Dikirim pada 08-05-2007 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: bebas!, cuap-cuap, tentang akhirat?
Resapi dulu apa maknaku itu!
Hanya eksistensi hurufkah?
Agama bukan jalan, bukan pula sampah
Tapi agama yang bagaimana?
Nalarku berbisik ‘AGAMA ITU SAMPAH’!
Untuk apa aku bertobat dengan kata-kataku,
untuk sebuah fakta dunia yang basi…
Silakan aku setan yang mempersetani agama, agama apa?
Setubuhi, telanjangi puisiku yang bukan puisi!
Imej itu memuakkan, aku bersumpah…!
Tapi apa di balik imej, jangan tanya kenapa?
Terlalu instan dan menjijikan…
Parang bukan jawaban.
EZY DISEASE
BANDUNG
KONTAK: njrenx@yahoo.com
note : puisi ini adalah puisi lanjutan sekaligus tanggapan dari penulisnya atas berbagai komentar terhadap puisi sebelumnya berjudul Agama itu Sampah
convert this post to pdf.
Print This Post
| 27 Komentar
Dikirim pada 03-11-2006 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: kontra kultur, opini & analisis, tentang akhirat?
Artikel berikut ini diambil dari majalah Free Inquiry, Vol. 18, No. 3.
BANYAK dari yang dilakukan orang, dilakukan atas nama Tuhan. Orang Irlandia marah kepada satu sama lain atas nama Tuhan. Orang Arab mengutuki dirinya sendiri atas nama Tuhan. Para imam dan ayatollah menindas perempuan atas nama Tuhan. Para paus dan pendeta yang hidup membujang mengacaukan kehidupan seks orang lain atas nama Tuhan. Para shohet Yahudi memotong tenggorokan binatang-binatang hidup atas nama Tuhan. Prestasi agama dalam sejarah masa lalu—perang-perang berdarah, inkuisisi yang penuh penyiksaan, para penakluk yang melakukan pembunuhan massal, para misionaris yang menghancurkan kebudayaan, perlawanan hingga detik terakhir yang diperkuat secara hukum terhadap setiap keping baru kebenaran ilmiah—bahkan lebih mengesankan. Dan apa manfaat dari itu semua? Saya yakin bahwa kini menjadi semakin jelas, jawabannya: tidak ada samasekali. Tidak ada alasan untuk mempercayai bahwa semacam apapun dari Tuhan itu eksis, dan justru ada alasan yang sangat kuat untuk meyakini bahwa Tuhan-Tuhan itu tidak eksis, dan tak pernah eksis. Segala macam kepercayaan tentang Tuhan itu merupakan penyia-nyiaan waktu yang sangat besar, bahkan penyia-nyiaan hidup. Kepercayaan itu hanya akan menjadi lelucon dengan proporsi kosmis, kalau bukan malah sangat tragis.
[…]
convert this post to pdf.
Print This Post
| 4 Komentar
Dikirim pada 13-10-2006 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: anarkisme&religi, kontra kultur, opini & analisis, tentang akhirat?
by Emma GoldmanFirst published in February 1916 in the Mother Earth journal.
To give an adequate exposition of the Philosophy of Atheism, it would be necessary to go into the historical changes of the belief in a Deity, from its earliest beginning to the present day. But that is not within the scope of the present paper. However, it is not out of place to mention, in passing, that the concept God, Supernatural Power, Spirit, Deity, or in whatever other term the essence of Theism may have found expression, has become more indefinite and obscure in the course of time and progress. In other words, the God idea is growing more impersonal and nebulous in- proportion as the human mind is learning to understand natural phenomena and in the degree that science progressively correlates human and social events.
[…]
convert this post to pdf.
Print This Post
| 2 Komentar
Dikirim pada 14-06-2006 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: opini & analisis, tentang akhirat?
–Jalur Seorang Ateis Pemikir–
“Menohok Akal, Menantang Iman!!”
“Lebih Rebel dari yang Rebel!!”
“Lebih Melawan dari yang Melawan Otoritas!!”
Prolog
Pada mulanya adalah keraguan; keraguan tentang kebenaran yang ada. Keraguan memicu keyakinan; keyakinan tentang kebenaran yang sesungguhnya. Kebenaran itu bersama-sama denganku dan kebenaran itu adalah aku.
[…]
convert this post to pdf.
Print This Post
| 5 Komentar