Dikirim pada 26-02-2008 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: bencana, cuap-cuap
Beberapa hari yang lalu, saya mendapat sebuah sms dari kekasih saya. Dalam sms tersebut dia memberitahukan satu kabar yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Kabar duka bahwa salah seorang teman karib saat kuliah telah meninggal dunia.
Kemarin, tepatnya pada tanggal 23 Februari 2008, saya kembali mendengar kabar dari keluarga saya di jakarta, bahwa kakek saya, yang saya masih ingat persis merupakan orang pertama kali yang memboncengi saya naik sepeda motor pertama kali, meninggal dunia diusianya yang ke 70 tahun….
belum lagi bencana alam yang datang melanda beberapa daerah di indonesia…yang tentu saja mengakibatkan banyaknya korban yang berjatuhan…
Kematian sebenarnya merupakan fenomena alamiah yang pasti terjadi, bahkan saya-pun akan mengalaminya, namun kenapa hal tersebut merupakan salah satu hal yang paling tidak diharapkan kedatangannya bagi sebagian besar manusia yang hidup di dunia. Yah…karena kematian berarti pergi meninggalkan kita, karena kematian memutus hubungan komunikasi dalam seketika, karena kematian menghentikan aliran kasih sayang antar 2 individu dalam sekejap.
…..semoga semua yang telah meninggal dunia dapat beristirahat dalam damai…..
ah…ingin rasanya segera meninggalkan februari 2008 ini…
this post was dedicated to my grand father “Abdul Madjid” and my coolest friend “Iyus”…
HarisMedia Dot Com | Vitanouva Community Forum
convert this post to pdf.
Print This Post
| Tidak ada komentar
Dikirim pada 16-09-2007 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: anti-kapitalisme, bebas!, bencana, ekologi, opini & analisis, tentang hidup


Diceritakan kembali berdasarkan sebuah artikel dari Kompas 11 Juni 1969.
“Eksplorasi Tembaga di Ertsberg, Irian Jaya” (oleh Adjat Sudradjat)
Tahun 1967, 40 tahun lalu, Tim Freeport sedang berusaha mengebor bagian dari Gunung Bijih untuk mendapatkan sampel-sampel bijih guna penelitian kadar mineralisasinya. Konon, para pembor itu dipilih dari yang pernah berpengalaman di Kutub Utara dan Alaska sebab mereka mesti melawan suhu sedingin 0-4 Celsius, kabut, dan hujan. Mereka mendirikan kemah di pelataran Cartensz Weide. Mereka diterbangkan ke situ dari Timika menggunakan helikopter selama 40 menit.
Sementara itu, tiga orang kepala suku berhiaskan bulu burung, kalung merjan, dan tusuk hidung merayap menuju Ertsberg tiga hari tiga malam bersama bala tentaranya tanpa selembar benangpun melekat di badannya, tak peduli hawa sedingin es pun. Akhirnya, mereka sampai di perkemahan para pembor tersebut. Suasana tidak menyenangkan terjadi sebab tidak ada saling pengertian di antara tim Freeport dan suku setempat, maklum tidak ada yang saling mengerti bahasa masing2. Orang2 Indonesia di tim Freeport pun tak mengerti bahasa mereka sebab sebagian besar datang dari luar Papua.
[…]
convert this post to pdf.
Print This Post
| 9 Komentar
Dikirim pada 15-12-2006 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: bebas!, bencana, berita, marxisme, tentang hidup
Gila…Kaget mendengar kabar dari kawan kemarin malam, bahwa diskusi marxisme di ultimus, Bandung dibubarin pemuda panca marga+polisi. Parahnya lagi…banyak dari peserta diskusi (panitia, pembicara, dll) diangkut polisi kekandanganya…
Sempet nggak percaya karena, bukannya katanya sekarang udah bebas…akhirnya coba mastiin…trus kontak sana-sini, lihat internet, dll….hasilnya…anjinnggg….temen gw juga banyak yang ditangket euuyy!!! sialannn $#%^Q%@&*
Gila…negeri apaan ini…orang mau belajar aja dilarang… anjjiiinggg!!!!!
Nih berita-nya saya copy dari detik.com
[…]
convert this post to pdf.
Print This Post
| 8 Komentar
Dikirim pada 31-08-2006 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: bebas!, bencana, cuap-cuap
Pagi itu tidak terdengar sama sekali ayam berkokok menyambut pagi hari sambil membangunkan manusia dari tidurnya. Pagi itu yang terdengar hanylah jeritan warga yang panik, laki-laki yang berlarian sambil membawa ember-ember yang terisi air yang diambilnya dari kali, tangisan ibu-ibu sambil berusaha tetap menggendong anak-anak mereka kemudian lari menjauh.
[…]
convert this post to pdf.
Print This Post
| Tidak ada komentar