hei..!!! this is MayDay!!!

Sekali lagi…terdapat “tetes hitam” di jalanan di jakarta, sedikit tetes diantara lautan massa buruh yang turun, menghentikan kerja mereka dipabrik, melupakan kewajiban mereka untuk memutar mesin penghasil uang untuk bosnya. Ya…kami datang lagi kali ini, meramaikan jalan-jalan dijakarta! kami datang! kami eksis! kami penantang otoritas! kami para anti-otoritarian!

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 4 Komentar

masa PUNK nggak boleh masuk TIPI sih???

Hallo…beberapa hari yang lalu (15 Januari 2007) RCTI dengan program URBAN-nya menayangkan episode dengan tajuk “GENERASI PUNK”, dalam program ini pula…nyaris tiap detiknya didominasi oleh liputan tentang MARJINAL dan aktifitas kesehariannya bersama kawan-kawan di TARING BABI…band punk yang gak perlu saya sebutkan lagi seluk-beluknya karena saya yakin banyak yang udah pada enggeh koq.

Selain MARJINAL, RCTI juga meliput keseharian para street-punk, kemudian dengan sudut pandangnya RCTI membandingkan perbedaan dari keduanya. MARJINAL & TARING BABI disebut-sebut sebagai “PUNK IDEALIS” dan mereka yang diliput sedang asik nongkrong dengan sebutan “PUNK JALANAN/STREET PUNK”.

Dari beberapa scene, menurut saya…pesan yang coba disampaikan oleh kawan-kawan MARJINAL & TB cukup positif, secara keseluruhan….setidaknya acara ini nggak seperti kebanyakan acara lainnya di tivi yang senantiasa menampilkan stigma buruk punk keatas publik tanpa investigasi dan informasi yang akuran, sebut saja acara “7 hari menuju taubat” dimana seorang punk digambarkan sebagai sosok pendosa yang sudah seharusnya bertaubat, atau acara “metro realitas” episode punk yang dulu sempat menggemparkan karena lebih banyak menyoroti sisi negatif dari punk tanpa menelaah hal positif yang ada.

Semula saya sempat heran saat mike muncul di iklan acara URBAN di tivi…penasaran akhirnya niat banget buat nonton ;P, selesai nonton…huh…ternyata RCTI cukup sehat kali ini, saya jadi teringat beberapa hari yang lalu saya sempet ngobrol dengan salah satu kawan Taring Babi, saat marjinal bertandang ke Rangkasbitung, Banten, yang kebetulan saya juga sedang berada disana. Dalam obrolan saya bilang…apapun usaha kita dalam menggunakan media komersial sebagai jembatan untuk memperjuangkan kepentingan kita hendaknya dibarengi dengan kewaspadaan, dalam artian jangan lagi “kecolongan” kayak yang lalu-lalu seperti yang saya sebut diatas.

Oke…saya acungi cap jempol momen 15 januari lalu, lantas bagaimana dengan kawan-kawan punk lainnya….ternyata (dari info yang saya dapat via email dari taring babi) kontroversi menyinggung pro-kontra hadirnya sosok taring babi dalam acara tersebut sangat-sangat hebat. Coba deh…baca imel konfirmasi dari TARING BABI yang saya kutip dibawah…semoga pandangan sinis tentang tampilnya kawan baik kita dalam acara tersebut dapat segera kita binasakan dari otak kita ;)

[…]

convert this post to pdf.

Print This Post Print This Post | 42 Komentar