalah ruang kelas ramai seperti pasar ( positif ), papan tulis kotor ( positif ), buku robek ( positif ), warga ruang kelas saling bertukar ilmu ( positif ), warga ruang kelas tidak menantikan jam istirahat dan pulang ( positif ), dan warga ruang kelas saling menasehati dalam kebaikan.</p>
<p>Ketika harapan &#8211; harapan tersebut terwujud, adalah benar ketika Anda berpikir tentang keberadaan sebuah bangsa bermartabat.</p>
<p>Untuk kesekian kali, ini pekerjaan rumah kita bersama.</p></div>
</div>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2009/03/24/anomali-ruang-kelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Publikasikan tulisanmu!</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2009/01/07/publikasikan-tulisanmu/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2009/01/07/publikasikan-tulisanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 17:26:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas!]]></category>
		<category><![CDATA[anarchoi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Anarch[Oi]! telah kini membuka kesempatan bagi semua pembaca untuk berpartisipasi secara aktif dalam memberikan tulisannya kedalam media ini. Tulisan bebas membahas apa saja yang menurut anda perlu anda share disini, mau itu soal Punk, Skinhead, Underground, Band, filosofi, ideologi, sosial, politik, komunitas, scene report, show report, dan lain sebagainya. Semua tulisan yang masuk akan kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anarch[Oi]! telah kini membuka kesempatan bagi semua pembaca untuk berpartisipasi secara aktif dalam memberikan tulisannya kedalam media ini.</p>
<p>Tulisan bebas membahas apa saja yang menurut anda perlu anda share disini, mau itu soal Punk, Skinhead, Underground, Band, filosofi, ideologi, sosial, politik, komunitas, scene report, show report, dan lain sebagainya. Semua tulisan yang masuk akan kami review sebelumnya.</p>
<p>Kesempatan ini sekaligus juga sebagai jawaban sekaligus solusi bagi kevakuman kami dalam mengurus media ini. Mari daftarkan <a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-login.php?action=register">diri anda</a> sekarang juga!</p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2009/01/07/publikasikan-tulisanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tabi Rounin atau Rebel_Jill ditangkap</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2008/06/08/tabi-rounin-atau-rebel_jill-ditangkap/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2008/06/08/tabi-rounin-atau-rebel_jill-ditangkap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 10:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Announcement]]></category>
		<category><![CDATA[anarkisme global]]></category>
		<category><![CDATA[bebas!]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anarchist Black Cross]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabi Rounin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Tabi Rounin, yang dikenal sebagai Rebel_Jill, ditangkap oleh kepolisian Jepang berhubungan dengan pengorganisiran protes terhadap G8 Juli nanti. Kami mengutuk penangkapan kawan kami, Tabi Rounin! Bebaskan dia sekarang juga! 4 Juni, pagi hari. Kawan Tabi Rounin, seorang aktivis pembebasan pendudukan, ditangkap. Tabi ditangkap atas tuduhan &#8216;Illegal Address Registration&#8221; (dalam kata lain, tinggal di suatu tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tabi Rounin, yang dikenal sebagai Rebel_Jill, ditangkap oleh kepolisian Jepang berhubungan dengan pengorganisiran protes terhadap G8 Juli nanti.</p>
<p>Kami mengutuk penangkapan kawan kami, Tabi Rounin! Bebaskan dia sekarang juga!</p>
<p>4 Juni, pagi hari. Kawan Tabi Rounin, seorang aktivis pembebasan pendudukan, ditangkap. Tabi ditangkap atas tuduhan &#8216;Illegal Address Registration&#8221; (dalam kata lain, tinggal di suatu tempat di mana ia tidak terdaftar). Rumahnya digeledah dan lebih dari 14 barang bukti disita termasuk komputer, telepon, dokumen dan selebaran. Sudah jelas bahwa tuduhan di atas sangat tidak sesuai dengan penggeledahan dan tindakan yang diambil kepolisian Jepang.</p>
<p><span id="more-205"></span></p>
<p>Ini adalah represi untuk mencegah eskalasi protes terhadap pertemuan G8 juli nanti. Sekarang ini ia ditahan di markas polisi Koriyama dan lima hari kemudian baru akan menuju sidang. Ada ratusan orang setiap tahunnya yang ktpnya terdaftar di rumah keluarganya. Ditangkap atas tuduhan &#8220;Illegal Address Registration&#8221; merupakan sesuatu yang ganjil.</p>
<p>Tabi Rounin beraktivitas di kota Osaka, di mana terdapat banyak apertemen mewah terhampar bermil-mil, ia juga aktif di komunitas kelas pekerja kota di sekitar Osaka dan Kawachi, bergandengan dengan para squatters/gembel tanpa bantuan lembaga atau instansi politis manapun, ia juga membantu para buruh migran yang bekerja di pabrik dengan upah rendah di areanya. Tabib Rounin merupakan seorang revolusioner yang berasa dari kalangan kelas pekerja yang berjuang di tingkatan bawah. Ada banyak kaum anarkis dari luar sering berkomunikasi dengannya karena aktivitasnya ini. Penangkapan Tabi merupakan taktik kepolisian Jepang, hal ini pun sudah pernah dibeberkan:</p>
<p>Interview with Comrade &#8216;M&#8217;<br />
<a href="http://www.325collective.com/social-control_m.html" target="_blank">http://www.325collective.com/social-control_m.html</a></p>
<p>Interview with Rebel-Jill<br />
<a href="http://www.325collective.com/interviews_rebel-jill.html" target="_blank">http://www.325collective.com/interviews_rebel-jill.html</a></p>
<p>Kami memprotes represi terhadap gerakan yang telah kami bangun bersama-sama. Bebaskan kawan kami!</p>
<p>6 Juni, <strong>Anarchist Black Cross Osaka</strong>.</p>
<p>Solidaritas dan kontribusi dapat dikirim ke alamat di bawah ini:</p>
<p>Osaka city, Kita-ku Nakazakichou 3-3-1-401<br />
Jiyuu Roudousha Rengou Kizuke<br />
Anarchist Black Cross</p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2008/06/08/tabi-rounin-atau-rebel_jill-ditangkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Against Police and State Brutality !!!</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2008/06/02/against-police-and-state-brutality/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2008/06/02/against-police-and-state-brutality/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 17:20:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas!]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal : 3 Juni 2008 Jam : 13.00 WIB Tempat : Bundaran HI, Jakarta Against Police and State Brutality !!! Cukup Sudah! Belakangan ini kita semakin sering melihat betapa represif dan brutalnya aparat polisi terhadap rakyat. Jangan lupa rakyat itu bukan cuma mahasiswa aja, tapi juga saya, kamu, dia, dan mereka digusur, mereka yang diteror, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal : 3 Juni 2008<br />
Jam : 13.00 WIB<br />
Tempat : Bundaran HI, Jakarta</p>
<p><strong>Against Police and State Brutality !!!</strong></p>
<p><strong>Cukup Sudah!</strong></p>
<p>Belakangan ini kita semakin sering melihat betapa represif dan brutalnya aparat polisi terhadap rakyat. Jangan lupa rakyat itu bukan cuma mahasiswa aja, tapi juga saya, kamu, dia, dan mereka digusur, mereka yang diteror, dia yang diperas, mereka yang dilecehkan.</p>
<p>Polisi sebagai salah satu komponen bentukan negara melakukan banyak sekali pelanggaran. Pemerintah ini pengecut karena menghadapkan suara rakyat dengan polisi.</p>
<p><span id="more-204"></span></p>
<p>Tapi ingat! Kekerasan yang mereka lakukan bukan terjadi 1-2 minggu ini saja sejak dikuranginya subsidi BBM, tapi telah puluhan tahun sejak segala institusi militerisme negara dibentuk (ABRI, Polisi, TNI, dll).</p>
<p>Negara pun telah melakukan kekerasan terhadap kami, dengan membuat segala kebijakan dan peraturan yang hanya menguntungkan segelintir orang. Apakah kebijakan yang (kata &#8216;mereka&#8217;)baik/tepat itu berarti menimbulkan semakin banyak orang kelaparan, frustasi, dan mati?!?</p>
<p>Militerisme di dalam lembaga negara hadir dalam bentuk Kepolisian, TNI, ABRI, SatPol PP, dan sebagainya telah menyebarkan PENYAKIT. Dengan konsep militerisme, hirarkis, sentralistik yang mereka lestarikan selama ini telah mewarisi budaya kekerasan &#038; kekuasaan.Bukan kekerasan fisik saja, tapi juga kekerasan psikologis dan menciptakan penyakit sosial baru dalam masyarakat.</p>
<p>Ingatkah siapa yang memeras kita di jalan? Yang memeras kita di kantor polisi? Yang melindungi penyelundupan? Yang berpesta narkoba? Yang menjadi pengawal pribadi para pemilik modal, pejabat, dan artis? Yang menendangi kami yang beratapkan langit? Yang mengusir dan menggusur rumah-rumah kami? Yang melecehkan dan memperkosa para perempuan? Yang mengusir para petani dari tanahnya? Yang melindungi gedung-gedung tinggi dan kantor pemerintahan? Yang dengan arogan meludahi kami? Siapa itu?!?</p>
<p>Ingatkah kalian dari mana mereka mendapat uang untuk biaya mereka (seragam, senjata, gaji, kantor, fasilitas, operasional, dll)? Ya, dari pajak kita-kita ini!!!</p>
<p>Hari ini, kami yang berada di sini hanya ingin menegaskan bahwa kami selamanya tidak akan pernah menerima keadan ini. Kami tidak akan diam dan memaklumi!</p>
<p>Sesungguhnya, kami tidak pernah membutuhkan kehadiran dan keberadaan mereka. Karena, sudah terbukti bahwa mereka tidak memberikan hal yang baik sama sekali kepada kami. Selama ini, kami menjalani dan mempertahankan hidup dengan cara kami sendiri&#8230;</p>
<p><strong>Satu Bumi Damai Tanpa Kekerasan !<br />
Satu Bumi Damai Tanpa Polisi, Politisi, dan Birokrat !!</strong></p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2008/06/02/against-police-and-state-brutality/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Insureksi Nommensen</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2008/03/23/insureksi-nommensen/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2008/03/23/insureksi-nommensen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 14:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas!]]></category>
		<category><![CDATA[seruan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2008/03/23/insureksi-nommensen/</guid>
		<description><![CDATA[BEBASKAN TUJUH MAHASISWA NOMMENSEN! Kronologi Kasus ini berawal dari diambil alihnya acara PENMARU (Penerimaan Mahasiswa Baru) di medio agustus 2007oleh pihak rektorat. Acara ini dibuat rektorat tanpa melibatkan mahasiswa. Hal ini menyebabkan kemarahan dari pihak mahasiswa. Saat acara PENMARU berlangsung di Gelanggang Remaja Medan, sekitar 20 orang mahsiswa melakukan aksi pemboikotan dengan merebut microphone, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BEBASKAN TUJUH MAHASISWA NOMMENSEN!</strong></p>
<p>Kronologi</p>
<p>Kasus ini berawal dari diambil alihnya acara PENMARU (Penerimaan Mahasiswa Baru) di medio agustus 2007oleh pihak rektorat. Acara ini dibuat rektorat tanpa melibatkan mahasiswa. Hal ini menyebabkan kemarahan dari pihak mahasiswa. Saat acara PENMARU berlangsung di Gelanggang Remaja Medan, sekitar 20 orang mahsiswa melakukan aksi pemboikotan dengan merebut <em>microphone</em>, dan mengeluarkan statement bahwa acara ini tidak sah karena tidak melibatkan mahasiswa. Sampai akhirnya acara tersebut diberhentikan sendiri oleh pihak rektorat.</p>
<p>Rentetan dari aksi pemboikotan tersebut berujung dengan skorsing terhadap 20 mahasiswa dan pemecatan terhadap 22 mahasiswa. Padahal menurut mahasiswa nomensen yang melakukan aksi hanya sekitar 20 orang, jadi banyak dari mahasiswa tersebut yang tidak tahu menahu mengapa mereka yang tidak ikut melakukan aksi pemboikotan juga terkena skorsing dan pemecatan. Dan ketika surat keputusan pemecatan dan skorsing dari rektorat keluar, gelombang protes pihak mahasiswa pun mulai membesar. Tekanan dari mahasiswa membuat rektorat lagi-lagi mengeluarkan <em>statement</em>. Kali ini makin tidak masuk akal, yaitu bahwa mahasiswa yang diskors dan dipecat adalah mahasiswa yang gemar main judi, narkoba, tidak pernah kuliah. Sehingga hampir tidak ada hubungannya dengan kasus pemboikotan acara PENMARU.</p>
<p><span id="more-197"></span> Aksi pendudukan kampus HKBP dimulai sekitar bulan Oktober, sambil terus menggalang solidaritas dari berbagai kampus dan elemen. Sebenarnya sempat ada pertemuan pihak orang tua mahasiswa dengan pihak rektorat di bulan November untuk kalrifikasi, tapi menemui jalan buntu. Bukti ‘keanehan’ perihal pemecatan dan skorsing makin jelas, ketika mereka melakukan kroscek dengan pihak Kopertis, dan ternyata tidak ada surat pemecatan. Sampai akhirnya pada bulan Februari 2008, karena melihat tidak ada kebijakan dalam kasus ini, mahasiswa sampai pada titik didih paling panas yang berujung pada mengamuknya mahasiswa, kampus dihancurkan secara total akibat tidak adanya titik temu antara mahasiswa dgn pihak rektorat dan kemudian Rektorat pun mengadukan para mahasiswa ke kepolisisan dengan dikenakan UU pengrusakan. Walaupun sempat difasilitasi oleh para senior dan alumnus, tetap saja menemui jalan buntu.</p>
<p>Pada tanggal 20 Februari 2008 satu per satu mahasiswa ditangkap. 7 orang mahasiswa ditangkap, dan 2 mahasiswa dalam status DPO. 2 mahasiswa yang berstatus DPO sudah berada di Jakarta sejak 15 Februari uintuk mengadukan nasib ke Komnas HAM. Sampai saat ini menurut kawan2 KDN (kelompok diskusi Nomensen) pihak Hukum sangat tidak objektif, mereka terlalu pro rektorat. Mayoritas mahasiswa yang ditangkap adalah kawan-kawan dari KDN (kelompok diskusi nomansen). Saat ini beberapa mahasiswa yang tersisa terus melakuakn konsolidasi dengan kelompok-kelompok diskusi lokal seperti FORMADAS (ITM), Komentar (UNIKA), GEMA PRODEM (USU), BARSDEM (Unimed), kolektif SARAF, dan banyak lagi. Penekanan-penekanan terhadap Kopertis, Kapolda, Komnas HAM terus mereka upayakan dan sambil tetap terus melakuakn aksi-aksi secara kontinu. Saat ini Komnas HAM sudah mulai turun ke Medan untuk penyelidikan, sedangkan dari pihak Kopertis, kasus ini masih dalam proses.</p>
<p>7 orang mahasiswa yang ditangkap :</p>
<ul>
<li>Jhoni Walinton Butarbutar</li>
<li>Chandra Manurung</li>
<li>Bernard Simaremare</li>
<li>Bernard Marpaung</li>
<li>Horas Simanjuntak</li>
<li>Joshua Nababan</li>
<li>Dian Sinulingga</li>
</ul>
<p>2 orang mahasiswa yang dalam status DPO :</p>
<ul>
<li>Yogie Angga Simarmata</li>
<li>Liston Hutajulu</li>
</ul>
<p>Beberapa analisa tentang kasus nomensen :</p>
<ol>
<li>Militer sedang mencoba untuk menghancurkan gerakan mahasiswa di Sumatera Utara khususnya di Nommensen, terkait dengan tragedi 1 mei 2000, terjadi pelanggaran HAM berat dikampus Nomensen yang mengakibatkan dua orang mahasiswa Nomensen meninggal. Kasus ini sama seperti kasus Trisakti. Militer berusaha untuk meredam gerakan mhasiswa di Nomensen agar isu pelanggaran HAM yg dilakukan oleh militer tidak membesar.</li>
<li>KDN (kelompok diskusi nomensen) adalah pelopor gerakan mahasiswa radikal di kampus nomensen, dan rata-rata yang ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan kampus nomensen adalah kawan-kawan KDN. Ini hanyalah strategi dari militer utk membungkam gerakan mahasiswa Nomensen.</li>
</ol>
<p><strong>Pembebasan!</strong></p>
<p>Oleh karena itu, kami, dari berbagai kolektif yang tergabung dalam <strong>Solidaritas Anti-Otoritarian</strong> menuntut pembebasan tanpa syarat:</p>
<ul>
<li>Jhoni Walinton Butarbutar</li>
<li>Chandra Manurung</li>
<li>Bernard Simaremare</li>
<li>Bernard Marpaung</li>
<li>Horas Simanjuntak</li>
<li>Joshua Nababan</li>
<li>Dian Sinulingga</li>
</ul>
<p>Bantuan serta solidaritas di wilayah Jawa bagi mahasiswa yang ditahan dapat menghubungi:</p>
<p><strong>Solidaritas Anti-Otoritarian</strong></p>
<p>c/o:   <script language="JavaScript" type="text/javascript">  <!--  var prefix = '&#109;a' + 'i&#108;' + '&#116;o';  var path = 'hr' + 'ef' + '=';  var addy65439 = '&#97;ff&#105;n&#105;t&#97;s' + '&#64;';  addy65439 = addy65439 + 'r&#105;s&#101;&#117;p' + '&#46;' + 'n&#101;t';  var addy_text65439 = '&#97;ff&#105;n&#105;t&#97;s' + '&#64;' + 'r&#105;s&#101;&#117;p' + '&#46;' + 'n&#101;t';  document.write( '<a ' + path + '\'' + prefix + ':' + addy65439 + '\'>' );  document.write( addy_text65439 );  document.write( '<\/a>' );  //-->\n </script><a href="mailto:affinitas@riseup.net">affinitas@riseup.net</a><script language="JavaScript" type="text/javascript">  <!--  document.write( '<span style=\'display: none;\'>' );  //-->  </script><span style="display: none">This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it  <script language="JavaScript" type="text/javascript">  <!--  document.write( '</' );  document.write( 'span>' );  //-->  </script></span>  (Yogyakarta) mobile: 081808335157<br />
c/o:   <script language="JavaScript" type="text/javascript">  <!--  var prefix = '&#109;a' + 'i&#108;' + '&#116;o';  var path = 'hr' + 'ef' + '=';  var addy58141 = '&#97;rm_d&#97;_sp&#105;r&#105;t' + '&#64;';  addy58141 = addy58141 + 'y&#97;h&#111;&#111;' + '&#46;' + 'c&#111;m';  var addy_text58141 = '&#97;rm_d&#97;_sp&#105;r&#105;t' + '&#64;' + 'y&#97;h&#111;&#111;' + '&#46;' + 'c&#111;m';  document.write( '<a ' + path + '\'' + prefix + ':' + addy58141 + '\'>' );  document.write( addy_text58141 );  document.write( '<\/a>' );  //-->\n </script><a href="mailto:arm_da_spirit@yahoo.com">arm_da_spirit@yahoo.com</a><script language="JavaScript" type="text/javascript">  <!--  document.write( '<span style=\'display: none;\'>' );  //-->  </script><span style="display: none">This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it  <script language="JavaScript" type="text/javascript">  <!--  document.write( '</' );  document.write( 'span>' );  //-->  </script></span>  (Jakarta) mobile: 081802260626</p>
<p>Atau langsung menghubungi kawan-kawan Semapur di Medan:</p>
<p>c/o Semapur: &#8211; 081375312275</p>
<hr /><strong>SEVEN OF NOMMENSEN STUDENTS WERE ARRESTED ACCUSED OF BURNING AND DESTROYING THEIR UNIVERSITY</strong></p>
<p><strong>WE DEMAND THEIR UNCONDITIONAL RELEASE!</strong></p>
<p><em>HKBP NOMMENSEN is a batak-christian University located in North Sumatera, Medan.</em></p>
<p>It all started on August 2007 when PENMARU (new students orientation) were taken over by the rectorate. This causes anger on the behalf of students. When the student orientation were started, on Gelanggang Remaja Medan, around twenty students came in to boycott and taking over the microphone stating that the event are not legitimate because student were in no part in organizing it. After that, the rectorate decides to stopped the student orientation.</p>
<p>The frequent flows of boycott led to scorsing of twenty students and the firing of twenty-two students.</p>
<p>According to Nommensen students, only twenty people were participating in the boycotting, so there are other students who don’t know anything about it and were accused of participating. When the rectorate issued this scorsing and firing letters, the students are getting anxious. Students starting to create a massive pressure and forced the rectorate to make statement. This time the statement is somehow doesn’t make any sense. The rectorate accused those students of imposibbility for academia, gamblers, dan drug addicts. And this statement held no connection with the boycotting of the student orientation that led the scorsing and the firing.</p>
<p>The occupation of HKBP University started on October and at the same time they continue to spread solidarity campaign among students and other campuses. On November, the parents of these students met with the rectorate, but the meeting ended up wasting their time. Its getting more suspicious when they find out that there are no legal letters about the scorsing and firing. Until February 2008, fed up with the useless protests and compromises, the angry students started to destroy the university. On February 20th, Seven of them were held into custody and accused of “Property Destruction”.</p>
<p>Most of the students involved are student activists. They were part of Nommensen Discussion Group (KDN) who serve as a catalyst for student radicalization in their campus. These active students were disturbing the rectorate plan to militarize the campus. One of the fact is that the rector is a high military official. So it is obvious that these student group are a threat for the university. The reclamation of student orientation were a plan to militarise the campus and to cut student organization from having direct control to it.</p>
<p>Therefore, we, <strong>Solidaritas Anti-Otoritarian</strong>, urge you to express your solidarity with the arrested students and to demand the unconditional release of the Seven students of Nommensen:</p>
<p>The names are:</p>
<ul>
<li>Jhoni Walinton Butarbutar</li>
<li>Chandra Manurung</li>
<li>Bernard Simaremare</li>
<li>Bernard Marpaung</li>
<li>Horas Simanjuntak</li>
<li>Joshua Nababan</li>
<li>Dian Sinulingga</li>
</ul>
<p><strong>What you can do?</strong></p>
<p>Issued a statement to your nearest Indonesian embassy for their unconditional release. Making direct protest. Or anything that you thought might help to release our imprisoned comrades. The struggle continues…</p>
<p>Further communication:</p>
<p><script language="JavaScript" type="text/javascript">  <!--  var prefix = '&#109;a' + 'i&#108;' + '&#116;o';  var path = 'hr' + 'ef' + '=';  var addy65439 = '&#97;ff&#105;n&#105;t&#97;s' + '&#64;';  addy65439 = addy65439 + 'r&#105;s&#101;&#117;p' + '&#46;' + 'n&#101;t';  var addy_text65439 = '&#97;ff&#105;n&#105;t&#97;s' + '&#64;' + 'r&#105;s&#101;&#117;p' + '&#46;' + 'n&#101;t';  document.write( '<a ' + path + '\'' + prefix + ':' + addy65439 + '\'>' );  document.write( addy_text65439 );  document.write( '<\/a>' );  //-->\n </script><a href="mailto:affinitas@riseup.net">affinitas@riseup.net</a><script language="JavaScript" type="text/javascript">  <!--  document.write( '<span style=\'display: none;\'>' );  //-->  </script><span style="display: none">This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it  <script language="JavaScript" type="text/javascript">  <!--  document.write( '</' );  document.write( 'span>' );  //-->  </script></span><br />
<script language="JavaScript" type="text/javascript">  <!--  var prefix = '&#109;a' + 'i&#108;' + '&#116;o';  var path = 'hr' + 'ef' + '=';  var addy58141 = '&#97;rm_d&#97;_sp&#105;r&#105;t' + '&#64;';  addy58141 = addy58141 + 'y&#97;h&#111;&#111;' + '&#46;' + 'c&#111;m';  var addy_text58141 = '&#97;rm_d&#97;_sp&#105;r&#105;t' + '&#64;' + 'y&#97;h&#111;&#111;' + '&#46;' + 'c&#111;m';  document.write( '<a ' + path + '\'' + prefix + ':' + addy58141 + '\'>' );  document.write( addy_text58141 );  document.write( '<\/a>' );  //-->\n </script><a href="mailto:arm_da_spirit@yahoo.com">arm_da_spirit@yahoo.com</a><script language="JavaScript" type="text/javascript">  <!--  document.write( '<span style=\'display: none;\'>' );  //-->  </script><span style="display: none">This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it  <script language="JavaScript" type="text/javascript">  <!--  document.write( '</' );  document.write( 'span>' );  //-->  </script></span><br />
mobile: +6281808335157</p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2008/03/23/insureksi-nommensen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sapi Around the Globe : Sapi…oh…sapi…</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2008/03/01/sapi-around-the-globe-sapi%e2%80%a6oh%e2%80%a6sapi%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2008/03/01/sapi-around-the-globe-sapi%e2%80%a6oh%e2%80%a6sapi%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 07:17:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2008/03/01/sapi-around-the-globe-sapi%e2%80%a6oh%e2%80%a6sapi%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[hahaha…sekedar buat refreshing guys ——— SOCIALISM Kau punya 2 sapi 1 sapi kau berikan untuk tetanggamu COMMUNISM kau punya 2 sapi Negara mengambil alih keduanya dan memberimu 2 kaleng susu. FASCISM kau punya 2 sapi Negara mengambil alih keduanya dan menjual susu padamu. NAZISM kau punya 2 sapi negara mengambil keduanya dan menembakmu BUREAUCRATISM kau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hahaha…sekedar buat refreshing guys <img src="http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" /></p>
<p>———</p>
<p><strong>SOCIALISM</strong></p>
<p>Kau punya 2 sapi<br />
1 sapi kau berikan untuk tetanggamu</p>
<p><strong>COMMUNISM</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi<br />
Negara mengambil alih keduanya dan memberimu 2 kaleng susu.</p>
<p><span id="more-196"></span> <strong>FASCISM</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi<br />
Negara mengambil alih keduanya dan menjual susu padamu.</p>
<p><strong>NAZISM</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi<br />
negara mengambil keduanya dan menembakmu</p>
<p><strong>BUREAUCRATISM</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi,<br />
Negara mengambil keduanya, yang satu ditembak, yang satu diperah susunya trus dibuang</p>
<p><strong>TRADITIONAL CAPITALISM</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi betina<br />
kau jual satu dan beli satu sapi jantan.<br />
ternakmu bertambah, dan ekonomi tumbuh.</p>
<p><strong>SURREALISM</strong></p>
<p>kau punya 2 jerapah<br />
pemerintah memintamu untuk kursus harmonika</p>
<p><strong>AN AMERICAN CORPORATION</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi.<br />
kau jual satu, dan satunya kau paksa untuk memproduksi susu sebanyak 4 sapi.<br />
kemudian, kau menyewa konsultan untuk menganalisa mengapa sapinya mati.</p>
<p><strong>THE ANDERSEN MODEL</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi.<br />
kau cincang-cincang dua-duanya.</p>
<p><strong>A FRENCH CORPORATION</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi<br />
kau turun ke jalan, menyusun massa, memblokade jalanan, karena kau ingin punya 3 sapi.</p>
<p><strong>A JAPANESE CORPORATION</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi.<br />
kau medesignnya ulang hingga bisa menghasilkan 20 kali lipat susu.<br />
kemudian kau buat profil kartun sapi pintar “Cowkimon” dan menjualnya ke seluruh dunia.</p>
<p><strong>A GERMAN CORPORATION</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi<br />
kau merekayasanya supaya bisa hidup lebih dari 100 tahun, makan cukup<br />
sekali sebulan, dan mereka bisa saling memerah susu sendiri.</p>
<p><strong>AN ITALIAN CORPORATION</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi, tapi kau tak tahu dimana mereka.<br />
kau putuskan untuk makan siang saja.</p>
<p><strong>A RUSSIAN CORPORATION</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi<br />
kau menghitungnya dan berandai bagaimana bilamana punya 5 sapi<br />
kau menghitungnya lagi dan berandai bagaimana bilamana punya 42 sapi<br />
kau menghitungnya lagi dan menemukan bahwa sapimu cuma dua.<br />
kau berhenti mengitung, lalu buka sebotol vodka.</p>
<p><strong>A SWISS CORPORATION</strong></p>
<p>kau ada 5000 sapi. tak satupun adalah milikmu.<br />
kau mengenakan biaya adaministratif kepada pemiliknya untuk menyimpannya.</p>
<p><strong>A CHINESE CORPORATION</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi.<br />
kau punya 300 orang untuk memerah susunya<br />
kau nyatakan bahwa tak ada pengangguran, dan nilai produksi susu tinggi.<br />
kau menangkap wartawan yang melaporkan kenyataanya.</p>
<p><strong>AN INDIAN CORPORATION</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi<br />
kau sembah mereka.</p>
<p><strong>BRITISH CORPORATION</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi<br />
dua-duanya sapi gila.</p>
<p><strong>IRAQ CORPORATION</strong></p>
<p>Semua orang berpikir kau punya banyak sapi<br />
kau bilang ke meraka kau cuma punya satu.<br />
Tak ada yang percaya, maka mereka mengebom daerahmu dan menginvasi negaramu.<br />
Kau masih tak punya sapi satupun, tapi setidaknya sekarang kau bagian dari demokrasi.</p>
<p><strong>NEW ZEALAND CORPORATION</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi<br />
sapi yang di kiri kelihatan sangat atraktif.</p>
<p><strong>AUSTRALIAN CORPORATION</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi.<br />
Bisnis kelihatannya sedang bagus.<br />
Kau tutup kantor dan pergi mencari beer untuk merayakannya.</p>
<p><strong>INDONESIAN CORPORATION</strong></p>
<p>Kau punya 2 sapi<br />
Dua-duanya curian.<br />
Lalu kau jual dua-duanya.<br />
Kemudian kau simpan uangnya di acount non budgeter yang tak jelas.<br />
Kemudian kau gunakan beberapa untuk mendanai kampanye partaimu, tapi sebagaian besar kau simpan untuk anak cucumu.</p>
<p><strong>MALAYSIAN CORPORATION</strong></p>
<p>kau punya 2 sapi<br />
Dua-duanya kau curi dari indonesia .</p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2008/03/01/sapi-around-the-globe-sapi%e2%80%a6oh%e2%80%a6sapi%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KENDALA DALAM TUBUH DIY PUNK &amp; UG</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2008/02/27/kendala-dalam-tubuh-diy-punk-ug/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2008/02/27/kendala-dalam-tubuh-diy-punk-ug/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 12:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas!]]></category>
		<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[feminisme]]></category>
		<category><![CDATA[punk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2008/02/27/kendala-dalam-tubuh-diy-punk-ug/</guid>
		<description><![CDATA[Ada kiriman dari kawan di Sukabumi nih&#8230; &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; OLEH : RANDT BOREEL (iseng2 pengen kirim uneg2. hahahaha) Kita udah sering lihat banyak sekali biduan wanita seksi baik di layar kaca alias TiPi, radio, en media2 lainnya. Dari Beyonce hingga Krisdayanti. Rocker selewat-lewat ampe penyanyi dangdut yang pantatnya bergoyang nan seksi aduhai.. aaghhh.. tidaaaak!! Siapa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kiriman dari kawan di Sukabumi nih&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>OLEH : RANDT BOREEL</p>
<p>(iseng2 pengen kirim uneg2. hahahaha)</p>
<p>Kita udah sering lihat banyak sekali biduan wanita seksi baik di layar kaca alias TiPi, radio, en media2 lainnya. Dari Beyonce hingga Krisdayanti. Rocker selewat-lewat ampe penyanyi dangdut yang pantatnya bergoyang nan seksi aduhai.. aaghhh.. tidaaaak!! Siapa yang gak konak lihat aksi mereka? Munafik lo semua kalo gak suka ama goyangan Titi Kamal dengan lagunya yang terkenal.. JABLAY! Gw yakin semua laki-laki akan ngaceng tititnya, bahkan seorang Presiden sekali pun! Alim ulama, pendeta, siapa tau ya kan?? Iya gak? Iya dooooonx. Bener gak? Bener dooooonx….</p>
<p><span id="more-195"></span> Tapi, kawan.. gw lagi ogah ngomongin ttg seberapa pandai seorang TITI membangunkan para TITIT. Gw adalah musisi, yg gw mau omongin itu ya musik, bukan pantat. Ngaco aja lu..</p>
<p>“tapi kan musik itu untuk didengarkan, bukan utk diperdebatkan..” celetuk seorang bayangan di kepala gw.</p>
<p>“ye.. niat gw bukan untuk mengkritik kayak juri2 Negara Idol or Super Mamamia Lezatos, dodol! So, jangan berpikir ini suatu ajang debat. Just Relax, My Friends.”</p>
<p>OK! HERE WE GO!</p>
<p>Industri musik saat ini bagi gw udah kayak negara (lihat aja dari pembendaharaan katanya : “INDUSTRI musik”). Ada kepala pemerintahannya, menteri2nya, paduka permaisuri, berduka tiada yang peduli. Kita harus begini, kita harus begitu. Band harus kayak gini, band harus mirip itu. Jargon2 pembusukan seperti MUSIK KITA SAMPAI MANA? Seolah-olah secara gak langsung: “musisi yang baik dan benar, haruslah terkenal kayak Michael Jackson dan Nirvana.” Dikenal dimana-mana. Di pelosok desa maupun kota. Di surga atau neraka. Yang penting terkenal, apapun jalan yang harus ditempuh. Harus siap rela mati berkorban. GILA!!</p>
<p>But..my friends.. siapa sih yg gak mau terkenal?? Ketika hidup banyak dipuji, ketika mati dikenang banyak orang. Seantero dunia. Sejagad raya. Sealam semesta. Seperti TUHAN. Gak mungkin lah yaw!! Kita ini hanya manusia, seperti rumput yang jika dibakar ikut2an mampus!</p>
<p>Musik zaman sekarang lebih berorientasi kepada bisnisnya dibanding musik itu sendiri. Bertujuan untuk memberi keuntungan profit bagi pihak2 tertentu. Ya perusahaan label kek, manajemen artis kek, bebek2 wek wek kek.. WHATEVER! Yang gw tahu, dan Anda pun pasti tahu… jiwa musik yang murni adalah yang bebas dari pemaksaan! Gak peduli mereka suka or kagak, gak peduli harus terkenal, gak peduli untung or rugi. Yang penting nyanyian jiwa kita tercurahkan sesuai dengan apa yang ada dalam diri kita. Jadi diri sendiri. Bukan jadi boneka perusahaan label rekaman ataupun kepentingan pihak or komunitas tertentu. Mana mau gw disuruh bikin lagu kayak anu en itu kalo jiwa musik gw gak nemu di titiknya. Tapi andaikan gw saat ini ada dalam kontrak perusahaan anu, gw pasti dituntut untuk mengejar ketertinggalan. Harus bikin lagu hits, harus masuk top 40. walaaaaaahhhh!!! Kapan gw bisa enjoy hidup ini, man???</p>
<p>Of course, I know.. bahwa berakit-rakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Ngumpulin duit banyak dahulu, walau harus mati kemudian. Yang penting kaya dulu, berleha-leha kemudian, katanya biar ntar kalo udah tua renta, kita gak perlu makan ikan asin. Harus ada pengorbanan : masa muda, keluarga, teman2, kerabat… idih, sori lah yaw! Gw kagak mau mengorbankan waktu gw hanya demi sebuah ketenaran yang semu. Jatuh bangun kayak lagu dangdut. Buat apa susah? Buat apa? Hanya dgn genjreng2 memainkan lagu gw sendiri di kamar pun: AKU BAHAGIA WALAU MAKANANKU SEHARI-HARI CUMA IKAN ASIN!</p>
<p>Ya ya ya, mungkin harus dikaji ulang nih.. ada apa denganmu, musik? Hingga tak tahan diri ini apabila tiada musik dalam menjalani hari-hariku. Aku mencintaimu karena engkau terus menggodaku. Aku mencoba melupakanmu, tapi engkau terus datang di relung hatiku. Hahahahahaha! Musik itu memang edan. EDAN! Biarpun gw budek, tetep aja masih bisa mendengarmu, oh musik. Parahnya lagi, walau tak ada musik yang terdengar di sekitar gw, kan masih ada hati en pikiran gw. Terbius dalam alunan nada dari imaji gw. Bukan candu, tapi ya begitulah adanya. Gw coba berkali-kali utk tidak terlalu memikirkan berjuta-juta nada hasil kreatifitas belahan otak gw. Tapi gak bisa, man! Jujur.. gw gak bisa.. udah takdir kali ya. Oh Tuhan, kenapa engkau memberikan bakat musik kepada orang yang budek ini??? Pendengaran itu penting, lho. Hahahahahaha!! Bodo amat.. Lebih baik nyanyinya fals, daripada pemerintah yang fals. Gw bangga jadi diri sendiri walau ternyata nyanyianku terdengar “sumbang” banget.</p>
<p>Yeah right, everybody loves a winner sih. Orang-orang mencintai seorang pemenang. Tapi musik bukan untuk ajang kompetisi. Apalagi jadi ajang permusuhan antar satu komunitas dgn komunitas yg lain, genre anu dgn genre itu, band anu dgn band itu. Dasar kita memang bego kali ya, dari zaman dulu diajarin di sekolah harus dan HARUS dan HARUS jadi yang terunggul. WAJIB BELAJAR 9 TAHUN supaya jadi ranking pertama. Otak kita dilatih secara tidak sadar untuk menjadi pribadi yg super-ego. Meski sebetulnya seniman itu memang egonya tinggi semua, kebayang kan apa jadinya kalo ditambah unsur2 “harus jadi juara”. Uuggghh… lingkungan musik kita akan penuh dengan pertikaian, baku hantam, pembunuhan karakter, de el el… (dalam scene DIY Punk dan UG, hal inilah yang jadi kendala utama saat ini, bos!)</p>
<p>So.. it’s all about scenario behind the scenes. Apa yang sesungguhnya terjadi dalam “tubuh” musik kita? kenapa? Ada apa? Bagaimana? Apakah kalian peduli? Apakah kalian mau berpikir sejenak bahwa kalian nih para musisi yang pastinya dikenal karena musiknya, kok malah ribut2 band anu harus gini gitu, ini itu, api apu, abi abu?? Kenapa dalam banyak acara kolektifan yang diundang adalah band2 sesuai agama genre para panitianya? Kenapa gak pernah lagi terdengar gaung kebersamaan dalam satu acara semua genre kompak serentak goyang berdansa bareng2??? Ya mungkin inilah akar dari pengkotakan baik musik dan komunitas, yang melahirkan jurang pemisah, semakin hari semakin jelas.. semakin maju semakin dibatas. Panitia metal yang maennya juga band2 metal, panitia punk yang maen haruslah band punk juga. TERBAKAR KALIAN SEMUA HINGGA TINGGAL JADI ARANG!</p>
<p>Waduh.. sori.. aku memang kurang ajar. Gak tau diri. Gak ngehargai senior-senior (wuhakakakakakkkk!!!!!). Memangnya aku junior?? Kalo misalkan memang aku seorang junior dan kalian masih maen senioritas kayak di sekolahan, ayo terapkan sekalian penataran bagi calon2 Punkers di seluruh ENDONESIA. Mau jadi Punk harus lulus ujian negara, ujian kena pukul kakak2 senior, ujian di adu domba, ujian hormat bendera, ujian dijemur di lapangan, ayo! Ayo! Ayo!! Kalo memang kalian berani dan tinggi hati sebagai senior,gw saranin untuk tidak lupa bikin undang2 peraturan kapan hari masuk tes dan kapan hari libur. Tak lupa rapor tahunan, yang banyak angka merah ditelikung. SUNGGUH SENIORITAS ITU MEMALUKAN!</p>
<p>Kenapa kalo jadi Punkers harus lahir di zaman orde baru melulu? Semakin tua semakin diakui…???? Ok, berarti kalian harus bikin mesin waktu mulai sekarang2, agar para Punkers yang lahir di tahun 3000 mendatang menggunakan mesin tersebut supaya bisa balik ke zaman Soeharto dan ikut ujian tes masuk khusus Punkers yang diciptakan permainan busuk kalian!</p>
<p>Kenapa masih ada band yang gak mau masuk pamflet sih? Pamflet itu kan berbahan dasar kertas, yang lebih murah daripada gitar listrik, drum, bass, microphone yang kalian gunakan di panggung. Lebih murah daripada kaset, cd, vcd, mp3 yang kalian gunakan untuk mempublikasikan band kalian. Lebih murah daripada baju yang kalian kenakan. So what’s the problem?? Saat ini udah banyak kok acara yang gak pake sponsor2 gede, jadi…apa yg salah sih? Ya boleh2 aja lah kalo masih gak mau, gw kan Cuma nanya..Cuma ingin tahu.. maklum lah.. gw masih ecek-ecek! Hahahahah!!!</p>
<p>Lagi nih..( masih banyak lho bro, lur, sist, bang!), kenapa setiap harus diskusikan sesuatu seperti misalnya beredar rumor2 tak sedap dalam suatu acara di jakarta (misalnyaaaaaaaa booooos!), kita tuh kayak harus tau dulu gimana Jakarta Punx, apakah kita dekat dgn mereka, apakah kita so close dengan orang2 di komunitasnya. Bagi gw itu gak perlu sama sekali. Ya sama aja kayak elo ngomongin band Discharge anu en itu, apa kita dituntut mesti kenal ama mereka? Elo ngomongin insiden WTC 9 september en BOM Bali I dan II, apakah kita mesti kenal semua orang yang disitu???? Semua ini gak ada yang sempurna, bos! So calm down! Inget dong, punk itu bukan Cuma ada di Jakarta. Tapi di seluruh penjuru dunia. Jangan memikirkan kepentingan komunitas sendiri lah apalagi diri pribadi.</p>
<p>Ini berlaku buat semua di pelosok kota dan desa di seluruh ENDONESIA (bukan INDONESIA). Bandung, Sukabumi, Depok, Bogor, Medan, Kotamubagu, Bali, Makassar, Surabaya, Pasuruan, de el el dimanapun kalian berada. Tunjukkanlah kebersamaan. Enggak harus satu seragam tapi damai. Saling bantu. Saling memahami kelebihan dan kekurangan masing2. Saling mengerti kalo ada seseorang yang masih baru jadi punkers gak usah dibilang bodoh lah, karena gak ada yang benar2 pintar kok.</p>
<p>Berilah dia ilmu yang berguna bagi dirinya, bukan dikasih jamu melulu trus mabok terus2an akhirnya dibiarkan terbuang. Ini sebetulnya adalah apa yg pernah gw alami, sekarang gw sadar ternyata gw ini dibodohi. Untung gw sadar, coba kalo gak! Udah mati gw di jalan. Dan hal ini gak Cuma dialami gw sendiri, tapi berjuta2 Rand Boreel di luar sana masih banyak dimanfaatkan. Ini PEREMPUAN! Banyak sekali band2 punk lokal menciptakan lagu2 hak2 asasi seorang wanita meski band2 yang bersangkutan personilnya cowo semua. Gw salut. Salut banget.</p>
<p>Tapi jangan Cuma di mulut doang dong. Dari ujung ke ujung negeri ini banyak anarcho-feminist yang kecimpung di Scene DIY Punk &amp; UG malah dimanfaatkan menjadi groupiest. Kalo mau cari groupiest, cari sono di diskotik. Yang diperlukan bagi para feminis ini adalah dukungan dalam aksi dan kreasi. Bukan aksi di ranjang en kreasi bikin anak doang. Dukunglah mereka dengan saling bertukar ilmu dan pendapat. Hargailah mereka. Jangan mentang2 lenggoknya kayak Madonna lantas kalian cari ide gimana spy dia bisa ditiduri malam ini. Hahahahah!! Sori juragan, ane makin kurang ajar. Tapi, fakta membuktikan..memang begitulah kenyataannya. Kenyataan membuktikan…memang begitulah faktanya.</p>
<p>Bantulah para cewe2 ini untuk membuat records, buku, fanzine sebagai bentuk apresiasi sesuai karakter mereka. Jadikan mereka wanita2 yang kuat. Wonder women gitu loh. Dukunglah potensi yang mereka miliki, baik di musik atau luar musik. Yang penting mereka berkreasi. Gak jadi pelacur murahan. Gak perlu nebeng di mobil om-om cukong demi dapet duit. Dimanapun kita bertemu dengan mereka, ingatkanlah selalu dirinya, kawan! Negara kita ini adalah negara kedua terbesar di Asia yang mengirim banyak Pekerja Sex Komersial ke luarnegeri. Ada yang sukarela, ada yang ditipu, ada yang diculik lalu dipaksa. Bahkan anak gadis 8 tahun pun dipaksa melayani para fedofilia. S<strong>UNGGUH, REALITA ADALAH PERTUMPAHAN DARAH DAN TANGISAN IBU PERTIWI YANG BAGI SETAN HANYALAH SEBUAH PESTA!</strong></p>
<p>Kita…. adalah satu2nya kelompok yang bisa menghancurkan semua itu. Maka dari sekarang… <strong>BERSATULAH! </strong></p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2008/02/27/kendala-dalam-tubuh-diy-punk-ug/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMBUAT HARDCORE/PUNK MENJADI ANCAMAN KEMBALI</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2008/01/14/membuat-hardcorepunk-menjadi-ancaman-kembali/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2008/01/14/membuat-hardcorepunk-menjadi-ancaman-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 15:59:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas!]]></category>
		<category><![CDATA[punk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2008/01/14/membuat-hardcorepunk-menjadi-ancaman-kembali/</guid>
		<description><![CDATA[Pergerakan punk/hc yang sesungguhnya adalah sebuah gerakan revolusioner anti-penindasan dan sebuah gerakan libertarian dari kelompok orang-orang yang tidak puas dengan kondisi dunia saat ini. Sebuah counter-culture… Punk, hc atau apa pun namanya, dalam konteksnya, adalah sebuah gerakan resistensi. Kita semua dapat mempelajari mengenai soal tersebut dari sejarah munculnya budaya punk, hingga perkembangannya ataupun berbagai gerakannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pergerakan punk/hc yang sesungguhnya adalah sebuah gerakan revolusioner anti-penindasan dan sebuah gerakan libertarian dari kelompok orang-orang yang tidak puas dengan kondisi dunia saat ini. Sebuah counter-culture…</p>
<p>Punk, hc atau apa pun namanya, dalam konteksnya, adalah sebuah gerakan resistensi. Kita semua dapat mempelajari mengenai soal tersebut dari sejarah munculnya budaya punk, hingga perkembangannya ataupun berbagai gerakannya dalam ruang lingkup sosial politik. Kita lihat dulu dari band the Sex Pistols, sebuah band punk yang pada masanya merupakan sebuah ancaman yang cukup besar bagi sistem pemerintahan monarki di Britania yang dipimpin oleh Ratu Elizabeth. Band ini pada zamannya sangat mencolok karena selain mereka tampil dengan penampilan yang “shocking” dan unik, mereka juga tampil terang-terangan menghujat sang ratu, mengibarkan bendera anarkisme, dan mempropagandakan nihilisme.</p>
<p><span id="more-191"></span>Pada inti dari pergerakan awalnya (sebelum merekja mengubah haluan dari konsep revolusi kepada masalah uang), mereka terang-terangan membuka kebobrokan dari sistem monarki, dimana pada masa itu jumlah pengangguran di Inggris sudah mencapai taraf yang mengkhawatirkan dan tampaknya kaum kelas penguasa malah semakin kaya seiring dengan semakin menurunnya taraf hidup kelas menengah ke bawah dan kelas pekerja. Dari situ kita dapat melihat bagaimana pada awal kemunculannya, budaya punk adalah sebuah budaya penentangan, budaya resistensi terhadap ketidakseimbangan sistem yang beralaku.</p>
<p>Gerakan resistensi yang mengantar kaum muda yang putus harapan kepada sebuah idealisme baru mengenai pemberontakan kaum muda, tidak padam walau pun the Sex Pistols pada akhirnya menjadi sell-out (berkolaborasi dengan kaum kapitalis demi keuntungannya sendiri). Kemunculan band anarcho-punk CRASS, turut mempelopori gerakan politisasi bagi kaum punk yang menggabungkan konsep pemberontakan dari punk dengan konsep anarkisme. Dengan lirik-liriknya band tersebut mempopulerkan gerakan resistensi langsung menentang pemerintahan dan menolak tunduk pada sistem kapitalisme. Dengan kata lain mereka setidaknya membuka mata massa punk mengenai perlunya meniadakan konflik horizontal (melawan sesama kaum tertindas) sehingga akhirnya menggugah kepada konflik vertikal (melawan kepada kaum penindas). Pergerakan ini menjadi sebuah influence bagi banyak gerakan kaum punk anarkis hingga saat ini, dan seiring dengan kemunculan band ini di berbagai tempat lain juga mulai muncul band-band atau pun organisasi-organisasi independen, kolektif dan berbagai komunitas d.i.y.</p>
<p>Dari kemunculan budaya ini, akhirnya melalui berbagai tahapan dan pergerakan, muncul gerakan-gerakan resistensi lain, yang juga mengarah kepada penyerangan terhadap sistem. Seperti juga kemunculan budaya punk, terbit juga budaya mengenai konsep pengendalian diri, menjauhkan diri dari segala jenis produk yang dianggap beracun yang diedarkan oleh kaum kapitalis. Budaya pengendalian diri tersebut dikenal dengan Straight Edge, yang pertama kali dipopulerkan oleh band MINOR THREAT. Kalau kita melihat sepintas, budaya SxE tersebut bila dirunut lagi mengarahkan kita semua kepada ketidakadilan sebuah sistem. Sebuah sistem kapitalis yang mendistribusikan produk-produknya yang cenderung menjadikan massa menjadi self-destruct, menganggap massa sebagai sebuah komoditi. Dari situ kita dapat melihat, bahwa bagaimanapun juga baik gerakan awal punk, maupun perkembangan dari punk seperti SxE, semua mengarahkan massa punk/hc pada satu konsep yaitu : penentangan terhadap sistem setan kapitalisme.</p>
<p>Pada masa dewasa ini, banyak dapat kita temukan band-band SxE yang menggabungkan konsep SxE dengan konsep-konsep libertarian seperti anarkisme. Hal seperti ini tampak sebagai sebuah gerakan yang menggembirakan, karena walau bagaimana pun juga sebenarnya SxE, veganisme, anarkisme atau gerakan libertarian apapun, pada akhirnya akan mengarah pada satu sumber, melawan kapitalisme.<br />
Seperti juga gerakan skinhead yang pada awalnya tampak “kurang politis”. Pada masa ini mulai dimunculkan pengertian-pengertian bahwa budaya working class seperti skinhead sebenarnya juga berkaitan dengan gerakan politis. Karena walau bagaimana pun, working class adalah bagian terbesar dari roda yang menjalankan produksi-produksi yang sering digunakan bagi kepentingan kaum kapitalis. Working class adalah sebuah kelas yang digunakan, ditindas dan ditipu oleh kaum kapitalis, oleh karena itu sepertinya sangat absurd kalau skinhead yang dimulai oleh budaya working class itu menjadi gerakan yang sama sekali apolitik. Gerakan politik tersebut kini ditangkis oleh berbagai gerakan yang mayoritas didominasi oleh skinhead seperti organisasi ARA (Anti Racist Action) atau pun RASH (Red and Anarchist Skinhead), yang secara jelasjuga merupakan sebuah gerakan politikal penentangan terhadap sistem kapitalisme.<br />
Yang sangat disayangkan adalah-sebuah fenomena yang terjadi dinegeri sialan ini, yaitu, bahwa bagaimana sebuah budaya resistensi yang radikal menjadi hanya sebuah budaya tren global dari kapitalisme. Budaya punk yang sebenarnya sudah dikenal disini sejak sekitar lima sampai sepuluh tahun yang lalu tak ubahnya sebagai sebuah budaya pop. Punk/hc disini hanya diterima sebagai sebuah entertainment, tidak lebih. Belum pernah massa punk/hc disini membuat pergerakan-pergerakan nyata dalam menentang kapitalisme, selain hanya mengkonsumsi produk kapitalisme secara buta. Tak pernah ada kesadaran disini mengenai hal-hal konsumerisme (yang sebenarnya adalah anak emas dari kapitalisme), dan bagaimana seharusnya kita berdiri menentangnya.</p>
<p>Mungkin juga bahwa informasi disini yang menjadi sebuah barang yang sangat mahal harganya adalah salah satu penghambat, mengapa sampai kini budaya resistensi dari punk/hc baru muncul setelah sekian tahun datang dan berkembang. Tapi hal ini bukanlah terlalu masalah apabila kita mau saling berbagi informasi yang kita miliki, menghilangkan prasangka kompetisi yang tidak sehat, dan menjalin solidaritas. Dan kita mulai untuk lebih memperhatikan juga soal lirik-lirik lagu yang sering kita dengar, yang sering menjadi sebuah keheranan tersendiri, bahwa bagaimana rekaman-rekaman dari band CONFLICT, EARTH CRISIS, PROPAGANDHI, DISRUPT, BRUTAL TRUTH dan lainnya, tidak pernah menjadikan diri kita lebih kritis dalam berpikir dan bertindak. Sudah saatnya kita menelaah lagi lirik-lirik dari band-band tersebut. Mungkin juga mendiskusikan dan membicarakannya dengan teman, tidak sekedar membahas mengenai soalan band tersebut tanpa pernah sekalipun membahas mengenai makna dari lirik-liriknya. Kita dapat mulai mendidik diri kita sendiri. Pengetahuan dan pendidikan bagi massa punk/hc sebenarnya sudah terhampar luas, seluas masuknya berbagai macam rekaman dari band-band seperti itu ke Indonesia. Dan kita semua dapat belajar dari sana, ya setidaknya untuk awal terbukanya pikiran kita terhadap lingkungan sosial di sekitar kita.</p>
<p>Bagi yang sudah atau setidaknya sadar akan ketidakadilan sistem yang berlaku dan mulai mengangkatnya dalam lirik-lirik lagu kita, atau mengangkatnya dalam tema-tema dalam newsletter atau fanzine kita, sudah saatnya bagi kita untuk tidak berhenti sampai disitu. Tetapi mulailah untuk mengangkat tema-tema tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.<br />
Memberontaklah dalam keseharian semua setelah kalian kenali musuhmu. Reasanya sudah cukup bagi kita semua untuk hanya duduk diam dan mendengarkan musik seakan tanpa makna. Kitalah generasi yang berbeda dengan generasi mainstream, dan sudah saaatnya kita untuk membedakan gerakan praksis kita dengan apa yang dilakukan oleh generasi mainstream.</p>
<p>(from:http://vodkabilly020290.multiply.com/journal/item/1)</p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2008/01/14/membuat-hardcorepunk-menjadi-ancaman-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BUNGA HITAM BAND BASEMENT&#8230;HUAKAKAK</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2007/12/17/bunga-hitam-band-basementhuakakak/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2007/12/17/bunga-hitam-band-basementhuakakak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 15:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas!]]></category>
		<category><![CDATA[punk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2007/12/17/bunga-hitam-band-basementhuakakak/</guid>
		<description><![CDATA[Dicomot dari blog kedaipunk , oleh Eko KR &#8211; Bunga Hitam Komentar dari pernyataan yanuar sholeh di situs anarchoi tentang marjinal masuk TV : oi oi &#8230; sebenarnya saya agak terlambat membaca tulisan ini karena saya memang bukan manusia computer yang setiap saat betah didepan computer.. surfing…milis,loading dll. Lagian saya ga punya akses ke internet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Dicomot dari blog <a href="http://kedaipunk.blogspot.com/2007/12/bunga-hitam-marjinal-dan-televisi.html" target="_blank">kedaipunk</a> , oleh Eko KR &#8211; Bunga Hitam</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Komentar dari pernyataan yanuar sholeh di situs anarchoi tentang marjinal <span> </span>masuk TV :</strong><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">oi oi &#8230; sebenarnya saya agak terlambat membaca tulisan ini karena saya memang bukan manusia computer yang setiap saat betah didepan computer.. surfing…milis,loading dll. Lagian saya ga punya akses ke internet selain merental kesalah satu warnet yang ada didaerah saya di radio dalam. Dan ada baiknya saya terlambat membaca tulisan kang mas Yanuar sholeh ini,karena saya lihat tanggal tulisan nya adalah tgl 12 bulan april 2007,sedangkan saya baru membacanya pada tanggal 13 Desember 2007…sudah terlewat 7 bulan lamanya,tapi tampaknya saya harus tetap merespon tulisan kang mas Yanuar,karena tampaknya dia sangat sayang kepada saya,sampai-sampai urusan masuk tipi dibawa-bawa keurusan Jakarta bersatu,kenapa ga sekalian aja masalah saya sunat dulu bagaimana…ngomong-ngomong saya memang benar-benar sudah sunat loh,mau coba?? Monggo njengking…Begitu berartikah saya di komunitas ini? atau begitu menakutkan? sampai2 nama dan band2nan saya nangkring disitu…atau ini salah satu cara pembunuhan karakter dikomunitas?? Sekali lagi monggo…silakan saja…bebas!!! Seperti kata pembesar2 punk disini bahwa punk itu bebas…bebaskan dirimu tanpa aturan, tanpa batas sampai dirimu bertindak seperti hewan!!! Terserah!!! Bukan begitu bukan?? Bukan !!! Ga ada yang perlu ditutupi atau ditakuti disini,bagi gw komunitas ini adalah keluarga terbaik yang gw punya dan gw percaya…kalau gw harus telanjang disini ga masalah, ga perlu malu,kita ga melakukan hal yang membawa kepentingan pribadi koq…okeh ceerrr…lanjut</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-190"></span><strong>Pertama<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal">Yah saya benar-benar Eko kr yang disebut oleh kang mas yanuar, kalo mau cari saya…insya Allah saya bisa ditemui dimana aja kalian mau, bisa di markas kami di Antimusic Jl.gandaria 1 no.8 atau mau ketemuan di Movement rec, atau di Daily life/sekre/48 tempatnya kawan meruya,atau di proklamasi/markipat tempat kawan2 depok,atau diciputat ditempat kawan sexy pig,atau dilapak blok m,diwarrior tempat kawan2 manggarai, cipulir, cileduk, ps.minggu, mampang, bintaro, cirendeu, kedoya, tj.duren…bekasi,tangerang,bogor scene/komunitas/kawan-kawan dimana di Jakarta kalian mau atau di taring babi sekalian saya akan dengan senang hati datang…kalau diluar Jakarta juga bisa aja terserah..tapi masak iya gw tinggal dijakarta lu ngajak ketemuan di ambon ceeerrr…yang bener aje. Okeh</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Kedua<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal">Huahahahahhaha<span>  </span>masalah cluster bomb unit, untuk masalah ini kami sudah membacanya dari sekitar bulan tulisan itu dikeluarkan,waduh2 saya melihat tulisannya koq kayak anak TK atau anak kecil yang melakukan kesalahah dan ga mau disalahkan sendiri. Kenapa kalau kalian yakin masuk TV adalah tindakan sadar dan benar kenapa kalian ga pertahankan itu sampai titik darah penghabisan kalian!! Kenapa kalian malah berbicara “siy itu juga masuk TV tuh” dan bla-bla-bla. Sbelum kalian melakukan hal itu, kalian tentunya sudah tau konsekwensi yang akan kalian hadapi di depan, Walau sakit yang kalian dapatkan hadapilah secara jumawa,secara tegak kepala…kalau memang kalian jujur apa yang kalian lakukan ini untuk kepentingan orang banyak bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan, pasti kebenarannya lambat laun akan terlihat…ingat kawan sesuatu yang buruk itu datangnya membabibuta langsung kelihatan dimana-mana, tetapi sesuatu yang baik dan benar datang nya pelan..pelan..tapi pasti dan yakin. Kalau pada akhirnya semua ini adalah benar,kenapa kita semua tidak mengikutinya. Maksudnya kalau masuk TV pada akhirnya adalah benar dan sudah relevan dengan apa yang kita perjuangkan selama ini…yuk kita sama-sama MASUK TV. Berpeganganlah pada akar atau dahan yang kuat ketika kita ingin mencapai puncak,jangan berpegangan pada sehelai rumput yang jelas2 tidak bisa menopang berat tubuh kita…dan lihat lawan dengan jelas walaupun kita dalam keadaan terpojok,arahkan tinjumu kesasaran yang benar jangan membuang2 tenaga terus2an dengan hanya memukul angin.</p>
<p class="MsoNormal">Kembali lagi kemasalah CBU,saya sudah mengenal Oliver (drummer CBU) secara langsung sejak saya ikut mengorganize acara ABC PARTISAN GIGS pada tahun 2003, dimana diacara tersebut Oliver bermain sebagai additional drum di band POWER OF IDEA,kemudian pada tahun 2005 Oliver datang kembali dengan band aslinya dia yaitu</p>
<p class="MsoNormal">Cluster Bomb Unit yang disingkat CBU bersama dengan beberapa crewnya. Disini saya ikut mengorganize acara dari awal sampai kepulangan mereka. Secara pribadi saya dan beberapa kawan di antimusic malahan lebih dekat dengan kakak beradik yang ada di CBU yaitu Julia ‘vocal’ dan adiknya si Moritz ‘bass’. Ketika para personil lainnya sibuk jalan-jalan,mereka lebih memilih ngobrol2 dengan kami di Antimusic. Saya juga yang membawa mereka untuk mengenal komunitas-komunitas lainya dijakarta,termasuk mengenalkannya ke taring babi. Pada tahun 2006 mereka kembali lagi untuk tour di Indonesia,tetapi kali ini saya tidak ikut mengorganizenya, karena kerjaan saya sedang padat saat itu. Yang saya tahu sehari sebelum kedatangan mereka kawan saya ARI dan ANDRASH yang mengorganize acaranya menelpon mengabarkan bahwa mereka/CBU ingin berkunjung ke Antimusic…saya bilang oke ga masalah,siapapun boleh datang ketempat kami,apalagi mereka yang jelas-jelas setahun sebelumnya pernah berkunjung dan datang jauh-jauh dari benua yang berbeda. Kami hanya berusaha untuk menjadi tuan rumah yang baik. Ketika CBU dan crew nya sampai di tanah air mereka langsung menuju hotel,dan yang membuat kami sedikit bingung beberapa dari mereka langsung ingin ke Antimusic,wah wah segitu kangennya kah mereka kepada kami?? Sekitar jam 12 siang Ari menelpon dan mengabarkan mreka ingin ke Antimusic, tapi saya sedang diluar..lagi ngurus kerjaan cetakan…saya bilang “sore aja ri ke Antimusic nya” dan akhirnya mereka ke Movement dulu sebelum akhirnya ke tempat kami Antimusic pada sore harinya. Yang datang pertama kali adalah Andreas geiger (andy), Bernadette, dan si keriting Patrick Veigel , saya juga sudah kenal dengan Andy pada tahun kedatangan pertama mereka. Pokoknya mereka langsung mengeluarkan semua atribut Media mereka seperti Kamera DV, recorder,microphone dll. Yang saya tahu mereka adalah kawan lama kami yang datang untuk mendokumentasikan segala sesuatunya yang berbau tour CBU di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal">Dan sebelumnya kami pernah dikirimi VCD documentary karya Andreas Geiger yang berjudul HEAVY METAL AUF DEM LANDE, yang berisi tentang<span>  </span>Documentary Scene<span>  </span>Heavy metal disana. Dan yang kami tahu bahwa mereka ingin membuat proyek yang sama tentang Documentary Scene Punk disini dan akan dibuat kedalam format VCD sama dengan karya sebelumnya. Woiiiii kalau memang pada akhirnya film documentary itu dimasukan ke salah satu stasiun televisi di Jerman <st1:place st="on"><st1:city st="on">sana</st1:city></st1:place> itu benar2 di luar sepengetahuan kami di Antimusic. Waktu pertama kali melihat trailernya/cuplikannya lewat U-tube (salah satu media download gratis di internet), saya kaget dan langsung bertanya kepada salah satu kawan disini,apakah ini benar?? Lalu saya coba Tanya kepada beberapa kawan di <st1:city st="on">Jakarta</st1:city> dan sebagian juga saya coba cari info kepada kawan yang ada di <st1:city st="on">kota</st1:city> Liepzig dan <st1:place st="on">Hannover</st1:place> (kebetulan kami juga punya koneksi kesana). Yah betul.memang tayangan itu dikeluarkan oleh EIKON (semacam production home disana) yang bermarkas di <st1:city st="on"><st1:place st="on">Stuttgart</st1:place></st1:city> yang bekerja sama denga ARTE tivi yang di sinyalir sebagai tivi pemerintah yang mempunyai program khusus menayangkan masalah seni dan budaya. Yang mempunyai jangkauan se Eropa dan juga mempunyai kerjasama dengan Televisi <st1:place st="on"><st1:country-region st="on">Australia</st1:country-region></st1:place>. Singkat cerita hub kami dengan tim <st1:city st="on">Stuttgart</st1:city> saat ini masih belum kondusif, karena mereka sekarang banyak dikecam oleh kawan mereka dari Jerman sendiri sehubungan dengan ketidak terbukaaan mereka kepada kami di <st1:place st="on"><st1:country-region st="on">Indonesia</st1:country-region></st1:place>. Kami adalah MANUSIA!!! Bukan monyet yang ingin menjadi manusia…terakhir pada poin ini kami benar-benar tertawa ketika ada tulisan saya dan kawan-kawan dibilang munafik dengan dikatakan membawakan tripod dan menenteng-nenteng alat2 mereka. Yah saya ingat kejadian itu…ketika acara konser CBU dibulungan yang kedua (2006 show) sudah selesai, kami semua sudah capek dan timbulah ide2 konyol kami,dengan meminjam semua property media mereka seperti kamera DV,tripod dan alat perekam suara nya untuk kami pakai mewawancarai mereka kembali (gantian mereka yang kami tanya macam-macam, semau kami), kami juga keliling2 membawa property itu dan menanyakan keadaan2 panitia yang saat itu sudah kelelahan. Yang jelas saat itu apa yang kami lakukan mengundang banyak tawa orang-orang yang ada disekitar situ,termasuk si bule-bule itu yang mengatakan kami gila, disamping bahwa mungkin sebenarnya mereka takut propertynya rusak oleh kami. Oooohhh mungkin dari kejauhan ada yang melihat kelakuan kami,dan kami dibilang seperti yang dikatakan kang mas yanuar atau kang mas haskha. Byoh byoh byoh apa kang mas yanuar benar2 melihat kejadian itu dengan mata kepala sendiri?? Kalau tidak…seimbangkah porsi yang dikeluarkan disini??</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Ketiga<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal">Masalah SMS!!! Saya secara pribadi kenal dekat dengan Mike guitarisnya marjinal,maaf kenapa saya sebut nama Mike saja walaupun saya juga kenal dekat dengan semua yang ada di taring babi seperti “Dodidislike” (kawan lama sejak sebelum krisis ekonomi sebelum saya kenal dengan kawan taringbabi lainnya),juga kenal “Bob oi” orang yang selalu tersenyum dan selalu mau membantu ketika banyak kawan memerlukan bantuannya, “Ableh kuda” walau tidak terlalu menonjol diantara yang lain…tapi ingat air tenang menghanyutkan bleh, juga “Romi Jahat” wah-wah kalau bapak yang satu ini Mantaaaaap deh!! Selalu lucu,rendah hati dan selalu mantap dilihat baik dipanggung ataupun diluar panggung…oke lanjut. Ketika pertama kali dengar marjinal akan masuk TV (baru iklannya doang ceeerr). Gw langsung mengirim SMS ke Mike pake no gw pribadi yang Mike juga menyimpannya. Dan itu juga hanya satu kali, Bunyinya seperti ini “Mike gw ga mau masuk lubang tai seperti lu” dan mike membalas “kebebasan berpendapat bagi setiap orang” mantaaap itulah mike yang gw kenal selama ini selalu bisa menjawab setiap pertanyaan secara diplomatis. Selesai sampai situ kami ngga ada contack lagi. Yang ada beberapa hari setelah acara tersebut tayang, saya pribadi jujur banyak sekali mendapat SMS dari kawan2 di Jakarta dan daerah yang menanyakan perihal kejadian tersebut…dan saya jawab “tanyakan saja langsung kepada yang bersangkutan” kalau saya sebagai Pribadi masih percaya dengan apa yang kami yakini selama ini. Nah disini niy yang bikin saya bingung, koq ga lama setelah itu beredar rumor kalo perbedaan ini seakan-akan menjadi sebuah perang antara komunitas dengan komunitas bahkan sampai membawa2 persaingan nama besar band. Bussettttt deh segitu amat bikin isunya…ga salah tuh?? Kalo mau nama besar bukan disini tempatnya,ini komunitas jalanan bung…Cuma ketulusan daya tahan dan keikhlasan yang dapat membuat kita bertahan disini. Belum lagi saya banyak kedatangan orang2 yang tidak suka dengan Taring Babi atau mungkin pernah merasa sakit hati oleh Taring Babi yang istilahnya mengajak bersekutu,menjilat,atau apalah…loh apa-apa an ini?? Ini adalah masalah perbedaan prinsip,bukan masalah pribadi !!! dari jaman kuda makan emping ampe sekarang Kami paling tidak suka dijilat !!! jelek kami bilang jelek,bagus kami bilang bagus!!! Baik kami bilang baik,buruk kami bilang buruk!!! Kadang memang menyakitkan…tapi itu kenyataan. Satu lagi yang bikin kami bingung adalah ketika dipermasalahkannya sesuatu yang sudah kami yakini sejak lama. Kenapa ketika kami ingin tetap menjadi diri kami sendiri seperti yang memang kami jalani selama ini…kenapa dipertanyakan?? Lah dari dulu <st1:place st="on"><st1:state st="on">kan</st1:state></st1:place> kami memang menolak media,ketika kami tetap menolak media kenapa dipertanyakan. Kalau ada pertanyaan “kata siapa punk ga boleh masuk tivi??” akan ada pertanyaan “kata siapa juga punk harus masuk tivi??”</p>
<p class="MsoNormal">Kami ga pernah menganggap ini sebagai masalah…bebas aja…silakan aja lu mau masuk tivi atau masuk apapun, tapi kalian juga mesti menghargai bahwa ada juga loh yang benar-benar masih menolak media mainstream. Kalau ada perlawanan2 seperti slogan melawan media,bukan kah memang sudah kami lakukan sejak dulu!&#8230;jauh sebelum era reformasi kami sudah melakukannya dan masih melakukannya. Teman sejalan atau teman sejati tahu apa yang harus mereka lakukan terhadap keberadaan temanya sendiri…ketika iya tahu dan mengerti bahwa temannya tersebut misal: akan muntah bila melihat sesuatu berwarna ungu, iya akan berusaha untuk memperingati temannya tersebut ketika ada sesuatu yang berwarna ungu atau minimal membantu mengobatinya…kalau pada akhirnya ia malah memakai baju berwarna ungu…bagaimana mungkin Teman sejalan bisa berjalan beriringan…yang ada malah muntah terus2an. Wacana ini masih terlalu muda untuk diputuskan kawan, kalau dilanjutkan banyak sekali yang akan menjadi korban. Maaf kalau akhirnya begini…mudah2an esok akan ada solusi yang lebih baik lagi.</p>
<p class="MsoNormal">Tambahan Buat kang mas yanuar, bagaimana mungkin bunga hitam ingin melenggang/menguasai BLANTIKA musik underground Indonesia kalau masuk phamflet aja bunga hitam ga mau…maen ada sponsor mainstream seperti rokok dll bunga hitam juga ga mau…datang jauh-jauh kesemarang sampai disana ternyata acaranya didukung oleh sponsor radio prambors,bunga hitam ambil langkah pulang…sampai kami harus rela muka kami di cemong-cemongin agar tidak terlihat wajah kami semuanya&#8230;agar semua orang bisa bilang ya kami bunga hitam! &#8230; yang mana sebenarnya yang ingin menguasai atau ingin lebih terkenal sendirian ?????? yang masuk tv atau yang menolak tv? Yang ikut sponsor atau yang menolak sponsor? Yang minta bayaran/tarif atau yang datang dengan sukarela???</p>
<p class="MsoNormal">Yang maaannnaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ?????????????????????????</p>
<p class="MsoNormal">Lagi pula kami bukan band underground, tapi band basement !!! Oke..Lanjut</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Keempat<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal">Kalau kang mas yanuar sampai membawa-bawa nama acara Jakarta Bersatu,sepertinya kang mas yanuar ini tahu banyak tentang apa yang terjadi dengan komunitas <st1:place st="on"><st1:city st="on">Jakarta</st1:city></st1:place> ya??</p>
<p class="MsoNormal">Yang jadi masalah gw ga kenal dengan yang namanya kang mas yanuar sholeh ini,apakah dia orang <st1:place st="on"><st1:city st="on">jakarta</st1:city></st1:place>? Luar Jakarta? Atau orang planet mana niy?? Atau jangan2 setan yang menjelma menjadi manusia? Atau jangan2 orang2 dari dalam taring babi itu sendiri?? Atau malah dari keluarga saya sendiri?? Hehehe…kang mas yanuar kalo mau membicarakan Jakarta Bersatu ayo monggo,tapi jangan sama saya sendiri,tapi dengan seluruh panitia yang terlibat didalam kepengurusan acara tersebut…saya dengan amat senang hati akan membicarakan hal tersebut. Semuanya sudah jelas koq dan tercatat…ayo dibicarakan jangan asal ngomong dan menghakimi secara sepihak. Kalau ngga berani, berarti yang sebenarnya PECUNDANG dan Tai itu siapa?? Apakah kang mas yanuar ada ketika dulu komunitas ini dalam masa2 kritis orde baru, apakah kang mas yanuar ada ketika dulu banyak terjadi baku hantam antar komunitas, apakah kang mas yanuar ada ketika dulu pake sepatu boot aja dikejar2 preman atau apakah kang mas yanuar nanti akan tetap ada ketika komunitas ini dianggap sebagai musuh public,apakah kang mas yanuar nanti akan tetap ada ketika komunitas ini mendapatkan banyak rintangan…apakah kang mas yanuar akan ada digaris depan??? Atau di garis belakang??</p>
<p class="MsoNormal">Atau kang mas yanuar ada dimana??? Dan apakah-apakah yang lainnya…<st1:place st="on"><st1:city st="on">Ada</st1:city></st1:place> ?????????</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Kelima<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal">Lagi2 kalau kang mas Yanuar mengatakan saya seperti Jagoan menantang orang2 ditengah panggung seperti jagoan…ehmmm ini patut dicermati secara detail,kalau ngomong tuh yang jelas jangan menilai sesuatu hanya dari satu sudut pandang saja atau dari satu sumber saja. Oke kita kilas balik kemasa lalu, seingat saya lebih dari 5 kali saya ikut serta bareng2 anak <st1:city st="on">Jakarta</st1:city> mensupport scene di <st1:place st="on"><st1:city st="on">cirebon</st1:city></st1:place>. Dan tidak pernah sekalipun acara atau gigs di <st1:city st="on">cirebon</st1:city> tidak terjadi keributan selama saya mengunjungi <st1:place st="on"><st1:city st="on">kota</st1:city></st1:place> tersebut. Selalu terjadi keributan disetiap saatnya,kebanyakan siy terjadi karena banyak orang atau masyarakat awam (yg tidak mengerti jenis musik ini) atau bahkan preman ga jelas masuk kedalam acara yang akhirnya memicu keributan ditengah2 acara. Terkecuali ketika terakhir saya kesana pada bulan juli 2007 ketika saya membantu mengantar band dari singapura yaitu BLINDED HUMANITY maen dikota cirebon ini…asli panitianya si Dedy “Total Riot” dan kawan2nya sukses membuat acara musik di cirebon tanpa terjadi keributan sedikitpun…salut Dedy…teruskan perjuangan!!! Oke kembali ke Laptop…ya betul saya akui saya pernah terlibat 2 kali keributan secara langsung ataupun tidak langsung pada acara dan waktu yang berbeda di <st1:place st="on"><st1:city st="on">cirebon</st1:city></st1:place>.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Yang pertama ketika saya dengan band saya kira2 tahu 2003 datang kecirebon melihat sepanjang acara berlangsung,setiap ada band yang sedang show maka penonton akan berlari dari tribun menuju panggung sambil membawa benda apa saja,entah itu batu,botol,sandal atau apa saja yg mereka temui dan melemparkannya kearah panggung lalu kemudian berjoget/berpogo ah. Begitu juga ketika band yang bareng kami dari <st1:city st="on"><st1:place st="on">Jakarta</st1:place></st1:city> yaitu RELATION SHIT sedang show merekapun melakukan hal serupa sehingga show mereka sering berhenti karena terus terjadi pelemparan. Puncaknya ketika band saya show penonton masih bertingkah seperti itu dan panitia tampaknya tidak sanggup mencegahnya,maka pecahlah keributan ditengah2 penonton yang terjadi antara audiens cirebon (entah itu siapa) dengan kawan GARPUTALA dari bekasi,berimbas ke kami yang di panggung…dan saya bilang kemereka “kalau berani lempar diri kalian ke panggung sini jangan cuma botol atau bangku” tak lama keributan selesai dan acara terus berlanjut sampai selesai. Adakah yang salah dengan kata2 saya?? Apakah saya harus ngumpet dibelakang sound ketika kejadian itu berlangsung?? Apakah saya harus diam ketika melihat komunitas dari <st1:place st="on"><st1:city st="on">kota</st1:city></st1:place> kecil yang sedang membangun dirusak oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab?? Apakah saya salah??? Siapa yang pecundang?? Saya…preman <st1:place st="on"><st1:city st="on">cirebon</st1:city></st1:place>…atau orang2 yang ada disitu tapi diam saja???</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Yang kedua adalah ketika kira2 akhir 2005 kami mencoba melakukan tour keliling jawa dengan biaya dari kami sendiri yang kami dapatkan dari profit hasil penjualan kaset kami. Tanpa kami meminta sepeserpun ongkos kepada panitia. (sekedar catatan kalian boleh bertanya keseluruh panitia yang pernah mengorganize<span>  </span>show bunga hitam di <st1:city st="on">Jakarta</st1:city> ataupun luar <st1:city st="on"><st1:place st="on">Jakarta</st1:place></st1:city>,apakah kami pernah meminta bayaran ataupun ongkos kepada mereka) Mohon maaf tanpa ada niat untuk menggurui, kami sampai ke tahap pemikiran bahwa apa yang dikerjakan oleh punk akan kembali lagi pada esensi punk itu sendiri “ punk for punk it’s self “ atau “ punk buat punk itu sendiri “ bisa diartikan “ dari komunitas untuk komunitas “ missal : kami membuat rekaman kaset dengan biaya Rp.5000,yang kemudian kami jual dengan harga Rp.10.000,berarti kami mendapatkan profit atau keuntungan sebesar Rp.5000 yang kemudian kami coba kumpulkan dan kami pergunakan sebagai ongkos kami untuk mendatangi kawan kawan-kawan diluar sana. Dan itu kami lakukan semampu kami,kalau mampunya hanya sampai 2 <st1:city st="on">kota</st1:city> ya jangan dipaksakan,kalau mampunya sampai 10 <st1:city st="on"><st1:place st="on">kota</st1:place></st1:city>,ya harus disyukuri. Kalau akhirnya kami masih mendapatkan ongkos ala kadarnya dari hasil kolektifan/patungan panitia…kembali lagi ke kita apakah keikhlasan rejeki dari panitia itu harus kita tolak? Atau mungkin mau disumbangkan ke yang lebih membutuhkan…terserah!!!</p>
<p class="MsoNormal">Kembali lagi…Saat itu <st1:city st="on">cirebon</st1:city> adalah <st1:city st="on">kota</st1:city> kedua yang kami datangi dari rencana rangkaian 13 <st1:place st="on"><st1:city st="on">kota</st1:city></st1:place> yang akan kami kunjungi. Kami berangkat hari sabtu habis magrib dari Jakarta dengan menyetir kendaraan/mobil sendiri yang keadaan lampu depannya hidup…mati…hidup…mati, sampai indramayu sekitar jam 10 malam dan belum lagi kami beristirahat, panitia mengatakan bahwa kami harus segera show karena ijin hanya sampai jam 11 malam dan kebetulan waktu itu hujan rintik2 sudah mulai turun. Maka kami pun memulai show di indramayu sampai selesai dan terus beristirahat melanjutkan dengan diskusi kecil bersama kawan panitia sampai pagi…oowww sudah hari minggu,kami keasikan ngobrol dan lupa istirahat, kami lupa bahwa masih banyak kawan2 dikota lain yang juga harus kami kunjungi dengan porsi yang seimbang. Akhirnya kami melanjutkan perjalan sekitar jam 11 siang hari minggu menuju <st1:city st="on">kota</st1:city> <st1:place st="on"><st1:city st="on">cirebon</st1:city></st1:place> yang kurang lebih memakan waktu 3-4 jam dari tempat kamis singgah di indramyu. Lampu kami sudah benar-benar mati dan ga ada waktu untuk kebengkel…ga masalah kita jalannya siang hari ini…laanjuut…brangkat. Sampai <st1:place st="on"><st1:city st="on">cirebon</st1:city></st1:place> pukul 4 sore kami langsung menuju acara,wah badan rasanya benar2 mau patah,perut kosong belum keisi apa2…belum istirahat ceerrrr. Dan ketika kami sedang menunggu diluar tiba2 datang seseorang “punk” dari <st1:place st="on"><st1:city st="on">cirebon</st1:city></st1:place> menghampiri kami dengan mabuk dan mulut bau gaur’…”woi apakabar niy?” …kami bilang “kabar baik”…dan orang ini terus nyorocos ga karuan ngomongin masalah,”kapan niy kita turun kejalan lagi”… “gimana niy keadaan Negara sedang gawat”..dan nyerocos terus…waduh gawat niy emangnye kite nyang punya Negara… Ngga lama kemudian pihak panitia menghampiri kita dan bilang bahwa kita harus show saat itu juga karena sudah waktunya (saat itu sudah jam 5 sore) dan lagi2 kata panitia ijin penggunaan gedung hanya sampai jam 5 sore. Maka kami pun bergegas untuk segera melakukan persiapan kebelakang panggung, tetapi kawan kita yang tadi niy,yang nyerocos bau gaur’ga karuan menghadang kita dan bilang dengan logat <st1:place st="on"><st1:city st="on">cirebon</st1:city></st1:place> yang udah cadel karena mabuk “alah udah disini aja,nyantai dulu,panggung mah nomor dua”</p>
<p class="MsoNormal">Saya pun menjawab dengan kondisi yang sudah capek “woi panggung tuh bukan nomor dua tapi nomor sepuluh,bahkan tak bernomor bagi kami” maka barulah kami mendapatkan “jalan” dari orang tersebut yang disela2 pembicaraannya terus menerus mengucapkan bahwa ia sering nongkrong di taring babi. Semua ini ada buktinya dan ada saksinya. Dan ketika kami show baru pertengahan lagu pertama,suasana gedung dan panggung sudah sangat kacau,tampaknya kapasitas gedung tidak sanggup memenuhi lonjakan penonton yang memang saat itu sangat membludak,kaca-kaca pecah,pintu masuk sudah terbuka lebar,para preman pasarpun masuk ikut berpogo dengan gaya dangdut sampai keatas panggung,yang akhirnya berbuntut dengan dipukulinya/dikeroyok teman kami yang bernama SEAL vokalisnya band SOSIAL-SOSIAL diatas panggung,karena SEAL berinisiatif mendorong mereka kebawah…lalu kami serempak membantunya dengan menyerang balik para preman tersebut dengan semua benda-benda yang kami pegang,yang megang gitar…yah pake gitar,yang megang bass…yah pake bass…yang megang mic…yah terpaksa pake stand mic. Mereka mundur turun kebawah,dan setelah dengan negosiasi bahasa ikan antara kami dengan para preman tersebut maka acara pun berlanjut…tapi ternyata orang yang tadi kami ceritakan (yang mabuk mulut bau gaur’) mencoba memancing di air keruh,dengan licik ngumpet dibalik kerumunan pogo melempar sandal atau botol mineral kearah kami di panggung…posisi saya ada didepan berdempetan langsung dengan penonton,saya sangat melihat siapa orang yang melempar benda tersebut,karena lebih dari satu kali dan yang terakhir mengenai badan saya…kalau kemudian saya membalasnya dengan melempar benda pula kearahnya, apakah saya salah??? Apakah kami salah ketika kami membela diri kami sendiri ketika panitia sudah tidak mampu mengendalikan keadaan??? Kami cuma tujuh orang dari <st1:place st="on"><st1:city st="on">Jakarta</st1:city></st1:place> ditengah2 ribuan penonton yang datang keacara memenuhi tempat dengan bermacam2 motivasi, kami juga bukan band yang mempunyai bodyguard ataupun security panggung yang siap mengawal kami. Lagi2 siapa yang salah?? Simulut bau gaur?? Preman2?? Panitia yang kurang siap?? Polisi yg ada ditempat tapi bengong aja ???</p>
<p class="MsoNormal">Atau mungkin kalian yang ada ditempat tapi diam saja?? Atau atau kami kah yang salah?? Yah sudahlah kalo ga ada yang mau ngaku salah…biar kami yang mengaku salah,mungkin kami kurang sabar…yah lain kali mungkin kami harus menyewa manajer untuk ngurus yang kayak gitu-gitu,kami minta istirahat dihotel yang mewah biar ga capek,minta sediain bodyguard,makanan yang enak2 biar ga lapar dan transportasi pake pesawat kali yak,biar maantaapppp !!! Ehmmmm komunitasku…komunitasku. Ampe kapan ya kayak gini terus??&#8230; Gimana kang mas Yanuar?? Sopo sing pecundang?? Kowe opo aku?? Siapa yang pengecut?? Siapa yang berambisi?? …………………………………</p>
<p class="MsoNormal">Akhir kata,siapa pun kamu kang mas Yanuar…saya berterimakasih dengan adanya tulisan dari kamu,karena akhirnya membangkit <st1:place st="on"><st1:state st="on">kan</st1:state></st1:place> semangat saya untuk kembali menulis,setelah hampir 7 tahun berhenti menulis. Karena memang ternyata banyak yang harus kita bagi kepada sesama walaupun itu hanya sekedar tulisan, apalagi kalau tulisan tersebut berguna bagi kepentingan orang banyak dan dapat merubah pola pikir seseorang menjadi lebih baik atau positif. Mudah2an ini awal perkenalan kita yang baik!!!</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-weight: bold">PESAN:</span><span> Setelah saya cermati, tulisan-tulisan yang ada di beberapa situs yang membahas tentang penampakan marjinal di TV , ternyata dua tulisan yang mengarah kepada saya pribadi yaitu dari yanuar soleh di situs: </span><span style="font-weight: bold">http://anarchoi.gudbug.com/stats/?stats_author=Yanuar+Soleh</span> <span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>dan dari haska di situs :</span> <span style="font-weight: bold">http://scrapman.wordpress.com/2007/01/06/marjinal-aka-anti-military</span>/</p>
<p class="MsoNormal"><span> bermuara pada  satu situs yaitu : </span><span style="font-weight: bold">http://punkyreggae.wordpress.com/</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>yang</span><span style="font-weight: bold"> </span><span>secara urutan kasus setelah penampakan marjinal di TV , pernah terjadi benturan propaganda idealisme, dimana saat itu banyak terjadi atou terlihatnya individual PUNK jakarta yang mengaku dirinya exist di jalur DIY , tetapi mereka sering terlihat lebih exist di dunia gemerlap <span style="color: #ff0000">(DUGEM GITCHU LOOOCH!!!!!</span>) yang dipadu dengan aksesories reggae. Yang akhirnya mencuat istilah punk &#8220;merah kuning ijo&#8221; (icon reggae) banci d.i.y !!!<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal">sekali lagi kita cermati, saat ini dengan berkembangnya kemajuan zaman, dengan adanya media internet (alam maya) sangat mempermudah setiap orang untuk membuat dan membuka suatu wacana, baik itu yang sifatnya pribadi atou yang sifatnya membawa kepentingan golongan. dan sangat memungkinkan sekali dibuatnya segala macam bentuk kepalsuan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan sama sekali kebenarannya/keabsahannya. Apalagi tindakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang notabene hanya ingin membuat perpecahan didalam komunitas !!! cobalah naik keatas atap rumah kita, dan lihatlah begitu banyak realita atou kenyataan yang harus kita hadapi dan kita selesaikan. <span style="font-weight: bold"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-weight: bold">Ket</span> : Tulisan diatas hanyalah penggalan-penggalan kalimat kecil dari apa yang ada di kepala saya. Masih banyak yang tidak bisa saya sampaikan secara gamblang dan menyeluruh disini. Jika ingin berbicara lebih panjang dan lebar silakan langsung datang kealamat kami yang ada di atas, Jangan lewat email atau lainnya ya…saya agak jarang ke warnet. Dan apa yang saya tulis adalah benar adanya,bukan karangan atau rekaan semata. Semua saksi dan bukti bisa dimajukan jika kawan2 ada yang ingin lebih jelas dan detail.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><strong>TERIMAKASIH – UP THE PUNX</strong></p>
<p>http://anarchoi.gudbug.com/2007/01/20/masa-punk-nggak-boleh-masuk-tipi-sih/</p>
<p>http://anarchoi.gudbug.com/stats/?stats_author=Yanuar+Soleh</p>
<p>http://scrapman.wordpress.com/2007/01/06/marjinal-aka-anti-military/</p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2007/12/17/bunga-hitam-band-basementhuakakak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
