1000 Wajah Pram

1000 Wajah Pram1000 Wajah Pram

Saat ini, tidak semua orang tahu, bahwa sosok kelahiran kota yang dikelilingi bukit kapur, jati dan minyak bumi dengan para pejabatnya yang korup ini sudah sangat mendunia. Buku-buku hasil karyanya sampai saat ini sudah diterjemahkan dalam 42 bahasa, bahkan di Malaysia, Jepang dan Belanda menjadi bacaan wajib bagi siswa sekolah.Walau di luar negeri namanya begitu terkenal namun ironisnya tak banyak mendapat nama baik di kota kelahirannya: Blora, hingga maut menjemputnya di Jakarta, 30 April 2006 silam.

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 2 Komentar

Tabi Rounin atau Rebel_Jill ditangkap

Tabi Rounin, yang dikenal sebagai Rebel_Jill, ditangkap oleh kepolisian Jepang berhubungan dengan pengorganisiran protes terhadap G8 Juli nanti.

Kami mengutuk penangkapan kawan kami, Tabi Rounin! Bebaskan dia sekarang juga!

4 Juni, pagi hari. Kawan Tabi Rounin, seorang aktivis pembebasan pendudukan, ditangkap. Tabi ditangkap atas tuduhan ‘Illegal Address Registration” (dalam kata lain, tinggal di suatu tempat di mana ia tidak terdaftar). Rumahnya digeledah dan lebih dari 14 barang bukti disita termasuk komputer, telepon, dokumen dan selebaran. Sudah jelas bahwa tuduhan di atas sangat tidak sesuai dengan penggeledahan dan tindakan yang diambil kepolisian Jepang.

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 1 Komentar

Memburu harta karun Soeharto

Taken from : IMC Jakarta

Setelah hampir satu dasawarsa perkara kasus dugaan korupsi mantan penguasa orde baru, Soeharto yang nilainya mencapai Rp 1,4 trilyun dan 416 juta dolar Amerika itu, belum juga terselesaikan. Padahal empat presiden silih berganti. Bahkan dapat dikatakan, kasus Soeharto merupakan simbol paling kuat dari diskriminasi hukum. Sebab kasusnya dibiarkan mengambang tanpa ada penuntasan sejak 10 tahun terakhir ini. Apalagi sejumlah politisi ikut memperkeruh masalah ini.

Padahal berkas perkara setebal 3.500 halaman yang berisi dugaan “dosa-dosa” korupsi Soeharto, sudah sejak tahun 2000 ada di tangan jaksa dan hakim sejak tahun 2000. Berkas itu terdiri dari tiga bundel. Bundel pertama setebal 2.500 halaman berisi berkas perkara tindak pidana korupsi. Bundel kedua setebal 800 halaman berisi daftar adanya benda sitaan dan barang bukti. Dan bundel ketiga, yang tebalnya 200 halaman berisi Ketetapan MPR dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga yayasan-yayasan.

Sedikit merunut kebelakang, Upaya pengusutan terhadap kasus pidana dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto di awali pada saat pemerintahan Presiden Habibie. Tim dari Kejaksaan Agung yang waktu itu dipimpin Andi M Ghalib menemukan indikasi penyimpangan penggunaan dana yayasan-yayasan yang dikelola Soeharto, dari temuan tersebut didasarkan atas anggaran dasar dari lembaga-lembaga tersebut. Kejaksaan menduga, mantan Presiden Soeharto telah melakukan tindak korupsi di tujuh yayasan (Dakab, Amal Bakti Muslim Pancasila, Supersemar, Dana Sejahtera Mandiri, Gotong Royong, dan Trikora) Rp 1,4 triliun. Tapi 11 Oktober 1999, pemerintah menyatakan tuduhan korupsi Soeharto tak terbukti karena minimnya bukti. Kejagung kemudian mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus Soeharto. Jaksa Agung Andi M Ghalib pada saat itu menyatakan, keputusan presiden yang diterbitkan mantan presiden Soeharto, sudah sah secara hukum. Kesalahan terletak pada pelaksanaannya.

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 1 Komentar

Empat Warga Tewas Ditembak Marinir

marinir…yeah!!!Patroli Atau Perusakan Tanaman milik Warga?

Penembakan yang dilakukan sejumlah anggota Marinir terhadap warga Alas Tlogo, Lekok, Pasuruan, disebut pihak Korps Marinir sebagai upaya membela diri ketika melakukan patroli rutin. Namun, versi berbeda menyebutkan, ketika terjadi bentrokan, para anggota Marinir tengah melakukan pengawalan terhadap para pekerja PT Rajawali yang tengah melakukan pembabatan terhadap tanaman milik warga di atas tanah yang masih berstatus sengketa.

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 8 Komentar

MayDay 2007 in Review: Global Roundup

source : theagitator’s blog

On Tuesday, May1, tens of millions of working people and their supporters took to the streets on International Workers’ Day to stand up for their rights and interests against the growing pressure of globalized corporate capitalism. In places as varied as Los Angeles and Istanbul, from San Luis Potosi to Zimbabwe to Teheran, demonstrators were met with stiff, even brutal, repression from the ruling regimes. The zeitgeist of our time is clearly moving in the direction of a unity between globalized corporate interests and repressive national regimes. There is only one force that can counter this encroachment on liberty and equality, still best summed up in that venerable clarion call: “Workers of the World, Unite!” This past Tuesday, workers on every continent did just that, and my roundup of Global MayDay 2007 is in the extended copy.

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 1 Komentar