<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anarch[Oi]! &#187; cuap-cuap</title>
	<atom:link href="http://anarchoi.gudbug.com/category/cuap-cuap/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anarchoi.gudbug.com</link>
	<description>Anarch[Oi]! adalah media publikasi bebas tanpa batas, membahas berbagai analisa positif-negatif sebuah ide baik dalam segmen politik, sosial, ekonomi, maupun kultural. Anarch[Oi]! bukanlah media opini perseorangan (blog???), karenanya beragam wacana didalamnya adalah juga milik kamu, kamu, dan kamu….</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 05:17:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>We are Back!</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2009/06/09/we-are-back/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2009/06/09/we-are-back/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 07:07:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[technical issue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Setelah bergumul dengan banyaknya file2 diserver, proses backup dan restore database, mengembalikan user account yang (ternyata) hilang, memilah kembali beberapa plugins wordpress yang dirasa masih dibutuhkan untuk fitur Anarch[Oi]!&#8230;akhirnya kini Anarch[Oi]! telah rampung 250% dari masa-masa berdarahnya&#8230; Gw juga udah coba akses blog ini secara keseluruhan dari beberapa warnet didunia (halah!!!) untuk mengetes performa Anarch[Oi]! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah bergumul dengan banyaknya file2 diserver, proses backup dan restore database, mengembalikan user account yang (ternyata) hilang, memilah kembali beberapa plugins wordpress yang dirasa masih dibutuhkan untuk fitur Anarch[Oi]!&#8230;akhirnya kini Anarch[Oi]! telah rampung 250% dari masa-masa berdarahnya&#8230;</p>
<p>Gw juga udah coba akses blog ini secara keseluruhan dari beberapa warnet didunia (halah!!!) untuk mengetes performa Anarch[Oi]! disana&#8230;hasilnya, sepertinya Anarch[Oi]! sudah NORMAL gak GILA lagi kayak kemaren.</p>
<p>Semua user yang merasa udah pernah mendaftar&#8230;tetep dapat menikmati 100% semua fitur disini, tulisan yang pernah dibuat oleh member juga 100% masih menjadi milik penulisnya&#8230;dan satu lagi semua rules yang pernah berlaku disini&#8230;juga masih berlaku <img src='http://anarchoi.gudbug.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  yaitu &#8220;kalo emang gak ada makhluk dan alam yang terluka&#8230;maka&#8230;abaikan saja aturan mainnya!!!&#8221;</p>
<p>Solidaritas,</p>
<p>Anarchy, Love and PUNX&#8230;</p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2009/06/09/we-are-back/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Problem di anarchoi.gudbug.com</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2009/06/08/problem-di-anarchoigudbugcom/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2009/06/08/problem-di-anarchoigudbugcom/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 17:26:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[technical issue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa minggu ini banyak sekali yang mengeluhkan susahnya mengakses anarchoi.gudbug.com. Keluar error, loading lambat, dsb. Parahnya lagi, bukan hanya dari sisi front-end (halaman muka) saja masalah ini terjadi, dari sisi back-end (panel administratif blog) saya mengalami masalah yang jauh lebih rumit lagi. Selain loading yang lambat, berbagai fungsi panel administratif bahkan tidak bisa diakses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam beberapa minggu ini banyak sekali yang mengeluhkan susahnya mengakses anarchoi.gudbug.com. Keluar error, loading lambat, dsb.</p>
<p>Parahnya lagi, bukan hanya dari sisi front-end (halaman muka) saja masalah ini terjadi, dari sisi back-end (panel administratif blog) saya mengalami masalah yang jauh lebih rumit lagi. Selain loading yang lambat, berbagai fungsi panel administratif bahkan tidak bisa diakses sama sekali.</p>
<p>Oleh karena itu, saat ini saya sedang mengupayakan untuk mengembalikan Anarch[Oi]! seperti semula. So&#8230;mungkin dalam beberapa hari ini, Anarch[Oi]! memang benar2 akan sulit diakses. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya!</p>
<p>Salam Bebas!</p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2009/06/08/problem-di-anarchoigudbugcom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KENDALA DALAM TUBUH DIY PUNK &amp; UG</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2008/02/27/kendala-dalam-tubuh-diy-punk-ug/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2008/02/27/kendala-dalam-tubuh-diy-punk-ug/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 12:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas!]]></category>
		<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[feminisme]]></category>
		<category><![CDATA[punk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2008/02/27/kendala-dalam-tubuh-diy-punk-ug/</guid>
		<description><![CDATA[Ada kiriman dari kawan di Sukabumi nih&#8230; &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; OLEH : RANDT BOREEL (iseng2 pengen kirim uneg2. hahahaha) Kita udah sering lihat banyak sekali biduan wanita seksi baik di layar kaca alias TiPi, radio, en media2 lainnya. Dari Beyonce hingga Krisdayanti. Rocker selewat-lewat ampe penyanyi dangdut yang pantatnya bergoyang nan seksi aduhai.. aaghhh.. tidaaaak!! Siapa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kiriman dari kawan di Sukabumi nih&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>OLEH : RANDT BOREEL</p>
<p>(iseng2 pengen kirim uneg2. hahahaha)</p>
<p>Kita udah sering lihat banyak sekali biduan wanita seksi baik di layar kaca alias TiPi, radio, en media2 lainnya. Dari Beyonce hingga Krisdayanti. Rocker selewat-lewat ampe penyanyi dangdut yang pantatnya bergoyang nan seksi aduhai.. aaghhh.. tidaaaak!! Siapa yang gak konak lihat aksi mereka? Munafik lo semua kalo gak suka ama goyangan Titi Kamal dengan lagunya yang terkenal.. JABLAY! Gw yakin semua laki-laki akan ngaceng tititnya, bahkan seorang Presiden sekali pun! Alim ulama, pendeta, siapa tau ya kan?? Iya gak? Iya dooooonx. Bener gak? Bener dooooonx….</p>
<p><span id="more-195"></span> Tapi, kawan.. gw lagi ogah ngomongin ttg seberapa pandai seorang TITI membangunkan para TITIT. Gw adalah musisi, yg gw mau omongin itu ya musik, bukan pantat. Ngaco aja lu..</p>
<p>“tapi kan musik itu untuk didengarkan, bukan utk diperdebatkan..” celetuk seorang bayangan di kepala gw.</p>
<p>“ye.. niat gw bukan untuk mengkritik kayak juri2 Negara Idol or Super Mamamia Lezatos, dodol! So, jangan berpikir ini suatu ajang debat. Just Relax, My Friends.”</p>
<p>OK! HERE WE GO!</p>
<p>Industri musik saat ini bagi gw udah kayak negara (lihat aja dari pembendaharaan katanya : “INDUSTRI musik”). Ada kepala pemerintahannya, menteri2nya, paduka permaisuri, berduka tiada yang peduli. Kita harus begini, kita harus begitu. Band harus kayak gini, band harus mirip itu. Jargon2 pembusukan seperti MUSIK KITA SAMPAI MANA? Seolah-olah secara gak langsung: “musisi yang baik dan benar, haruslah terkenal kayak Michael Jackson dan Nirvana.” Dikenal dimana-mana. Di pelosok desa maupun kota. Di surga atau neraka. Yang penting terkenal, apapun jalan yang harus ditempuh. Harus siap rela mati berkorban. GILA!!</p>
<p>But..my friends.. siapa sih yg gak mau terkenal?? Ketika hidup banyak dipuji, ketika mati dikenang banyak orang. Seantero dunia. Sejagad raya. Sealam semesta. Seperti TUHAN. Gak mungkin lah yaw!! Kita ini hanya manusia, seperti rumput yang jika dibakar ikut2an mampus!</p>
<p>Musik zaman sekarang lebih berorientasi kepada bisnisnya dibanding musik itu sendiri. Bertujuan untuk memberi keuntungan profit bagi pihak2 tertentu. Ya perusahaan label kek, manajemen artis kek, bebek2 wek wek kek.. WHATEVER! Yang gw tahu, dan Anda pun pasti tahu… jiwa musik yang murni adalah yang bebas dari pemaksaan! Gak peduli mereka suka or kagak, gak peduli harus terkenal, gak peduli untung or rugi. Yang penting nyanyian jiwa kita tercurahkan sesuai dengan apa yang ada dalam diri kita. Jadi diri sendiri. Bukan jadi boneka perusahaan label rekaman ataupun kepentingan pihak or komunitas tertentu. Mana mau gw disuruh bikin lagu kayak anu en itu kalo jiwa musik gw gak nemu di titiknya. Tapi andaikan gw saat ini ada dalam kontrak perusahaan anu, gw pasti dituntut untuk mengejar ketertinggalan. Harus bikin lagu hits, harus masuk top 40. walaaaaaahhhh!!! Kapan gw bisa enjoy hidup ini, man???</p>
<p>Of course, I know.. bahwa berakit-rakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Ngumpulin duit banyak dahulu, walau harus mati kemudian. Yang penting kaya dulu, berleha-leha kemudian, katanya biar ntar kalo udah tua renta, kita gak perlu makan ikan asin. Harus ada pengorbanan : masa muda, keluarga, teman2, kerabat… idih, sori lah yaw! Gw kagak mau mengorbankan waktu gw hanya demi sebuah ketenaran yang semu. Jatuh bangun kayak lagu dangdut. Buat apa susah? Buat apa? Hanya dgn genjreng2 memainkan lagu gw sendiri di kamar pun: AKU BAHAGIA WALAU MAKANANKU SEHARI-HARI CUMA IKAN ASIN!</p>
<p>Ya ya ya, mungkin harus dikaji ulang nih.. ada apa denganmu, musik? Hingga tak tahan diri ini apabila tiada musik dalam menjalani hari-hariku. Aku mencintaimu karena engkau terus menggodaku. Aku mencoba melupakanmu, tapi engkau terus datang di relung hatiku. Hahahahahaha! Musik itu memang edan. EDAN! Biarpun gw budek, tetep aja masih bisa mendengarmu, oh musik. Parahnya lagi, walau tak ada musik yang terdengar di sekitar gw, kan masih ada hati en pikiran gw. Terbius dalam alunan nada dari imaji gw. Bukan candu, tapi ya begitulah adanya. Gw coba berkali-kali utk tidak terlalu memikirkan berjuta-juta nada hasil kreatifitas belahan otak gw. Tapi gak bisa, man! Jujur.. gw gak bisa.. udah takdir kali ya. Oh Tuhan, kenapa engkau memberikan bakat musik kepada orang yang budek ini??? Pendengaran itu penting, lho. Hahahahahaha!! Bodo amat.. Lebih baik nyanyinya fals, daripada pemerintah yang fals. Gw bangga jadi diri sendiri walau ternyata nyanyianku terdengar “sumbang” banget.</p>
<p>Yeah right, everybody loves a winner sih. Orang-orang mencintai seorang pemenang. Tapi musik bukan untuk ajang kompetisi. Apalagi jadi ajang permusuhan antar satu komunitas dgn komunitas yg lain, genre anu dgn genre itu, band anu dgn band itu. Dasar kita memang bego kali ya, dari zaman dulu diajarin di sekolah harus dan HARUS dan HARUS jadi yang terunggul. WAJIB BELAJAR 9 TAHUN supaya jadi ranking pertama. Otak kita dilatih secara tidak sadar untuk menjadi pribadi yg super-ego. Meski sebetulnya seniman itu memang egonya tinggi semua, kebayang kan apa jadinya kalo ditambah unsur2 “harus jadi juara”. Uuggghh… lingkungan musik kita akan penuh dengan pertikaian, baku hantam, pembunuhan karakter, de el el… (dalam scene DIY Punk dan UG, hal inilah yang jadi kendala utama saat ini, bos!)</p>
<p>So.. it’s all about scenario behind the scenes. Apa yang sesungguhnya terjadi dalam “tubuh” musik kita? kenapa? Ada apa? Bagaimana? Apakah kalian peduli? Apakah kalian mau berpikir sejenak bahwa kalian nih para musisi yang pastinya dikenal karena musiknya, kok malah ribut2 band anu harus gini gitu, ini itu, api apu, abi abu?? Kenapa dalam banyak acara kolektifan yang diundang adalah band2 sesuai agama genre para panitianya? Kenapa gak pernah lagi terdengar gaung kebersamaan dalam satu acara semua genre kompak serentak goyang berdansa bareng2??? Ya mungkin inilah akar dari pengkotakan baik musik dan komunitas, yang melahirkan jurang pemisah, semakin hari semakin jelas.. semakin maju semakin dibatas. Panitia metal yang maennya juga band2 metal, panitia punk yang maen haruslah band punk juga. TERBAKAR KALIAN SEMUA HINGGA TINGGAL JADI ARANG!</p>
<p>Waduh.. sori.. aku memang kurang ajar. Gak tau diri. Gak ngehargai senior-senior (wuhakakakakakkkk!!!!!). Memangnya aku junior?? Kalo misalkan memang aku seorang junior dan kalian masih maen senioritas kayak di sekolahan, ayo terapkan sekalian penataran bagi calon2 Punkers di seluruh ENDONESIA. Mau jadi Punk harus lulus ujian negara, ujian kena pukul kakak2 senior, ujian di adu domba, ujian hormat bendera, ujian dijemur di lapangan, ayo! Ayo! Ayo!! Kalo memang kalian berani dan tinggi hati sebagai senior,gw saranin untuk tidak lupa bikin undang2 peraturan kapan hari masuk tes dan kapan hari libur. Tak lupa rapor tahunan, yang banyak angka merah ditelikung. SUNGGUH SENIORITAS ITU MEMALUKAN!</p>
<p>Kenapa kalo jadi Punkers harus lahir di zaman orde baru melulu? Semakin tua semakin diakui…???? Ok, berarti kalian harus bikin mesin waktu mulai sekarang2, agar para Punkers yang lahir di tahun 3000 mendatang menggunakan mesin tersebut supaya bisa balik ke zaman Soeharto dan ikut ujian tes masuk khusus Punkers yang diciptakan permainan busuk kalian!</p>
<p>Kenapa masih ada band yang gak mau masuk pamflet sih? Pamflet itu kan berbahan dasar kertas, yang lebih murah daripada gitar listrik, drum, bass, microphone yang kalian gunakan di panggung. Lebih murah daripada kaset, cd, vcd, mp3 yang kalian gunakan untuk mempublikasikan band kalian. Lebih murah daripada baju yang kalian kenakan. So what’s the problem?? Saat ini udah banyak kok acara yang gak pake sponsor2 gede, jadi…apa yg salah sih? Ya boleh2 aja lah kalo masih gak mau, gw kan Cuma nanya..Cuma ingin tahu.. maklum lah.. gw masih ecek-ecek! Hahahahah!!!</p>
<p>Lagi nih..( masih banyak lho bro, lur, sist, bang!), kenapa setiap harus diskusikan sesuatu seperti misalnya beredar rumor2 tak sedap dalam suatu acara di jakarta (misalnyaaaaaaaa booooos!), kita tuh kayak harus tau dulu gimana Jakarta Punx, apakah kita dekat dgn mereka, apakah kita so close dengan orang2 di komunitasnya. Bagi gw itu gak perlu sama sekali. Ya sama aja kayak elo ngomongin band Discharge anu en itu, apa kita dituntut mesti kenal ama mereka? Elo ngomongin insiden WTC 9 september en BOM Bali I dan II, apakah kita mesti kenal semua orang yang disitu???? Semua ini gak ada yang sempurna, bos! So calm down! Inget dong, punk itu bukan Cuma ada di Jakarta. Tapi di seluruh penjuru dunia. Jangan memikirkan kepentingan komunitas sendiri lah apalagi diri pribadi.</p>
<p>Ini berlaku buat semua di pelosok kota dan desa di seluruh ENDONESIA (bukan INDONESIA). Bandung, Sukabumi, Depok, Bogor, Medan, Kotamubagu, Bali, Makassar, Surabaya, Pasuruan, de el el dimanapun kalian berada. Tunjukkanlah kebersamaan. Enggak harus satu seragam tapi damai. Saling bantu. Saling memahami kelebihan dan kekurangan masing2. Saling mengerti kalo ada seseorang yang masih baru jadi punkers gak usah dibilang bodoh lah, karena gak ada yang benar2 pintar kok.</p>
<p>Berilah dia ilmu yang berguna bagi dirinya, bukan dikasih jamu melulu trus mabok terus2an akhirnya dibiarkan terbuang. Ini sebetulnya adalah apa yg pernah gw alami, sekarang gw sadar ternyata gw ini dibodohi. Untung gw sadar, coba kalo gak! Udah mati gw di jalan. Dan hal ini gak Cuma dialami gw sendiri, tapi berjuta2 Rand Boreel di luar sana masih banyak dimanfaatkan. Ini PEREMPUAN! Banyak sekali band2 punk lokal menciptakan lagu2 hak2 asasi seorang wanita meski band2 yang bersangkutan personilnya cowo semua. Gw salut. Salut banget.</p>
<p>Tapi jangan Cuma di mulut doang dong. Dari ujung ke ujung negeri ini banyak anarcho-feminist yang kecimpung di Scene DIY Punk &amp; UG malah dimanfaatkan menjadi groupiest. Kalo mau cari groupiest, cari sono di diskotik. Yang diperlukan bagi para feminis ini adalah dukungan dalam aksi dan kreasi. Bukan aksi di ranjang en kreasi bikin anak doang. Dukunglah mereka dengan saling bertukar ilmu dan pendapat. Hargailah mereka. Jangan mentang2 lenggoknya kayak Madonna lantas kalian cari ide gimana spy dia bisa ditiduri malam ini. Hahahahah!! Sori juragan, ane makin kurang ajar. Tapi, fakta membuktikan..memang begitulah kenyataannya. Kenyataan membuktikan…memang begitulah faktanya.</p>
<p>Bantulah para cewe2 ini untuk membuat records, buku, fanzine sebagai bentuk apresiasi sesuai karakter mereka. Jadikan mereka wanita2 yang kuat. Wonder women gitu loh. Dukunglah potensi yang mereka miliki, baik di musik atau luar musik. Yang penting mereka berkreasi. Gak jadi pelacur murahan. Gak perlu nebeng di mobil om-om cukong demi dapet duit. Dimanapun kita bertemu dengan mereka, ingatkanlah selalu dirinya, kawan! Negara kita ini adalah negara kedua terbesar di Asia yang mengirim banyak Pekerja Sex Komersial ke luarnegeri. Ada yang sukarela, ada yang ditipu, ada yang diculik lalu dipaksa. Bahkan anak gadis 8 tahun pun dipaksa melayani para fedofilia. S<strong>UNGGUH, REALITA ADALAH PERTUMPAHAN DARAH DAN TANGISAN IBU PERTIWI YANG BAGI SETAN HANYALAH SEBUAH PESTA!</strong></p>
<p>Kita…. adalah satu2nya kelompok yang bisa menghancurkan semua itu. Maka dari sekarang… <strong>BERSATULAH! </strong></p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2008/02/27/kendala-dalam-tubuh-diy-punk-ug/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bulan penuh duka&#8230;</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2008/02/26/bulan-penuh-duka/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2008/02/26/bulan-penuh-duka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 14:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[death]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2008/02/26/bulan-penuh-duka/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya mendapat sebuah sms dari kekasih saya. Dalam sms tersebut dia memberitahukan satu kabar yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Kabar duka bahwa salah seorang teman karib saat kuliah telah meninggal dunia. Kemarin, tepatnya pada tanggal 23 Februari 2008, saya kembali mendengar kabar dari keluarga saya di jakarta, bahwa kakek saya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu, saya mendapat sebuah sms dari kekasih saya. Dalam sms tersebut dia memberitahukan satu kabar yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Kabar duka bahwa salah seorang teman karib saat kuliah telah meninggal dunia.</p>
<p>Kemarin, tepatnya pada tanggal 23 Februari 2008, saya kembali mendengar kabar dari keluarga saya di jakarta, bahwa kakek saya, yang saya masih ingat persis merupakan orang pertama kali yang memboncengi saya naik sepeda motor pertama kali, meninggal dunia diusianya yang ke 70 tahun&#8230;.</p>
<p>belum lagi bencana alam yang datang melanda beberapa daerah di indonesia&#8230;yang tentu saja mengakibatkan banyaknya korban yang berjatuhan&#8230;</p>
<p>Kematian sebenarnya merupakan fenomena alamiah yang pasti terjadi, bahkan saya-pun akan mengalaminya, namun kenapa hal tersebut merupakan salah satu hal yang paling tidak diharapkan kedatangannya bagi sebagian besar manusia yang hidup di dunia. Yah…karena kematian berarti pergi meninggalkan kita, karena kematian memutus hubungan komunikasi dalam seketika, karena kematian menghentikan aliran kasih sayang antar 2 individu dalam sekejap.</p>
<p>…..semoga semua yang telah meninggal dunia dapat beristirahat dalam damai…..</p>
<p>ah&#8230;ingin rasanya segera meninggalkan februari 2008 ini&#8230;</p>
<blockquote><p><em>this post was dedicated to my grand father “Abdul Madjid” and my coolest friend “Iyus”…</em></p></blockquote>
<p><a href="http://www.harismedia.com">HarisMedia Dot Com</a> | <a href="http://www.vitanouva.net">Vitanouva Community Forum</a></p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2008/02/26/bulan-penuh-duka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AGAMIS VS AGAMA</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2007/05/08/agamis-vs-agama/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2007/05/08/agamis-vs-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2007 09:17:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas!]]></category>
		<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[tentang akhirat?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2007/05/08/agamis-vs-agama/</guid>
		<description><![CDATA[Resapi dulu apa maknaku itu! Hanya eksistensi hurufkah? Agama bukan jalan, bukan pula sampah Tapi agama yang bagaimana? Nalarku berbisik &#8216;AGAMA ITU SAMPAH&#8217;! Untuk apa aku bertobat dengan kata-kataku, untuk sebuah fakta dunia yang basi&#8230; Silakan aku setan yang mempersetani agama, agama apa? Setubuhi, telanjangi puisiku yang bukan puisi! Imej itu memuakkan, aku bersumpah&#8230;! Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Resapi dulu apa maknaku itu!<br />
Hanya eksistensi hurufkah?<br />
Agama bukan jalan, bukan pula sampah<br />
Tapi agama yang bagaimana?<br />
Nalarku berbisik &#8216;AGAMA ITU SAMPAH&#8217;!</p>
<p>Untuk apa aku bertobat dengan kata-kataku,<br />
untuk sebuah fakta dunia yang basi&#8230;<br />
Silakan aku setan yang mempersetani agama, agama apa?<br />
Setubuhi, telanjangi puisiku yang bukan puisi!</p>
<p>Imej itu memuakkan, aku bersumpah&#8230;!<br />
Tapi apa di balik imej, jangan tanya kenapa?<br />
Terlalu instan dan menjijikan&#8230;<br />
Parang bukan jawaban.</p>
<p>EZY DISEASE<br />
BANDUNG<br />
KONTAK: njrenx@yahoo.com</p>
<p>note : puisi ini adalah puisi lanjutan sekaligus tanggapan dari penulisnya atas berbagai komentar terhadap puisi sebelumnya berjudul <strong><a href="http://anarchoi.gudbug.com/2007/01/05/agama-itu-sampah-2/">Agama itu Sampah</a></strong></p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2007/05/08/agamis-vs-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MARJINAL a.k.a ANTI MILITARY</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/28/marjinal-aka-anti-military/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/28/marjinal-aka-anti-military/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2006 16:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/28/marjinal-aka-anti-military/</guid>
		<description><![CDATA[Dibawah ini adalah wawancara dengan Marjinal, band yang terkenal sebagai band yang memiliki semangat perlawanan yang kuat&#8230; Wawancara ini dikutip dari KEMERDEKAAN ZINE Pertanyaan yang sangat membosankan, tolong ceritakan awal berdirinya band kalian, MARJINAL dan siapa saja tukang protes didalamnya&#8230;&#8230;&#8230;. Awal kami membentuk band itu pada tahun 1997, dengan bersandang nama ANTI ABRI, dimana secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dibawah ini adalah wawancara dengan Marjinal, band yang terkenal sebagai band yang memiliki semangat perlawanan yang kuat&#8230; Wawancara ini dikutip dari KEMERDEKAAN ZINE<br />
<strong>Pertanyaan yang sangat membosankan, tolong ceritakan awal berdirinya band kalian, MARJINAL dan siapa saja tukang protes didalamnya&#8230;&#8230;&#8230;.</strong> Awal kami membentuk band itu pada tahun 1997, dengan bersandang nama ANTI ABRI, dimana secara kebetulan kami anti kekerasan, dan ABRI salah satu kuat membudayakan kekerasan. Kami sering bermain pada event-event bebas. Disaat-saat selalu bersama-sama (dadakan), lantas kami buat ANTI-MILITARY, karena ABRI sudah diganti. Yang album pertama pada tahun 1999, album kedua pada tahun 2000 dengan personil yang selalu berganti-ganti dan kami suka itu. Dan yang terdata, ROMY JAHAT (biduan), CHE MONKEY (ritem), BOB Oi! (bas), STEVE (dram), MIKE (melodi), ACAY LEE (dram), EKAL (vokal), SISI (vokal), ABLEH (ritem), ASEP (vokal) dan ARIEF (dram)&#8230;..yang sekarang&#8230;..lalu, kami keluarkan MARJINAL. Semua tukang protes.</p>
<p><span id="more-138"></span><strong>Dulu nama band kalian adalah ANTI-MILITARY, mengapa kalian merubah nama band kalian menjadi MARJINAL, tolong ceritakan latar belakang kalian merubah nama band kalian&#8230;&#8230;&#8230;.</strong> Kebutuhan kami membuat nama MARJINAL dikarenakan masih memiliki hubungan dengan Anti ABRI dan Anti Military&#8230;.. dan perlu digaris bawahi kami tidak mengganti nama tapi kami membuat dan menggunakan nama MARJINAL sebagai proses titik balik untuk menjawab persoalan-persoalan obyektif. Agar, minimal diketahui oleh khalayak banyak seperti istilah Anti ABRI, Anti Military. Kenapa harus anti dan istilah MARJINAL, siapa itu &#8216;Marjinal&#8217;, bagaimana terjadinya marjinalisasi dan lain-lain. Demikian kawan!</p>
<p><strong>Dalam lirik kalian sebelumnya (Anti-Military), banyak sekali konsep pemikiran budaya perlawanan khususnya Anarkis serta variannya. Tolong ceritakan cara pandang kalian tentang konsep pemikiran tersebut&#8230;&#8230;&#8230;.</strong> Kami lebih memfungsikanAnarkisme dan variannya adalah sebatas referensi, bukannya mengadopsi mentah. Kami lebih mengupayakan melihat, merasa, mendengar dan meraba situasi serta kondisi yang mempengaruhi kami.</p>
<p><strong>Dalam bermusik, tentu kalian lebih mengutamakan lirik. Sejauh mana pandangan kalian tentang konsep lirik tersebut dan bagaimana juga cara kalian dalam merealisasikannya dalam masyarakat&#8230;&#8230;&#8230;.</strong> Sejauh mataku memotret kejadian, sejauh aku mengepakkan sayap dan merambat. Dan sejauh roda gerigi otak-otakku bekerja. Dengan banyak cara dan kami percaya dan yakini ada 1001 macam aksi yang dapat kami lakukan. Adalah sebuah kontradiksi, untuk membantu menciptakan sebuah pemikiran yang notabene masyarakat kita selalu diorientasikan dalam pemikiran yang seragam dan searah. Masyarakat yang berdiri diatas nilai-nilai kemanusiaan, tolong-menolong, si kaya bantu si miskin, kuat bantu lemah, saling menghormati dan menghargai. Kami tidak bisa mendeteksi hal itu, terserah! &#8230;..Yakin, karena manusia itu adalah berfikir secara rasional.</p>
<p><strong>Bagaimana pandangan kalian tentang politik dan punk, apakah bisa berjalan/ seimbang, sedangkan secara obyektif punk yang selama ini merupakan Counter-Culture (budaya perlawanan), sekarang ini telah mengalami dekadensi dan pola gerakan mereka yang cenderung berjalan sendiri-sendiri dan bergerak secara elitis. Malahan cenderung menciptakan suatu kontradiksi di dalamnya. Contohnya antara apolitikal dan politikal, bagaimana pandangan kalian dalam hal ini&#8230;&#8230;&#8230;.</strong> Pandangan kami dalam hal ini bahwa politik bisa berjalan seimbang dengan punk, karena punk itu sendiri adalah politik dan politik yang melahirkan punk. Tanpa politik takkan melahirkan punk, dan bila hanya punk hanya itu hanya sebuah kata tidak melahirkan tindakan, karena politik (POLI dan TIK = banyak cara. Pandangan kami dalam kontradiksi di dalam punk adalah sesuatu yang wajar dan kami melihatnya sebagai proses pendewasaan (kontradiksi melahirkan dialektika).</p>
<p><strong>Menanggapi masalah globalisasi yang sudah masuk ke negara-negara dunia ketiga (khususnya Indonesia), yang berbasis pada industrialisasi dan ekonomi secara struktural, cara-cara apakah yang relevan untuk membendung ruang gerak mereka selama ini&#8230;&#8230;&#8230;.</strong> Bentuk sel-sel baru, untuk menggempur lawan dengan syarat terjun ke kantong-kantong masyarakat untuk belajar dan bekerja sama-sama. Yakini tanpa mereka (masyarakat) tidak akan pernah menciptakan perubahan.</p>
<p><strong>Proses reformasi dan demokratisasi yang selama ini diagungkan oleh rakyat Indonesia, tidak berjalan seperti yang mereka impikan. Bagaimana tanggapan kalian dalam hal ini? Dan tatanan masyarakat yang bagaimana yang kalian inginkan&#8230;&#8230;&#8230;.</strong> Ya, jelaslah&#8230;..proses reformasi dan demokratisasi hanya menjadi terminologi untuk mengantar sebuah kekuasaan baru. Jadi impian masyarakat mengenai demokrasi hanya sekedar impian tok, jikalau sistem yang masih dikuasai oleh segelintir kaum minoritas. Tatanan masyarakat yang berasakan nilai kemanusiaan. Manusia makhluk yang sosial, manusia makhluk yang berpikir, makhluk yang merdeka, yang bukan gembala dan yang berakal budi pekerti yang tinggi.</p>
<p><strong>Oke, kembali berbicara tentang MARJINAL, terpikir tidak dalam diri kalian untuk bergabung dengan major label dengan tujuan untuk mensosialisasikan ide-ide penikiran kalian dalam jangkauan masyarakat luas dan secara tidak langsung memberikan penyadaran kepada mereka. Contoh seperti RAGE AGAINST THE MACHINE, CHUMBAWAMBA ataupun IWAN FALS (seperti album lamanya), bagaimana menurut kalian&#8230;&#8230;&#8230;. </strong>Terpikir sih, tapi kami tidak tertarik tuh, dengan disiplinier recording Indonesia khususnya. Biasanya yang menciptakan teman-teman menjadi obyek, berbeda dengan CHUMBAWAMBA, R.A.T.M dan IWAN FALS. Mereka telah memenangkan pasar. Oleh sebab itu, mari kita ciptakan kerjasama yang kuat dilingkungan kita, pada khususnya. Dengan ciptakan masyarakat yang kreatif dan produktif sebagai perlawanan terhadap kapitalisme.</p>
<p><strong>Mendengar kabar bahwa salah satu album kalian, dirilis juga oleh salah satu rekord di Australia. Bisa ceritakan hal itu&#8230;&#8230;&#8230;.</strong> Tepatnya kami tidak tahu rekord tersebut. Tetapi yang kami tahu kaset kami akan dibajak disana oleh sekelompok kawan yang tergabung didalam komunitas sosialis di Australia.</p>
<p><strong>Untuk menutup interview ini, ada yang kalian ingin sampaikan untuk semua yang membaca interview ini&#8230;&#8230;&#8230;.</strong> Jangan hanya untuk percaya saja karena manusia diciptakan untuk berpikir.</p>
<p><strong>MARJINAL//ANTI-MILITARY<br />
P.O. BOX 7735 JKS LA, JAKARTA 12077 INDONESIA.<br />
e-mail : taringbabi@yahoo.com</strong></p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/28/marjinal-aka-anti-military/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda Tanya Besar</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/21/tanda-tanya-besar/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/21/tanda-tanya-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Dec 2006 18:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebas!]]></category>
		<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/21/tanda-tanya-besar/</guid>
		<description><![CDATA[“Open your eyes, time to wake up, enough is enough, is enough, is enough.” - Dari lagunya Chumbawamba, Enough Is Enough - Kalau kapan-kapan kita bertemu seseorang yang sedang dirundung masalah, kemudian meminta saran kepada kita dengan mengatakan, “Bagaimana ya kira-kira cara yang tepat untuk mengatasi masalahku?” Dan, setelah kita kemukakan satu saran, dia menanggapinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>“Open your eyes, time to wake up, enough is enough, is enough, is enough.”</em></p>
<p><em>- Dari lagunya Chumbawamba, Enough Is Enough -</em></p></blockquote>
<p>Kalau kapan-kapan kita bertemu seseorang yang sedang dirundung masalah, kemudian meminta saran kepada kita dengan mengatakan, “Bagaimana ya kira-kira cara yang tepat untuk mengatasi masalahku?” Dan, setelah kita kemukakan satu saran, dia menanggapinya dengan bertanya lagi, “Mengapa harus begitu?” Janganlah kita buru-buru jengkel, karena boleh jadi orang ini justru berpikiran maju, kritis dan independen.</p>
<p>Ilustrasi di atas mungkin bisa di-analog-kan bila kita hendak bicara tentang konstelasi gerakan anti-kapitalisme. Bagaimana melawan sebuah sistem yang penuh ketidakadilan, irrasionalitas, dan yang mengasingkan manusia dari kemanusiaannya? Ada beberapa resep yang akan percaya diri menjawab pertanyaan ini, seperti: Revolusi permanen! Dua taktik sosial-demokrasi! Kediktatoran proletariat! Gerilya desa mengepung kota! dan lain-lain. Agar tidak terjebak hanya mengkonsumsi menu dari sebuah resep, mari kita cari tahu komposisinya dengan menanyakan mengapa harus begitu.</p>
<p><span id="more-136"></span>Sejauh pemahaman kami, dari berbagai gerakan anti-kapitalisme, dua yang paling percaya diri adalah Leninis dan Trotskyis. Gerakan Leninis cenderung percaya diri karena merasa paling solid/siap dan realistis dalam melawan kapitalisme (misalnya, dengan sentralisme-demokrasi, dua taktik sosial-demokrasi, dewan-dewan rakyat, sampai kediktatoran proletariat). Serupa dengan itu, meski agak berbeda, gerakan Trotskyis cenderung percaya diri karena merasa paling radikal &#038; total dalam melawan kapitalisme (misalnya, dengan revolusi permanen dan konsep satu partai sosialis-revolusioner internasional). Karena itu, kedua gerakan ini sering saling mengecam dengan mengatakan yang lainnya sebagai gegabah &#038; tidak realistis, ataupun terjebak dalam pembagian tahapan &#038; kolaborasi kelas; atau bersama-sama mereka mencap gerakan-gerakan lain, seperti anarkis dan otonomis, sebagai utopis (pengkhayal), terlalu liberal (tidak disiplin), borjuis kecil, dan membuntut pada kesadaran massa.</p>
<p>Betulkah demikian? Ada apa dengan kepercayaan-diri mereka yang begitu kuat? Karena tak ingin terjebak hanya berprasangka reaksioner, di sini kami berusaha mengungkapkan kritik mengenai [sekurangnya] dua hal prinsipil sebagai berikut: 1) konsep adanya pemimpin dan massa, dan 2) organisasi dan sentralisme-demokrasi.</p>
<p>Tidak salah kalau dikatakan bahwa orang yang ditindas belum tentu melawan. Juga benar bahwa ada banyak orang tertindas yang tidak tahu kalau dirinya ditindas. Tetapi, kalau ini kemudian dijadikan pembenaran bagi adanya pemimpin dan massa dalam perjuangan melawan penindasan, dijadikan alasan untuk penyuntikan kesadaran, dijadikan pijakan bahwa dengan demikian massa memang sah untuk dimobilisasi, nanti dulu! Siapa yang bisa menjamin bahwa pemimpin tidak akan membawa massa-nya ke arah yang keliru? Catatan sejarah justru membeberkan daftar panjang pemimpin-pemimpin yang membawa jutaan manusia ke jurang kehancuran: Hitler, Mussolini, Stalin, Polpot, Pinochet, Soeharto, Bush, (Aidit, iya nggak ya? Mao? Lenin? Castro? Masih ragu? Cari aja data-faktanya).</p>
<p>Dengan konsep adanya pemimpin dan massa, bukankah semaju apapun fase perjuangan, akan selalu ada sekelompok kecil orang yang merancang (elitis) dan sekian banyak orang yang melulu diarahkan? Dengan demikian, berarti akan selalu terjadi pembagi-bagian manusia ke dalam kelompok elit yang menempati posisi pengambil keputusan, dan kelompok besar yang harus menjalankan keputusan. Kalau seperti ini, bukankah masih serupa dengan logika pembagi-bagian manusia dalam kapitalisme, sekaligus bertentangan dengan cita-cita membangun masyarakat yang egaliter? Seorang direktur handal bisa saja dengan kepemimpinannya membawa sebuah perusahaan berkembang pesat dan meraih keuntungan besar. Tapi siapa yang mereguk sebagian besar kenikmatan dari keuntungan itu? Tak lain adalah si pemilik modal dan pejabat tinggi di perusahaan itu. Lalu bagaimana pekerja cleaning service-nya? Office boy-nya? Satpam-nya? Inilah salah satu bentuk konsekuensi dari logika pembagi-bagian manusia. [Mungkin akan ada yang mengatakan: “Itu kan kapitalisme,kalau sosialisme lain! Meski ada pemimpin dan massa, tapi hasil perjuangan akan dibagi untuk semua, sama rasa sama rata, tidak ada privilese.” — Untuk ini ada satu catatan: Mungkinkah sebuah metode perjuangan yang di dalam dirinya menerapkan pembagi-bagian/pemisah-misahan akan menghasilkan sesuatu yang setara dan adil?]</p>
<p>Kemudian, kami sendiri jadi bertanya-tanya apakah tidak mungkin ada cara lain untuk mengupayakan terwujudnya perubahan selain dengan konsep pemimpin &#038; massa. Bukankah akan lebih menyenangkan kalau bisa dilakukan dengan kerjasama yang egaliter (dengan prinsip emansipatoris-partisipatoris, misalnya)? Melihat, dalam contoh kecil, sebuah kelompok belajar bisa sukses mengerjakan PR tanpa perlu ada ketua; dan, dalam contoh besar, ribuan rakyat Argentina baru-baru ini bisa melakukan perlawanan radikal terhadap neoliberalisme dan penguasa di sana (malahan dengan meneriakkan yel-yel anti elit politik); kami berpikir bahwa ini mungkin.</p>
<p>Masuk ke persoalan organisasi, dalam pandangan kami, untuk berhasilnya sebuah kegiatan yang menjadi kepentingan bersama beberapa orang, diperlukan suatu mekanisme pengorganisasian (sekecil apapun itu). Dalam kaitan ini, yang tidak kami sepakati adalah mekanisme organisasi yang hirarkis dan otoriter.</p>
<p>Pemahaman sadar dan kemauan sukarela (voluntaristik)—inilah yang seharusnya menyebabkan seorang individu terpanggil untuk bergerak. Jika tidak, adakah yang lebih baik? Adapun organisasi adalah wadah tempat berhimpunnya individu-individu yang memiliki pemahaman, kesadaran, kepentingan dan tujuan yang relatif sama. Organisasi diperlukan agar perjuangan, karena dilakukan secara bersama, menjadi lebih kuat—dan lebih mungkin untuk berhasil—ketimbang perjuangan seorang diri. Organisasi juga diperlukan sebagai wadah bagi individu-individu untuk saling belajar, hingga dalam perkembangannya diharapkan masing-masing individu akan mengalami peningkatan kualitas seiring peningkatan kualitas secara kolektif. Dengan demikian, kami pikir organisasi merupakan sarana perjuangan, bukan sesuatu untuk disakralkan (lalu, perlu apa lagi heroisme dan vanguardisme?!). Maka, kalau dalam sebuah organisasi ada individu-individu yang terus-terusan berada dalam posisi pengambil keputusan dan, berbarengan dengan itu, ada individu-individu yang melulu menerima instruksi untuk menjalankan keputusan, harusnya ini menimbulkan tanda tanya besar.</p>
<p>Dalam organisasi-organisasi Leninis diterapkan prinsip sentralisme-demokrasi. Dari prinsip ini, mungkin dimaksudkan akan terkombinasi dua keutamaan: 1) terjadi kesatuan tindakan dan kesatuan komando (unity of action &#038; unity of command); dan 2) terjadi demokrasi (dalam pengertian umum, sekurangnya mengandung makna kebebasan &#038; kesetaraan) dalam menentukan kebijakan/keputusan organisasi. Tetapi, ada yang perlu kita perhatikan: sentralisme dan demokrasi sesungguhnya merupakan dua hal yang bertentangan satu sama lain. Sentralisme berarti pemusatan (tentu saja pemusatan kewenangan untuk membuat satu keputusan organisasi—berarti sekaligus ada hirarki dan otoritas), sedangkan demokrasi lebih-kurang bermakna adanya kebebasan dan kesetaraan hak &#038; kewajiban bagi semua orang (kalau dalam sebuah organisasi, bagi semua anggota).</p>
<p>Bahwa sentralisme dan demokrasi itu saling bertentangan dan tidak mungkin dipadukan, sesungguhnya merupakan persoalan primer. Dengan demikian, persoalan-persoalan lain seputar ini (seperti, kapan saatnya menerapkan sentralisme dan kapan menerapkan demokrasi, bagaimana mekanisme pemilihan orang-orang yang akan menempati posisi pemegang wewenang sentral, dll.) menjadi sekunder, atau, dengan kata lain, tidak begitu penting. Sebagai contoh, bisa saja ada yang mengatakan, “Sebetulnya yang kami maksudkan dan ingin jalankan adalah demokrasi. Tetapi, sentralisme tetap dibutuhkan, terutama dalam situasi darurat, dimana perlu diambil tindakan-tindakan yang cepat dan serentak demi keselamatan organisasi dan perjuangan, padahal dalam kondisi seperti itu tidak semua anggota bisa bertemu.” Satu pertanyaan saja untuk pernyataan seperti ini: Siapa yang berwenang menentukan darurat/tidaknya sebuah situasi? Mau tidak mau, persoalan akan kembali ke hal yang primer: hirarki &#038; otoritas versus kebebasan &#038; kesetaraan hak-kewajiban.</p>
<p>Akhir kata, terpulang kepada para pembaca sendiri untuk meng-internalisasi-kannya. Sedang kami, biarlah kami katakan CUKUP ADALAH CUKUP kepada semua perspektif otoritarian, dengan segala konsekuensi logis yang harus kami tanggung, termasuk bagaimana agar tidak berhenti hanya sebatas kritik. Eh, ngomong-ngomong, Chumbawamba pun tak sekadar bilang ENOUGH IS ENOUGH, tapi juga TIME TO WAKE UP, pertanda kita perlu get up, bangun, bergerak melakukan sesuatu.</p>
<p>Sumber tulisan : <em>AFFINITAS</em></p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2006/12/21/tanda-tanya-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>For Oaxaca : WE WILL BE BEAUTIFUL</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2006/11/28/for-oaxaca-we-will-be-beautiful/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2006/11/28/for-oaxaca-we-will-be-beautiful/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2006 09:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2006/11/28/for-oaxaca-we-will-be-beautiful/</guid>
		<description><![CDATA[I will feel alive. I will be in control of myself. I will be burning, burning with life—a lightened candle always in the brink of turning off, burning and burning, never stopping. Amidst your sacred buildings destroyed—debris that will be reflections of a past life thrown away to the dust bin of history, consumed by [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I will feel alive.<br />
I will be in control of myself.</p>
<p>I will be burning, burning with life—a lightened candle always in the brink of turning off, burning and burning, never stopping.</p>
<p>Amidst your sacred buildings destroyed—debris that will be reflections of a past life thrown away to the dust bin of history, consumed by the fires of joy and of the heart, I will—we will—celebrate the nihilistic destructions of values and constraints. We will be the Virgin Mary ready to give birth to god—again and again.</p>
<p>Amidst poetry scribbled on the walls of your streets—poetry written with love, for love is subversion, it is freedom—we will claim the streets for us, and only for us. We will not give away any bit of it, for giving away a fraction of it would mean giving away everything.</p>
<p>We will be in control of ourselves.</p>
<p>Amidst the ashes of your burning flags—burnt by constraint—less compulsions, the building blocks of anti-history—we will refuse the spectacle of gender, race, spirituality, nationality, for we want everything—not a fragment—for everyone.</p>
<p>Amidst your trampled corpses—military generals, politicians, and CEOs—we will retaliate your violence with violence—we will embrace the spirit of militancy—and we will deny you what you denied us. You seized your power with violence, and maintained it through violence. It will be time for us to seize it back.</p>
<p>So beware, beware of trampling on us in your schools, in the workplace, in the street—beware of trying to annihilate every bit of our creativity—of trying to convert us in cogs turning as the clock of dead time clicks at every second. Beware of delivering us death.</p>
<p>We are many. We are cleaning your shit, studying in your schools, dying in your offices, making your shoes, building your houses, raising your children, cooking your food—we are everywhere.</p>
<p>You need us, but we don&#8217;t need you.</p>
<p>We will be beautiful.<br />
The world will be beautiful.</p>
<p>We don’t have any morality since all of them are yours—your values to maintain your position.</p>
<p>So do not fuck with us. Never ever fuck with us.</p>
<p><em>Didedikasikan untuk penduduk Oaxaca, praktisi dan pembangun komune abad-21, dalam perang anti-spectacle. Apa yang bisa kami lakukan di sini adalah memperlebar dan membangun apa yang telah kalian mulai di sana, dengan hidup kami sebagai taruhannya. Demi cerahnya matahari pagi dan indahnya matahari terbenam; demi bulan dan bintang dan hujan sebagai penyejuknya; kami tak ingin menyerah. Tidak sekarang. This is the only world that worth fighting for. Long live Oaxaca Commune.</em></p>
<p><strong>Bandung, November 27th ‘06, in the edge of despair. </strong></p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2006/11/28/for-oaxaca-we-will-be-beautiful/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hak untuk memiliki tempat tinggal!!!</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2006/10/14/hak-untuk-memiliki-tempat-tinggal/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2006/10/14/hak-untuk-memiliki-tempat-tinggal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Oct 2006 07:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[opini & analisis]]></category>
		<category><![CDATA[tentang hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2006/10/14/hak-untuk-memiliki-tempat-tinggal/</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan, Ketertiban, Keteraturan seringkali dijadikan pembenaran dalam berbagai kasus penggusuran yang marak terjadi selama ini. Perumahan rakyat kecil (baca : kumuh) yang dianggap merusak pemandangan sudah pasti akan menjadi bulan-bulanan petugas trantib yang buta karena doktrin kepatuhan. Penggusuran adalah murni sebuah teror. Teror yang menjadi legal karena dilakukan oleh negara. Negara yang dengan berbagai perangkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembangunan, Ketertiban, Keteraturan seringkali dijadikan pembenaran dalam berbagai kasus penggusuran yang marak terjadi selama ini. Perumahan rakyat kecil (baca : kumuh) yang dianggap merusak pemandangan sudah pasti akan menjadi bulan-bulanan petugas trantib yang buta karena doktrin kepatuhan. Penggusuran adalah murni sebuah teror. Teror yang menjadi legal karena dilakukan oleh negara. Negara yang dengan berbagai perangkat aparatnya menganggap bahwa bumi dan segala isinya adalah miliknya dan siapapun bisa untuk diusir dari tempat tinggalnya kapanpun negara menginginkan.<br />
Ada apa sebenarnya dengan penggusuran?? benarkah semua itu dilakukan demi ketertiban bersama??? patutkah kita menerima untuk digusur?? apakah negara memiliki hak untuk mengusir kita???</p>
<p><span id="more-103"></span></p>
<p><a target="_blank" title="UPC" href="http://www.urbanpoor.or.id/">UPC (Urban Poor Consortium)</a> secara garis besar menyebutkan terdapat <a target="_blank" title="akar permasalahan penggusuran" href="http://www.urbanpoor.or.id/content/view/183/74/">4 akar permasalahan kenapa penggusuran terjadi</a>, antara lain adalah :</p>
<ol>
<li><strong>Meningkatnya urbanisasi</strong>. Yang menyebabkan meningkatnya pertumbuhan pembangunan pemukiman informal (perumahan yang dibangun sendiri secara swadaya oleh masyarakat), yang lambat laun dianggap semakin tidak terkontrol dan dapat mengancam sektor-sektor formal yang ada.</li>
<li><strong>Mega Proyek (Pembangunan)</strong>. Yang dilakukan baik oleh swasta maupun pemerintah, lokal maupun internasional.</li>
<li><strong>Politisasi Tanah</strong>. Pengusiran secara paksa terhadap penduduk setempat dari lokasi yang dianggap memiliki nilai yang tinggi.</li>
<li><strong>Tidak adanya hukum</strong>. atau pincangnnya hukum yang mengatur permasalahan penggusuran tersebut.</li>
</ol>
<p>Dari keempat akar tersebut, saya membuang poin keempat yaitu poin tentang aspek hukum. Karena betapapun kuatnya hukum, terkadang hukum dapat diputarbalikkan seenaknya, atau bahkan dibuang begitu saja.</p>
<p>Baik, mari kita tarik akar permasalahan utama dari ketiga akar-akar diatas. Pertama meningkatnya urbanisasi dari desa kekota. Sebenarnya saya kurang setuju dengan poin ini, karena bagaimanapun juga banyak sekali kasus penggusuran yang justru terjadi didesa. Namun baiklah kita ambil saja poin ini. Salah satu penyebab utama urbanisasi terjadi adalah karena tidak meratanya kesejahteraan antara kota dan desa, disamping itu pula, propaganda tidak langsung yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta bahwa kota adalah puncak dari desa-desa menyebabkan minat berlebihan penduduk desa untuk berbondong-bondong ikut andil dalam perputaran ekonomi dikota. Masyarakat adat daerah setempat yang semakin digusur keberadaannya baik budaya maupun ekonomi adat atas nama pariwisata, juga membuat warga daerah kehilangan kebanggaannya karena mereka tidak lagi dianggap manusia, tetapi sebagai makhluk aneh diera millenium yang layak untuk dijadikan bahan tontonan masyarakat kota. Hutan-hutan, lahan perkebunan, sawah-sawah yang selama ini jadi tempat mengais rezeki, dikapitalisasikan oleh orang-orang kota untuk kemudian hasil-hasilnya dilalap habis-habisan.</p>
<p>Baiklah, sampai sini kita bisa melihat siapa, ada-apa dan mengapa masyarakat desa kemudian lari kekota.
</p>
<p>to be continue&#8230;</p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=g" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2006/10/14/hak-untuk-memiliki-tempat-tinggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pustaka Otonomis pindah alamat</title>
		<link>http://anarchoi.gudbug.com/2006/10/11/pustaka-otonomis-pindah-alamat/</link>
		<comments>http://anarchoi.gudbug.com/2006/10/11/pustaka-otonomis-pindah-alamat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Oct 2006 17:20:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anarch[Oi]!</dc:creator>
				<category><![CDATA[anarkisme]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[otonomis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anarchoi.gudbug.com/2006/10/11/pustaka-otonomis-pindah-alamat/</guid>
		<description><![CDATA[Pustaka Otonomis, Proyek pengarsipan dan pengembangan berbagai dokumen dan literatur anti-otoritarian dan Anarkis berbahasa indonesia dalam bentuk teks yang semula beralamat di http://www.jakartaresistance.net/librari/index.php kini punya rumah baru dengan semangat baru kunjungi http://pustaka.otonomis.org kami masih mengharapkan bantuan kontribusi dari kawan-kawan sekalian dalam memperkaya Pustaka Otonomis ini. kirimkan email, artikel, saran, kritik, atau gabung di pustaka-otonomis@lists.riseup.net atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pustaka Otonomis, Proyek pengarsipan dan pengembangan berbagai dokumen dan literatur anti-otoritarian dan Anarkis berbahasa indonesia dalam bentuk teks yang semula beralamat di</p>
<p><a href="http://www.jakartaresistance.net/librari/index.php" target="_blank">http://www.jakartaresistance.net/librari/index.php</a></p>
<p>kini punya rumah baru dengan semangat baru <img src='http://anarchoi.gudbug.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>kunjungi <a href="http://pustaka.otonomis.org/" target="_blank">http://pustaka.otonomis.org</a></p>
<p>kami masih mengharapkan bantuan kontribusi dari kawan-kawan sekalian dalam memperkaya Pustaka Otonomis ini.</p>
<p>kirimkan email, artikel, saran, kritik, atau gabung di <a href="http://anarchoi.gudbug.com/sm/src/compose.php?send_to=pustaka-otonomis%40lists.riseup.net">pustaka-otonomis@lists.riseup.net</a> atau kunjungi <a href="http://lists.riseup.net/www/info/pustaka-otonomis" target="_blank">http://lists.riseup.net/www/info/pustaka-otonomis</a></p>
 <span class="post2pdf_span" style="border: 1px solid gray; width: 160px; text-align: left; "><a href="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/generate.php?post=h" rel="nofollow"><img src="http://anarchoi.gudbug.com/wp-content/plugins/post2pdf/icon/pdf.png" width="16px" height="16px" />convert this post to pdf.</a></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anarchoi.gudbug.com/2006/10/11/pustaka-otonomis-pindah-alamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
