Dikirim pada 09-11-2006 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: berita, seruan, tentang hidup
Pergolakan sosial di Oaxaca di mulai dengan pemogokan para guru di bulan Mei. Respon polisi yang represif telah memicu mobilisasi popular yang besar dan berujung pada pembentukan sebuah dewan konstituen yang sangat demokratik di Oaxaca – APPO (Dewan Popular Masyarakat Oaxaca). Pemerintahan Mexico, yang telah memperlihatkan pelecahan yang sangat keterlaluan bagi hak asasi manusia, menyerang masyarakat Oaxaca untuk merepresi mobilisasi popular tersebut. Sejauh ini sebanyak 37 orang hilang oleh polisi dan paramiliter, dan sebanyak 17 orang telah dibunuh. Di hadapan represi polisi semacam ini, masyarakat Oaxaca masih mempertahankan setidaknya lebih dari 3000 barikade di sepanjang kota. Pemerintahan tidak lagi difungsikan; masyarakat telah berkuasa.
[…]
convert this post to pdf.
Print This Post
| Tidak ada komentar
Dikirim pada 01-11-2006 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: Announcement, bebas!, tentang hidup
Represitas negara yang terjadi di oaxaca, México terhadap masyarakat sudah tidak bisa diterima…
Perjuangan rakyat oaxaca dalam memperjuangkan kebebasannya patut diberikan dorongan serta dukungan maksimal dari seluruh pecinta kebebasan diseluruh dunia.
Berikan dukungan anda…Layangkan surat protes atas apa yang sudah terjadi terhadap rakyat oaxaca oleh pemerintah México
kirimkan surat ke :
Embassy of México
Menara Mulia Building, 23rd floor
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 9-11
Jakarta Selatan 12930
Telp. (62 21) 520 3980
Fax. (62 21) 520 3978
atau Email ke :
embmexic@rad.net.id
convert this post to pdf.
Print This Post
| Tidak ada komentar
Dikirim pada 18-10-2006 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: Announcement, bebas!, kontra kultur, tentang hidup
Sudah lazim memang setiap menjelang hari perayaan Idul Fitri selalu disambut dengan suka cita bagi umat pemeluk agama Islam. Namun, di Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, ajang sukacita ini kerap kali dimanfaatkan oleh korporasi untuk memancing mereka menuju konsumerisme. Bukan hanya memancing, saat ini konsumerisme justru telah merebak dengan dahsyatnya ditengah-tengah budaya masyarakat Islam (atau bahkan umat-umat beragama lainnya pada hari-hari perayaan besar keagamaannya masing-masing).
Hal inilah yang mengundang kami untuk mencoba berbuat sesuatu agar budaya yang kian merusak ini setidaknya dapat berkurang atau bahkan dihentikan. Hari Tanpa Belanja adalah budaya baru yang senantiasa kami rayakan untuk mencoba menghentikan budaya konsumerisme yang sengaja diciptakan oleh kapitalis untuk mereduksi pemikiran seseorang bahwa ia butuh segalanya. Konsumerisme juga berarti masyarakat ditipu untuk mendapatkan image yang terbaik dalam lingkungan sosial bermasyarakat dengan cara berbelanja. Konsumerisme juga berarti masyarakat dibuat terhalusinasi bahwa tanpa belanja mereka tidak dapat bertahan hidup lebih lama lagi.
[…]
convert this post to pdf.
Print This Post
| 1 Komentar
Dikirim pada 14-10-2006 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: cuap-cuap, opini & analisis, tentang hidup
Pembangunan, Ketertiban, Keteraturan seringkali dijadikan pembenaran dalam berbagai kasus penggusuran yang marak terjadi selama ini. Perumahan rakyat kecil (baca : kumuh) yang dianggap merusak pemandangan sudah pasti akan menjadi bulan-bulanan petugas trantib yang buta karena doktrin kepatuhan. Penggusuran adalah murni sebuah teror. Teror yang menjadi legal karena dilakukan oleh negara. Negara yang dengan berbagai perangkat aparatnya menganggap bahwa bumi dan segala isinya adalah miliknya dan siapapun bisa untuk diusir dari tempat tinggalnya kapanpun negara menginginkan.
Ada apa sebenarnya dengan penggusuran?? benarkah semua itu dilakukan demi ketertiban bersama??? patutkah kita menerima untuk digusur?? apakah negara memiliki hak untuk mengusir kita???
[…]
convert this post to pdf.
Print This Post
| 1 Komentar
Dikirim pada 14-10-2006 oleh: Anarch[Oi]!
Tag: anti-kapitalisme, berita, kontra kultur, otonomis, tentang hidup

Mexico City – Mereka telah menempuh 480 kilo meter selama 19 hari dan melalui 25 kota untuk tiba di Ibu Kota. Dewan Masyarakat Oaxaca (APPO) dan organisasi guru SNTE divisi 22 menuduh Gubernur Oaxaca, Ulises Ruiz terpilih secara tidak sah dan menggunakan cara-cara brutal untuk menindas protes masyarakat.
Dalam demonstrasi masyarakat yang telah berlangsung sejak bulan Mei, 5 pejuang telah gugur di tangan aparat keamanan Meksiko.
Sementara, Gubernur Ruiz menyatakan tidak bertanggung jawab atas kekerasan yang dituduhkan dan menolak untuk turun dari jabatannya.
Demonstrasi yang bermula dari tuntutan upah layak par aguru berkembang menjadi pendudukan kota Oaxaca dan perebutan kekuasaan
The demonstrators have walked from Oaxaca city, waving banners and shouting slogans.
Aksi berjalan kaki ke Ibu Kota ini dimaksudkan untuk menekan Senat agar mendesak Ruiz mundur dari jabatan.
sumber : IMC Jakarta
convert this post to pdf.
Print This Post
| Tidak ada komentar